- Ingin Lepas Status WNI? Kini Dikenai Biaya Rp5 Juta Berdasarkan PP Terbaru
- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
Belum Ditemukan, Pencarian Nelayan Hilang di Batusuya Terus Diperluas

Keterangan Gambar : Operasi pencarian seorang nelayan yang dilaporkan jatuh ke laut di perairan Batusuya, Kabupaten Donggala, masih terus dilakukan tim SAR gabungan, Rabu (5/11). (Foto: SAR Palu)
Likeindonesia.com, Donggala — Operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan jatuh ke laut di perairan Batusuya, Kecamatan Sindue Tombusabora, Kabupaten Donggala, masih terus dilakukan tim SAR gabungan, Rabu (5/11).
Hingga memasuki hari kedua pencarian, korban atas nama Aldo (33) belum ditemukan.
Baca Lainnya :
- Kenal Pamit Kapolda Sulteng, Irjen Endi Sutendi Resmi Gantikan Irjen Agus Nugroho
- Polda Sulteng Siagakan Personel Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem
- Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Wilayah Barat Daya Donggala
- Palu Kurangi 7 Ribu Ton Sampah per Tahun, Tertinggi di Sulteng
- Nelayan Hilang Di Perairan Umpanga, Tim Sar Gabungan Lakukan Pencarian
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu, melalui laporan resmi, menyebutkan korban terjatuh saat sedang memancing pada Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 10.00 Wita.
Insiden itu terjadi akibat cuaca buruk di perairan Batusuya. Upaya pencarian awal yang dilakukan oleh nelayan dan warga sekitar tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya dilaporkan ke pihak SAR.
Sejak pagi tim SAR gabungan telah melaksanakan briefing, menyiapkan peralatan, dan membagi area pencarian sesuai standar operasional prosedur.
Tim SAR membagi pencarian ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB), SRU 2 menggunakan perahu karet dan perahu nelayan untuk menyisir area laut di sekitar koordinat kejadian, sementara SRU 3 melakukan penyisiran darat di sepanjang pantai dengan radius tiga kilometer.
Dalam operasi hari kedua ini, unsur SAR yang terlibat meliputi Basarnas Palu, Polair, Babinsa, BPBD Donggala, pemerintah desa, serta nelayan setempat.
Sejumlah alat seperti rescue car, peralatan selam, perahu karet, dan alat komunikasi lapangan turut dikerahkan untuk memperluas area pencarian.
Cuaca di lokasi dilaporkan berawan dengan kecepatan angin antara 2 hingga 11 knot, dan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1,25 meter.
Kondisi tersebut masih tergolong aman untuk operasi pencarian, meski berpotensi berubah sewaktu-waktu.
Hingga Rabu sore, tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Operasi akan dilanjutkan dengan evaluasi area pencarian berdasarkan kondisi di lapangan. (Rul/Nl)










