- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
- Aktivitas Gempa di Sulteng Menurun, BMKG Catat 282 Kejadian dalam Sepekan
Pencairan Awal Beasiswa Berani Cerdas Dimulai, 267 Mahasiswa Menyusul

Keterangan Gambar : Mahasiswa penerima beasiswa Berani Cerdas. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mulai menyalurkan bantuan pendidikan melalui program Beasiswa Berani Cerdas.
Tahap pertama pencairan telah dilakukan kepada 20 mahasiswa setelah melalui proses verifikasi dan validasi berlapis.
Baca Lainnya :
- Kabar Baik! Warga Kurang Mampu di Sulteng Bisa Berobat Pakai KTP, Tak Perlu Kartu BPJS Lagi
- PT Bintang Delapan Wahana Mangkir dari Panggilan Polisi, YAMMI: Korporasi Tak Tunduk pada Hukum
- 500 Mahasiswa Sulteng Dapat Kabar Baik, Beasiswa Berani Cerdas Cair!
- Gubernur Anwar Hafid Sandang Gelar Tomaoge Tomanasa Ri Tanah Kaili
- Pencarian Dua Nelayan Hilang di Perairan Laulalang Tolitoli Ditutup
Dana bantuan langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima.
Tahap berikutnya menyusul pada Senin (21/7), dengan total 267 mahasiswa dinyatakan lolos validasi oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Proses verifikasi dilakukan oleh lintas instansi, melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), sebelum akhirnya diverifikasi ulang oleh Biro Kesra dan ditetapkan melalui SK Gubernur.
Kepala Biro Kesra Setda Sulteng, Awaludin, menjelaskan bahwa tugas Biro Kesra adalah melakukan validasi dokumen yang telah diverifikasi oleh instansi terkait.
Validasi tersebut bertujuan memastikan keabsahan dokumen, sebelum diterbitkan Surat Keputusan (SK) sebagai dasar pencairan.
“Validasi adalah proses mengunci keabsahan dokumen, baik KTP maupun data kemiskinan. Setelah itu, kami menerbitkan SK Gubernur untuk pengajuan pencairan,” ujar Awaludin.
“Tahap pertama sudah dicairkan ke 20 mahasiswa. Hari ini kami terima lagi 267 data yang sudah diverifikasi. Bila lengkap, kami proses secepatnya, bahkan dalam satu hari,” tambahnya.
Sebelumnya, dari total 500 data mahasiswa yang diserahkan ke biro kesra, sebagian diantaranya dikembalikan karena kelengkapan dokumen belum terpenuhi.
Proses ketat ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan menghindari potensi penyalahgunaan.
Antusiasme mahasiswa penerima turut terlihat.
Siti Nuraisyah, salah satu mahasiswa yang menerima bantuan, mengaku terbantu dengan program ini.
“Saya dari keluarga sederhana. Karena beasiswa ini, saya bisa lanjut kuliah. Alurnya mudah, meski sempat kesulitan saat unggah berkas, tapi kami dibantu oleh Dinas Pendidikan,” ungkapnya.
Senada, Syalsa Nurul Annisa, mahasiswa semester tiga prodi Agroteknologi dengan UKT Rp3 juta, juga menyambut baik program tersebut.
“Sebelumnya saya bayar sendiri. Dengan ini agak terkurangi lah beban. Saya di Prodi Agroteknologi dengan UKT Rp3 Juta,” ucapnya.
Hingga saat ini, dari lebih dari 49 ribu mahasiswa yang lolos seleksi awal, baru sekitar 7.300 yang berhasil mengunggah dokumen lengkap.
Pemerintah daerah mengimbau seluruh peserta segera melengkapi persyaratan agar hak atas beasiswa tidak gugur. (Rul)










