- Kampung Baru Fair Absen Tahun Ini, Lebaran Mandura Tetap Jalan di Masjid Jami
- Packing House Durian di Parimo Resmi Beroperasi, Buka Peluang Ekspor dan Serapan Tenaga Kerja
- Haul Akbar Guru Tua ke-58 di Palu Siap Digelar, Diperkirakan Dihadiri 75 Ribu Jamaah
- MBG Mau Dikurangi Jadi 5 Hari, Purbaya Sebut Bisa Hemat Rp 40 Triliun
- Polresta Palu Soroti Dugaan Teror Penyiraman Air Keras ke Kendaraan Warga di Palu
- Puncak Arus Balik, 2.888 Penumpang Melintas di Pelabuhan Pantoloan
- Fathur Razaq Gelar Halal Bihalal di Jogja untuk Warga Sulteng di Rantau
- Arus Balik Lebaran di Terminal Mamboro Naik 120 Persen, Puncak Terjadi pada H+2
- Dua Remaja Dilaporkan Hilang Saat Mendaki Gunung Dako di Tolitoli
- Aktivis dan Mahasiswa di Sulteng Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
Pencairan Awal Beasiswa Berani Cerdas Dimulai, 267 Mahasiswa Menyusul

Keterangan Gambar : Mahasiswa penerima beasiswa Berani Cerdas. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mulai menyalurkan bantuan pendidikan melalui program Beasiswa Berani Cerdas.
Tahap pertama pencairan telah dilakukan kepada 20 mahasiswa setelah melalui proses verifikasi dan validasi berlapis.
Baca Lainnya :
- Kabar Baik! Warga Kurang Mampu di Sulteng Bisa Berobat Pakai KTP, Tak Perlu Kartu BPJS Lagi
- PT Bintang Delapan Wahana Mangkir dari Panggilan Polisi, YAMMI: Korporasi Tak Tunduk pada Hukum
- 500 Mahasiswa Sulteng Dapat Kabar Baik, Beasiswa Berani Cerdas Cair!
- Gubernur Anwar Hafid Sandang Gelar Tomaoge Tomanasa Ri Tanah Kaili
- Pencarian Dua Nelayan Hilang di Perairan Laulalang Tolitoli Ditutup
Dana bantuan langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima.
Tahap berikutnya menyusul pada Senin (21/7), dengan total 267 mahasiswa dinyatakan lolos validasi oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Proses verifikasi dilakukan oleh lintas instansi, melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), sebelum akhirnya diverifikasi ulang oleh Biro Kesra dan ditetapkan melalui SK Gubernur.
Kepala Biro Kesra Setda Sulteng, Awaludin, menjelaskan bahwa tugas Biro Kesra adalah melakukan validasi dokumen yang telah diverifikasi oleh instansi terkait.
Validasi tersebut bertujuan memastikan keabsahan dokumen, sebelum diterbitkan Surat Keputusan (SK) sebagai dasar pencairan.
“Validasi adalah proses mengunci keabsahan dokumen, baik KTP maupun data kemiskinan. Setelah itu, kami menerbitkan SK Gubernur untuk pengajuan pencairan,” ujar Awaludin.
“Tahap pertama sudah dicairkan ke 20 mahasiswa. Hari ini kami terima lagi 267 data yang sudah diverifikasi. Bila lengkap, kami proses secepatnya, bahkan dalam satu hari,” tambahnya.
Sebelumnya, dari total 500 data mahasiswa yang diserahkan ke biro kesra, sebagian diantaranya dikembalikan karena kelengkapan dokumen belum terpenuhi.
Proses ketat ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan menghindari potensi penyalahgunaan.
Antusiasme mahasiswa penerima turut terlihat.
Siti Nuraisyah, salah satu mahasiswa yang menerima bantuan, mengaku terbantu dengan program ini.
“Saya dari keluarga sederhana. Karena beasiswa ini, saya bisa lanjut kuliah. Alurnya mudah, meski sempat kesulitan saat unggah berkas, tapi kami dibantu oleh Dinas Pendidikan,” ungkapnya.
Senada, Syalsa Nurul Annisa, mahasiswa semester tiga prodi Agroteknologi dengan UKT Rp3 juta, juga menyambut baik program tersebut.
“Sebelumnya saya bayar sendiri. Dengan ini agak terkurangi lah beban. Saya di Prodi Agroteknologi dengan UKT Rp3 Juta,” ucapnya.
Hingga saat ini, dari lebih dari 49 ribu mahasiswa yang lolos seleksi awal, baru sekitar 7.300 yang berhasil mengunggah dokumen lengkap.
Pemerintah daerah mengimbau seluruh peserta segera melengkapi persyaratan agar hak atas beasiswa tidak gugur. (Rul)










