- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Belum Ditemukan, Pencarian Nelayan Hilang di Batusuya Terus Diperluas

Keterangan Gambar : Operasi pencarian seorang nelayan yang dilaporkan jatuh ke laut di perairan Batusuya, Kabupaten Donggala, masih terus dilakukan tim SAR gabungan, Rabu (5/11). (Foto: SAR Palu)
Likeindonesia.com, Donggala — Operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan jatuh ke laut di perairan Batusuya, Kecamatan Sindue Tombusabora, Kabupaten Donggala, masih terus dilakukan tim SAR gabungan, Rabu (5/11).
Hingga memasuki hari kedua pencarian, korban atas nama Aldo (33) belum ditemukan.
Baca Lainnya :
- Kenal Pamit Kapolda Sulteng, Irjen Endi Sutendi Resmi Gantikan Irjen Agus Nugroho
- Polda Sulteng Siagakan Personel Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem
- Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Wilayah Barat Daya Donggala
- Palu Kurangi 7 Ribu Ton Sampah per Tahun, Tertinggi di Sulteng
- Nelayan Hilang Di Perairan Umpanga, Tim Sar Gabungan Lakukan Pencarian
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu, melalui laporan resmi, menyebutkan korban terjatuh saat sedang memancing pada Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 10.00 Wita.
Insiden itu terjadi akibat cuaca buruk di perairan Batusuya. Upaya pencarian awal yang dilakukan oleh nelayan dan warga sekitar tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya dilaporkan ke pihak SAR.
Sejak pagi tim SAR gabungan telah melaksanakan briefing, menyiapkan peralatan, dan membagi area pencarian sesuai standar operasional prosedur.
Tim SAR membagi pencarian ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB), SRU 2 menggunakan perahu karet dan perahu nelayan untuk menyisir area laut di sekitar koordinat kejadian, sementara SRU 3 melakukan penyisiran darat di sepanjang pantai dengan radius tiga kilometer.
Dalam operasi hari kedua ini, unsur SAR yang terlibat meliputi Basarnas Palu, Polair, Babinsa, BPBD Donggala, pemerintah desa, serta nelayan setempat.
Sejumlah alat seperti rescue car, peralatan selam, perahu karet, dan alat komunikasi lapangan turut dikerahkan untuk memperluas area pencarian.
Cuaca di lokasi dilaporkan berawan dengan kecepatan angin antara 2 hingga 11 knot, dan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1,25 meter.
Kondisi tersebut masih tergolong aman untuk operasi pencarian, meski berpotensi berubah sewaktu-waktu.
Hingga Rabu sore, tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Operasi akan dilanjutkan dengan evaluasi area pencarian berdasarkan kondisi di lapangan. (Rul/Nl)










