- Karyawan Kafe di Palu Ditemukan Tewas Terjepit di Lift Barang, Jenazah Dipulangkan ke Tada
- KONI Sulteng Mulai Matangkan Persiapan Hadapi PON Pantai 2026
- Skema Bansos Berubah! Mulai 2027, Penerima Bakal Dapat Transfer Tunai
- Penerbangan Bandara IMIP ke Palu Resmi Beroperasi, Waktu Tempuh Hanya 45 Menit
- Ratusan PPPK Nakes Sulteng Minta Kepastian Status, Gubernur Langsung Hubungi Wamenkes
- Pertamina Minta Maaf, Rencana Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli BBM Subsidi Dibatalkan
- 318 Kebakaran Terjadi di Palu hingga Agustus 2026, Mantikulore Tertinggi
- Mulai 15 September, Isi Biosolar di Sejumlah SPBU Wajib Bawa STNK
- Siap-Siap! Harga Tiket Pesawat Bisa Makin Mahal, Ini Aturan Baru Kemenhub
- Piala Soeratin Sulteng Resmi Bergulir, Gubernur Dorong Pembinaan Berjenjang Menuju PON 2028
Palu Kurangi 7 Ribu Ton Sampah per Tahun, Tertinggi di Sulteng

Keterangan Gambar : Ilustrasi membuang sampah. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, PALU – Kota Palu mencatat capaian tertinggi dalam pengurangan sampah di Provinsi Sulawesi Tengah.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, volume sampah di Kota Palu berhasil berkurang hingga 7.037,84 ton per tahun pada 2024, menjadikannya daerah dengan pengurangan sampah terbesar di Sulteng.
Baca Lainnya :
- PKM BEM Berdampak Unisa Palu Latih Warga Sigi Olah Bubuk Daun Kelor untuk Cegah Stunting
- Nelayan Hilang Di Perairan Umpanga, Tim Sar Gabungan Lakukan Pencarian
- BMKG: Megathrust Tolitoli–Buol Potensi Ilmiah, Bukan Ancaman Langsung
- BYD Haka Auto Resmi Hadir di Palu, Tawarkan Pilihan Kendaraan Listrik Ramah Lingkungan
- Angka Cerai di Palu Tembus 967 Kasus pada 2024, Warga Mantikulore Paling Banyak Berpisah
Secara keseluruhan, timbulan sampah tahunan di Kota Palu mencapai 43.984,58 ton, dengan pengurangan sebesar 4,63 persen.
Selain Palu, sejumlah daerah lain juga mencatat penurunan timbulan sampah, di antaranya Kabupaten Parigi Moutong, berhasil mengurangi sampah hingga 3.438,44 ton atau 28,59 persen, menjadi yang tertinggi secara persentase di Sulteng.
Disusul oleh Kabupaten Banggai Kepulauan yang mencatat pengurangan sebesar 1.937,42 ton, Donggala sebanyak 1.475,89 ton, dan Morowali dengan penurunan mencapai 913,82 ton.
Sementara Banggai Laut mengurangi sekitar 219 ton sampah per tahun, dan Morowali Utara sebesar 11,68 ton, yang menjadi daerah dengan pengurangan terendah di provinsi ini. (Nul/Nl)










