- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
DPRD Palu Desak Evaluasi Program MBG Usai Kasus Keracunan di Tiga Sekolah

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kota Palu, Nurhalis Nur, menyampaikan sorotannya terkait kasus keracunan siswa akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palu, disela paripurna DPRD di ruang sidang utama, Kamis (18/9/2025). (Foto: Bimaz/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, PALU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, Nurhalis Nur, mendesak evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah kasus keracunan berulang kali terjadi di sejumlah sekolah.
Dalam rapat paripurna DPRD Kota Palu, Kamis (18/9/2025), Nurhalis menyoroti insiden terbaru di SDN Inpres Boyaoge, pada Rabu (17/9/2025). Kasus tersebut menambah daftar kejadian keracunan MBG yang sebelumnya dialami puluhan siswa di MTs Sis Al-Jufri Tatura dan SMK Bina Potensi Palu pada akhir Agustus lalu.
Baca Lainnya :
- Rentetan Insiden Pohon Tumbang hingga Renggut Nyawa, DPRD Kota Palu Minta Pemkot Bertindak Serius
- DLH Palu: Pohon Perkotaan Lebih Rawan Tumbang, Butuh Penanganan Serius
- Sidak di Pasar Palu, Harga Beras Stabil Rp14–15 Ribu per Kilogram
- Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Jalan Sisingamangaraja, Beruntung Pengemudi Selamat
- Sakit Perut hingga Muntah Usai Konsumsi MBG, Sejumlah Siswa SDN Inpres Boyaoge Dilarikan ke RS
Menurutnya, pola distribusi makanan MBG yang ditangani penyedia jasa hingga melayani 3–4 sekolah sekaligus patut dievaluasi karena berpotensi menurunkan kualitas dan keamanan makanan.
“Alangkah ironisnya jika program ini justru berdampak buruk pada anak-anak kita, sampai menyebabkan mereka harus absen sekolah beberapa hari,” tegasnya.
Ia menekankan, evaluasi yang serius perlu dilakukan agar program MBG benar-benar memberi manfaat bagi siswa, bukan sebaliknya membahayakan kesehatan mereka. (Bim/Nl)










