- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Nelayan yang Hilang di Perairan Batusuya Ditemukan Meninggal Dunia

Keterangan Gambar : Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Batusuya, Kecamatan Sindue Tombusabora, Kabupaten Donggala, Kamis (6/11). (Foto: SAR Palu)
Likeindonesia.com, Donggala — Setelah dua hari pencarian, seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Batusuya, Kecamatan Sindue Tombusabora, Kabupaten Donggala, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (6/11).
Korban bernama Aldo (33), sebelumnya dilaporkan jatuh dari kapal saat memancing pada Selasa (4/11/2025) akibat cuaca buruk di tengah laut.
Baca Lainnya :
- Angka Pengangguran Naik, Hampir 50 Ribu Orang di Sulteng Belum Dapat Pekerjaan
- Belum Ditemukan, Pencarian Nelayan Hilang di Batusuya Terus Diperluas
- Kenal Pamit Kapolda Sulteng, Irjen Endi Sutendi Resmi Gantikan Irjen Agus Nugroho
- Polda Sulteng Siagakan Personel Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem
- Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Wilayah Barat Daya Donggala
Tim SAR gabungan menemukan korban sekitar pukul 10.47 Wita, di koordinat 0°30.434' S – 119°45.589' E, atau sekitar 5 mil laut ke arah utara dari lokasi kejadian awal.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi menuju Puskesmas Batusuya, sebelum diserahkan ke pihak keluarga,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu dalam keterangan resminya.
Penemuan korban terjadi setelah tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran laut pada Kamis pagi, dimulai pukul 07.00 Wita.
Pencarian dilakukan menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB), perahu karet, dan peralatan selam, dengan dukungan cuaca berawan serta gelombang setinggi 0,5 hingga 1,25 meter.
Operasi melibatkan unsur gabungan dari Basarnas Palu, Polair, Babinsa, BPBD Donggala, pemerintah desa, serta nelayan setempat.
Setelah korban ditemukan, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 11.00 Wita, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Sebelumnya, pencarian terhadap Aldo dilakukan sejak Rabu (5/11/2025) pagi dengan membagi area penyisiran laut dan darat di sekitar perairan Batusuya.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah dua hari pencarian tanpa henti. (Rul/Nl)










