- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Nelayan Hilang Di Perairan Umpanga, Tim Sar Gabungan Lakukan Pencarian
.jpg)
Keterangan Gambar : Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap seorang nelayan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, sejak Senin (2/11/2025). (Foto : SAR Palu)
Likeindonesia.com, Morowali — Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap seorang nelayan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, yang dilaporkan belum kembali setelah pergi memancing di perairan Desa Umpanga, Kecamatan Bumi Raya.
Korban diketahui bernama Syamsuddin, berusia 56 tahun, warga Desa Pebotoa, Kecamatan Bumi Raya.
Baca Lainnya :
- BMKG: Megathrust Tolitoli–Buol Potensi Ilmiah, Bukan Ancaman Langsung
- BYD Haka Auto Resmi Hadir di Palu, Tawarkan Pilihan Kendaraan Listrik Ramah Lingkungan
- 1.103 Tenaga Honorer Sulteng Resmi Terima SK PPPK Tahap II dari Gubernur
- Belum Semua Pakai Elpiji, 18 Persen Warga Sulteng Masih Masak dengan Kayu
- Kendalilan Overkapasitas, 445 Warga Binaan Dipindahkan
Korban terakhir terlihat pada Rabu, 29 Oktober 2025, sekitar pukul 13.00 Wita.
Saat itu, ia sempat beristirahat di rumah adiknya di Desa Topogaro sebelum melanjutkan perjalanan menuju Desa Pebotoa untuk kembali ke perahunya.
Namun hingga kini, nelayan yang diketahui mengalami disabilitas dan menggunakan kaki palsu itu belum juga kembali ke rumah.
Informasi hilangnya korban pertama kali diterima Pos SAR Morowali dari Kepala Desa Pebotoa, Arman, pada 2 November 2025 pukul 09.23 Wita.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui Pos SAR Morowali langsung menggelar operasi pencarian sejak Senin, 3 November 2025.
Operasi dimulai pukul 07.00 Wita dengan briefing awal Tim SAR Gabungan untuk memeriksa kesiapan personel, alat utama (alut), pembagian tugas, dan penyampaian petunjuk keselamatan kerja sesuai SOP Basarnas.
Pencarian dilakukan dengan menyisir perairan menggunakan perahu karet Basarnas, speed boat Polairud, kapal fiber milik PT BTIIG, serta perahu nelayan, dengan radius pencarian mencapai 30 nautical mile (NM) dari titik koordinat dugaan lokasi kejadian.
Hingga pukul 18.00 Wita, hasil pencarian masih nihil. Tim berencana melanjutkan operasi pada hari berikutnya, 4 November 2025, sesuai rencana operasi hari ketiga.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, menyampaikan tim terus berupaya maksimal di lapangan meski kondisi geografis dan cuaca menjadi tantangan tersendiri.
“Kami bersama unsur SAR gabungan terus berupaya maksimal melakukan pencarian terhadap korban dengan menyisir area perairan menggunakan berbagai alut yang tersedia. Kondisi geografis dan cuaca menjadi pertimbangan penting dalam setiap pergerakan tim di lapangan. Kami berharap korban dapat segera ditemukan dan kembali ke keluarganya dalam keadaan selamat,” ujar Rizal dalam rilis resminya diterima media ini, Selasa (4/11) pagi.
Selain personel Pos SAR Morowali, operasi juga melibatkan sejumlah unsur seperti Polsek Bumi Raya, Bhabinsa, Polairud, PSDKP Morowali, BPBD Morowali, Dinas Sosial Morowali, PT BTIIG, pemerintah desa, dan para nelayan setempat.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mengoptimalkan pencarian hingga korban berhasil ditemukan. (Rul/Nl)










