- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
NTB Tempati Posisi Tiga Besar Daerah Penghasil Tembakau Nasional

Keterangan Gambar : Ilustrasi perkebunan tembakau. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Mataram – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menempati posisi tiga besar daerah penghasil tembakau terbesar di Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian tahun 2024, NTB memiliki luas areal tembakau mencapai 44.333 hektare dengan total produksi daun tembakau kering sebanyak 77.345 ton.
Baca Lainnya :
- Bukan Palu, Bangkep dan Balut Jadi Daerah Paling Gemar Membaca di Sulteng
- Lombok Naik Peringkat, Jadi Pulau Terbaik Kedua di Asia
- Tak Hanya Pertengkaran dan Ekonomi, Kebiasaan Mabuk Alkohol Jadi Alasan Cerai di Sulteng
- Dari Palu hingga Morowali, Ini 5 Daerah dengan Kasus Perceraian Terbanyak di Sulteng
- admin
Dari total 267.060 hektare lahan tembakau di Indonesia, Jawa Timur masih mendominasi dengan 147.926 hektare dan total produksi mencapai 186.509 ton, atau sekitar 55,39 persen dari total nasional.
Di posisi kedua ada Jawa Tengah dengan 54.851 hektare dan produksi 69.326 ton atau 20,54 persen.
NTB menyusul di posisi ketiga dengan kontribusi 16,60 persen terhadap total areal tembakau nasional.
Kementerian Pertanian juga mencatat, produksi tembakau nasional tahun 2024 naik signifikan menjadi 351.363 ton, meningkat dari 286.510 ton pada tahun 2023. (Nul/Nl)










