- Karyawan Kafe di Palu Ditemukan Tewas Terjepit di Lift Barang, Jenazah Dipulangkan ke Tada
- KONI Sulteng Mulai Matangkan Persiapan Hadapi PON Pantai 2026
- Skema Bansos Berubah! Mulai 2027, Penerima Bakal Dapat Transfer Tunai
- Penerbangan Bandara IMIP ke Palu Resmi Beroperasi, Waktu Tempuh Hanya 45 Menit
- Ratusan PPPK Nakes Sulteng Minta Kepastian Status, Gubernur Langsung Hubungi Wamenkes
- Pertamina Minta Maaf, Rencana Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli BBM Subsidi Dibatalkan
- 318 Kebakaran Terjadi di Palu hingga Agustus 2026, Mantikulore Tertinggi
- Mulai 15 September, Isi Biosolar di Sejumlah SPBU Wajib Bawa STNK
- Siap-Siap! Harga Tiket Pesawat Bisa Makin Mahal, Ini Aturan Baru Kemenhub
- Piala Soeratin Sulteng Resmi Bergulir, Gubernur Dorong Pembinaan Berjenjang Menuju PON 2028
Nelayan yang Hilang di Perairan Batusuya Ditemukan Meninggal Dunia

Keterangan Gambar : Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Batusuya, Kecamatan Sindue Tombusabora, Kabupaten Donggala, Kamis (6/11). (Foto: SAR Palu)
Likeindonesia.com, Donggala — Setelah dua hari pencarian, seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Batusuya, Kecamatan Sindue Tombusabora, Kabupaten Donggala, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (6/11).
Korban bernama Aldo (33), sebelumnya dilaporkan jatuh dari kapal saat memancing pada Selasa (4/11/2025) akibat cuaca buruk di tengah laut.
Baca Lainnya :
- Angka Pengangguran Naik, Hampir 50 Ribu Orang di Sulteng Belum Dapat Pekerjaan
- Belum Ditemukan, Pencarian Nelayan Hilang di Batusuya Terus Diperluas
- Kenal Pamit Kapolda Sulteng, Irjen Endi Sutendi Resmi Gantikan Irjen Agus Nugroho
- Polda Sulteng Siagakan Personel Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem
- Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Wilayah Barat Daya Donggala
Tim SAR gabungan menemukan korban sekitar pukul 10.47 Wita, di koordinat 0°30.434' S – 119°45.589' E, atau sekitar 5 mil laut ke arah utara dari lokasi kejadian awal.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi menuju Puskesmas Batusuya, sebelum diserahkan ke pihak keluarga,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu dalam keterangan resminya.
Penemuan korban terjadi setelah tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran laut pada Kamis pagi, dimulai pukul 07.00 Wita.
Pencarian dilakukan menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB), perahu karet, dan peralatan selam, dengan dukungan cuaca berawan serta gelombang setinggi 0,5 hingga 1,25 meter.
Operasi melibatkan unsur gabungan dari Basarnas Palu, Polair, Babinsa, BPBD Donggala, pemerintah desa, serta nelayan setempat.
Setelah korban ditemukan, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 11.00 Wita, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Sebelumnya, pencarian terhadap Aldo dilakukan sejak Rabu (5/11/2025) pagi dengan membagi area penyisiran laut dan darat di sekitar perairan Batusuya.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah dua hari pencarian tanpa henti. (Rul/Nl)










