- Pemprov Sulteng Siapkan Pembangunan SMKN 1 Batui, 80 Siswa Dipastikan Tetap Lanjut Sekolah
- Kabar Baik, Kabut Asap di Sulawesi Diprediksi Berkurang 5 Hari ke Depan, Ada Pengaruh Siklon Champi
- Kualitas Udara Masih Tak Sehat, Pembelajaran TK-SMP di Palu Diberlakukan secara Daring Selama 3 Hari
- Pemerintah Resmi Tunda Batas Wajib Sertifikasi Halal hingga Oktober 2028
- Warga Sulteng Diimbau Perkuat Doa dan Ibadah Hadapi Kabut Asap
- Udara Palu Makin Memburuk, PM2.5 Capai 205 Mikrogram dan Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
- Festival Danau Poso 2026 Resmi Dibuka, Gubernur Sulteng Ajak Warga Jaga Budaya dan Lingkungan
- Ferry Irwandi Inisiasi Patungan untuk Hutan, Raup Donasi Rp10,5 Miliar
- Bupati Sigi Buka Suara soal Jenazah Mantan Kades Diantar Pakai Ojek, Upayakan Akses Jalan Memadai
- KONI Sulteng Apresiasi Perkembangan Kickboxing dalam Musprov II KBI
Pemprov Sulteng Siapkan Pembangunan SMKN 1 Batui, 80 Siswa Dipastikan Tetap Lanjut Sekolah

Keterangan Gambar : Audiensi perwakilan SMKN 1 Batui bersama Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, di Kantor Gubernur Sulteng, Kota Palu, Senin (19/10/2026). (Foto: Biro Adpim Pemprov Sulteng)
Likeindonesia.com, PALU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan rencana pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMK Negeri 1 Batui pada 2027. Di tengah persiapan tersebut, sebanyak 80 siswa yang saat ini masih dititipkan di sekolah lain dipastikan tetap dapat melanjutkan pendidikan.
Rencana itu menjadi salah satu poin yang dibicarakan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, saat menerima audiensi perwakilan SMKN 1 Batui di ruang kerjanya, Senin (19/10/2026).
Baca Lainnya :
- Polda Sulteng Jadwalkan Pemeriksaan Para Leader OMC Wilayah Pekan Ini
- Operasi Patuh Tinombala 2025 Dimulai, 729 Personel Dikerahkan untuk Tertib Lalu Lintas di Sulteng
- Hari Pajak Nasional 2025, Anwar Hafid Ajak Warga: Mari Berani Bayar Pajak
- Sulteng Kembali Tembus Final Indonesia Derby 2025 Lewat Tangan Pelatih Edo Apriansyah
- Sepekan Tak Pulang, Dua Nelayan Laulalang Tolitoli Dalam Pencarian
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah provinsi turut menyoroti penyelesaian perizinan pendirian sekolah dan kepastian kegiatan belajar mengajar bagi para siswa. Saat ini, 80 siswa SMKN 1 Batui masih mengikuti pendidikan di SMKN 1 Batui Selatan.
Anwar menegaskan, persoalan administrasi sekolah harus diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia meminta proses penerbitan izin segera ditindaklanjuti agar sekolah dapat beroperasi secara resmi.
“Sekarang kita proses saja, tidak usah terburu-buru, sambil kita urusi semua supaya sesuai prosedur. Tapi kalau bisa, usahakan surat izinnya secepatnya dikeluarkan,” ujar Anwar.
Ia juga menekankan bahwa penyelesaian persoalan sekolah tidak boleh menghambat pendidikan siswa. Setelah sekolah baru siap beroperasi, para siswa tersebut direncanakan kembali menjadi siswa SMKN 1 Batui dengan jurusan yang menyesuaikan program pendidikan yang telah mereka jalani.
Untuk mendukung pembangunan sekolah, Pemprov Sulteng merencanakan dukungan anggaran pada 2027. SMKN 1 Batui ditargetkan dapat beroperasi secara normal pada tahun ajaran baru 2027 setelah persyaratan administrasi dan kebutuhan pendukungnya terpenuhi.
Sementara itu, Dinas Pendidikan terus menyiapkan dokumen untuk melengkapi perizinan operasional, termasuk studi kelayakan dan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN). Lahan untuk pembangunan sekolah tersebut telah dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Penyelesaian perizinan dan pembangunan menjadi tahapan penting agar SMKN 1 Batui dapat beroperasi secara resmi. Pemerintah provinsi berharap proses tersebut berjalan sesuai prosedur sehingga sekolah dapat menjalankan kegiatan belajar mengajar secara normal dan keberlanjutan pendidikan 80 siswa tetap terjaga. (nul)









