- Harga BBM Pertamina per 1 Juni Berubah, Pertamax Turbo Naik
- Sulteng Masuk Daerah Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi, Dapat Insentif Rp2 Miliar
- Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng
- Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Sumbang Sapi Kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Kemendikdasmen Perbarui Kebijakan, Masuk SD Tak Lagi Harus Menunggu 7 Tahun
- Kendaraan di Palu Kini Wajib Menggunakan Plat Nomor Daerah
- Mandi Laut Usai Subuh, Warga Palu Barat Tewas Tenggelam di Kampung Nelayan
- Demi Efisiensi, Anggaran MBG 2026 Dipangkas Rp67 Triliun
- Siap-Siap Cair, Gaji Ke-13 ASN hingga Polri Mulai Dibayarkan Juni 2026
- Pusat Medis Modern di Cina Jadi Inspirasi Pengembangan Kesehatan di Sulteng
DLH Palu: Pohon Perkotaan Lebih Rawan Tumbang, Butuh Penanganan Serius

Keterangan Gambar : Evakuasi kendaraan tertimpa pohon tumbang di Jalan Sisingamaraja, Kota Palu, Kamis (18/9/2025). (Foto: Damkarmat Palu)
Likeindonesia.com, Palu – Rangkaian insiden pohon tumbang di Kota Palu dalam dua pekan terakhir memunculkan kekhawatiran warga.
Terbaru, sebuah pohon besar roboh di Jalan Sisingamangaraja, Kamis (18/9/2025) pagi, mengakibatkan sebagian badan jalan tertutup dan membuat lalu lintas macet.
Baca Lainnya :
- Sidak di Pasar Palu, Harga Beras Stabil Rp14–15 Ribu per Kilogram
- Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Jalan Sisingamangaraja, Beruntung Pengemudi Selamat
- Sakit Perut hingga Muntah Usai Konsumsi MBG, Sejumlah Siswa SDN Inpres Boyaoge Dilarikan ke RS
- Tahun Depan, Warga Sulteng Bisa Terbang Langsung ke Cina, Korsel, hingga Eropa
- PMI Sulteng Gelar HUT ke-80, Dorong Gerakan #BeraniDonor
Kejadian serupa terjadi hari sebelumnya, pohon di Jalan Ahmad Yani tumbang menimpa sebuah mobil.
Bahkan, Pekan lalu kejadian pohon tumbang hingga merenggut nyawa seorang.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Ibnu Mundzir, mengakui pohon di perkotaan memang lebih rentan tumbang dibanding pohon di hutan.
“Bahwa memang pohon-pohon di perkotaan itu lebih rawan tumbang ketimbang pohon-pohon yang ada di hutan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (18/9) sore.
Ia menjelaskan, kerentanan itu dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kepadatan tanah, pemilihan jenis pohon, hingga cara penanaman.
Beberapa jenis pohon dengan akar serabut menurutnya memang lebih mudah roboh, apalagi jika lubang tanam yang digunakan terlalu kecil sehingga akar sulit berkembang.
Menurut Ibnu Mundzir, salah satu langkah yang dilakukan DLH adalah melakukan asesmen sebelum penebangan.
“Kalau ditanya apa yang harus kita lakukan, yang bisa kita lakukan adalah identifikasi, mana pohon yang sakit. Makanya di antara tahapan penebangan pohon itu ada yang namanya asesmen, pohon itu sakit atau tidak, layak tidak ditebang,” jelasnya.
Saat ini, DLH Kota Palu hanya memiliki dua tim untuk menangani pemeliharaan pohon.
Masing-masing tim beranggotakan sekitar 15 orang, dengan perlengkapan mobil kren dan mesin potong.
“Satu hari itu rata-rata yang mereka potong sekitar lima pohon besar untuk satu tim, kemudian kalau pohon kecil sampai tujuh,” katanya.
Ia menambahkan, selain penanganan dari DLH, terdapat pula pihak lain yang memangkas pohon demi pemeliharaan kabel.
Namun, pemangkasan itu justru membuat pohon menjadi miring dan lebih mudah tumbang.
“Seperti misalnya contoh pemeliharaan kabel sehingga dipotong sebelahnya saja, sehingga ini menjadi berat sebelah dan gampang rubuh,” ujarnya.
Ibnu Mundzir menegaskan, keterbatasan armada dan personel membuat pemeliharaan pohon belum maksimal.
Ia menyebut penambahan sumber daya dan dukungan pembiayaan sangat penting agar proses identifikasi pohon rawan tumbang bisa lebih cepat dilakukan.
DLH juga mengingatkan masyarakat agar tidak merusak pohon dengan cara mencacah batang bawahnya, karena bisa mempercepat kematian pohon.
“Kita juga minta kesadaran masyarakat untuk jangan membuat pohon itu menjadi mati,” pungkasnya. (Rul/Nl)










