- Di Tengah Tekanan Inflasi, 5.000 Paket Sembako Disalurkan untuk Keluarga Desil 1-4 di Morowali Utara
- Muhammadiyah Terbitkan Maklumat Hadapi Kemarau dan Karhutla, Serukan Salat Istisqa hingga Muhasabah
- 8 Tahun Dikira Meninggal akibat Tsunami Palu, Jumaidin Tiba-tiba Pulang ke Kampung di Tojo Una-Una
- Tips Memilih Restoran untuk Makan Bersama Saat di Pusat Perbelanjaan
- Dua Hari Tak Berangkat Kerja, Perempuan 29 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Tondo
- Jemaah Haji Sulteng Diusulkan Tak Lagi Menginap di Balikpapan pada 2027
- Hampir 4 Ribu Orang di Sulteng Tercatat Positif HIV, Hanya 57 Persen Jalani Pengobatan
- Jaga Kelestarian Ikan Endemik, DKP Sulteng Minta Penebaran Nila di Danau Poso Dievaluasi
- Awal Musim Hujan di Indonesia Tak Serentak, Sulteng Masuk Daerah yang Mulai Hujan Oktober
- Sulteng Jadi Tuan Rumah Tanwir Muhammadiyah, Presiden Prabowo Diagendakan Hadir
DPRD Palu Desak Evaluasi Program MBG Usai Kasus Keracunan di Tiga Sekolah

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kota Palu, Nurhalis Nur, menyampaikan sorotannya terkait kasus keracunan siswa akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palu, disela paripurna DPRD di ruang sidang utama, Kamis (18/9/2025). (Foto: Bimaz/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, PALU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, Nurhalis Nur, mendesak evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah kasus keracunan berulang kali terjadi di sejumlah sekolah.
Dalam rapat paripurna DPRD Kota Palu, Kamis (18/9/2025), Nurhalis menyoroti insiden terbaru di SDN Inpres Boyaoge, pada Rabu (17/9/2025). Kasus tersebut menambah daftar kejadian keracunan MBG yang sebelumnya dialami puluhan siswa di MTs Sis Al-Jufri Tatura dan SMK Bina Potensi Palu pada akhir Agustus lalu.
Baca Lainnya :
- Rentetan Insiden Pohon Tumbang hingga Renggut Nyawa, DPRD Kota Palu Minta Pemkot Bertindak Serius
- DLH Palu: Pohon Perkotaan Lebih Rawan Tumbang, Butuh Penanganan Serius
- Sidak di Pasar Palu, Harga Beras Stabil Rp14–15 Ribu per Kilogram
- Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Jalan Sisingamangaraja, Beruntung Pengemudi Selamat
- Sakit Perut hingga Muntah Usai Konsumsi MBG, Sejumlah Siswa SDN Inpres Boyaoge Dilarikan ke RS
Menurutnya, pola distribusi makanan MBG yang ditangani penyedia jasa hingga melayani 3–4 sekolah sekaligus patut dievaluasi karena berpotensi menurunkan kualitas dan keamanan makanan.
“Alangkah ironisnya jika program ini justru berdampak buruk pada anak-anak kita, sampai menyebabkan mereka harus absen sekolah beberapa hari,” tegasnya.
Ia menekankan, evaluasi yang serius perlu dilakukan agar program MBG benar-benar memberi manfaat bagi siswa, bukan sebaliknya membahayakan kesehatan mereka. (Bim/Nl)










