- Polres Cirebon Kota Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Terkait Dugaan Peredaran Obat Keras Terbatas
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
Palu Utara Catat Kasus Anak Kurang Gizi Terbanyak di Kota Palu

Keterangan Gambar : Ilustrasi anak naik di timbangan berat badan. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Palu – Kecamatan Palu Utara menjadi wilayah dengan jumlah anak penderita kekurangan gizi tertinggi di Kota Palu pada tahun 2024.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palu yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palu, tercatat sebanyak 890 balita mengalami kekurangan gizi di seluruh wilayah kota.
Baca Lainnya :
- Atasi Lonjakan Pasien Pagi Hari, RSUD Anutapura Luncurkan Poliklinik Sore Eksekutif
- NTB Tempati Posisi Tiga Besar Daerah Penghasil Tembakau Nasional
- Bukan Palu, Bangkep dan Balut Jadi Daerah Paling Gemar Membaca di Sulteng
- Tak Hanya Pertengkaran dan Ekonomi, Kebiasaan Mabuk Alkohol Jadi Alasan Cerai di Sulteng
- Dari Palu hingga Morowali, Ini 5 Daerah dengan Kasus Perceraian Terbanyak di Sulteng
Dari angka tersebut, Kecamatan Palu Utara menyumbang kasus terbanyak dengan 306 anak yang tercatat mengalami gizi kurang.
Posisi kedua ditempati oleh Kecamatan Mantikulore dengan 143 kasus, disusul Kecamatan Tawaeli dengan 142 kasus, dan Kecamatan Palu Selatan sebanyak 101 kasus.
Sementara itu, sejumlah kecamatan lain mencatat angka di bawah 100 kasus, seperti Tatanga dengan total 70 kasus, Palu Barat 51 kasus, Ulujadi 49 kasus, dan Palu Timur yang menjadi wilayah dengan jumlah kasus terendah mencatat sebanyak 28 kasus.
Kondisi kekurangan gizi pada balita umumnya disebabkan oleh asupan makanan yang tidak seimbang serta faktor kesehatan dan lingkungan.
Data tersebut menunjukkan sebaran kasus gizi kurang yang masih terjadi di beberapa kecamatan di Kota Palu sepanjang tahun 2024. (Nul/Nl)










