- Polres Cirebon Kota Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Terkait Dugaan Peredaran Obat Keras Terbatas
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
NTB Tempati Posisi Tiga Besar Daerah Penghasil Tembakau Nasional

Keterangan Gambar : Ilustrasi perkebunan tembakau. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Mataram – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menempati posisi tiga besar daerah penghasil tembakau terbesar di Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian tahun 2024, NTB memiliki luas areal tembakau mencapai 44.333 hektare dengan total produksi daun tembakau kering sebanyak 77.345 ton.
Baca Lainnya :
- Bukan Palu, Bangkep dan Balut Jadi Daerah Paling Gemar Membaca di Sulteng
- Lombok Naik Peringkat, Jadi Pulau Terbaik Kedua di Asia
- Tak Hanya Pertengkaran dan Ekonomi, Kebiasaan Mabuk Alkohol Jadi Alasan Cerai di Sulteng
- Dari Palu hingga Morowali, Ini 5 Daerah dengan Kasus Perceraian Terbanyak di Sulteng
- admin
Dari total 267.060 hektare lahan tembakau di Indonesia, Jawa Timur masih mendominasi dengan 147.926 hektare dan total produksi mencapai 186.509 ton, atau sekitar 55,39 persen dari total nasional.
Di posisi kedua ada Jawa Tengah dengan 54.851 hektare dan produksi 69.326 ton atau 20,54 persen.
NTB menyusul di posisi ketiga dengan kontribusi 16,60 persen terhadap total areal tembakau nasional.
Kementerian Pertanian juga mencatat, produksi tembakau nasional tahun 2024 naik signifikan menjadi 351.363 ton, meningkat dari 286.510 ton pada tahun 2023. (Nul/Nl)










