- Di Tengah Tekanan Inflasi, 5.000 Paket Sembako Disalurkan untuk Keluarga Desil 1-4 di Morowali Utara
- Muhammadiyah Terbitkan Maklumat Hadapi Kemarau dan Karhutla, Serukan Salat Istisqa hingga Muhasabah
- 8 Tahun Dikira Meninggal akibat Tsunami Palu, Jumaidin Tiba-tiba Pulang ke Kampung di Tojo Una-Una
- Tips Memilih Restoran untuk Makan Bersama Saat di Pusat Perbelanjaan
- Dua Hari Tak Berangkat Kerja, Perempuan 29 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Tondo
- Jemaah Haji Sulteng Diusulkan Tak Lagi Menginap di Balikpapan pada 2027
- Hampir 4 Ribu Orang di Sulteng Tercatat Positif HIV, Hanya 57 Persen Jalani Pengobatan
- Jaga Kelestarian Ikan Endemik, DKP Sulteng Minta Penebaran Nila di Danau Poso Dievaluasi
- Awal Musim Hujan di Indonesia Tak Serentak, Sulteng Masuk Daerah yang Mulai Hujan Oktober
- Sulteng Jadi Tuan Rumah Tanwir Muhammadiyah, Presiden Prabowo Diagendakan Hadir
Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Wilayah Barat Daya Donggala

Keterangan Gambar : Gempa bumi dengan magnitudo 4,6 mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Donggala, pada Selasa (4/11/2025) pukul 17.23 WITA. (Foto: Dok. BMKG)
Likeindonesia.com, DONGGALA – Gempa bumi dengan magnitudo 4,6 mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Selasa (4/11/2025) pukul 17.23 WITA.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di koordinat 0,53 Lintang Selatan dan 119,68 Bujur Timur, atau sekitar 20 kilometer barat daya Donggala.
Baca Lainnya :
- Palu Kurangi 7 Ribu Ton Sampah per Tahun, Tertinggi di Sulteng
- Nelayan Hilang Di Perairan Umpanga, Tim Sar Gabungan Lakukan Pencarian
- BMKG: Megathrust Tolitoli–Buol Potensi Ilmiah, Bukan Ancaman Langsung
- BYD Haka Auto Resmi Hadir di Palu, Tawarkan Pilihan Kendaraan Listrik Ramah Lingkungan
- 1.103 Tenaga Honorer Sulteng Resmi Terima SK PPPK Tahap II dari Gubernur
Gempa terjadi pada kedalaman 17 kilometer.
Hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut.
BMKG menyampaikan bahwa informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data bisa berubah seiring dengan kelengkapan data yang diterima.
"Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," demikian tulis BMKG, dilansir dari platform X. (Nul/Nl)










