- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
- Pemerintah Kaji Skema Haji Tanpa Antrean ala War Tiket, Siapa Cepat Dia Berangkat
Permintaan Bahan Pokok Naik Jelang Ramadan, DPKP Gelar Gerakan Pangan Murah
.jpg)
Keterangan Gambar : Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar di Jl Diponegoro, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Kamis (12/2/2026). (Foto : Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Permintaan bahan pangan di Kota Palu mulai meningkat menjelang Ramadan.
Kondisi ini mendorong digelarnya Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai salah satu upaya menjaga ketersediaan dan harga kebutuhan pokok di pasaran.
Baca Lainnya :
- Mulai 13 Februari, Kontainer Tak Lagi Diizinkan Masuk Kota Palu
- Jumlah Penduduk Sulteng Tembus 3,15 Juta Jiwa pada 2025
- Korsleting Listrik Dominasi Kasus Kebakaran di Palu, Damkar Catat 15 Kejadian Hingga 10 Januari
- Resmi! ASN dan Karyawan Swasta Bisa WFA Selama Libur Lebaran 2026, Berlaku 16–17 dan 25–27 Maret
- Uji Cepat Formalin di Pasar Manonda Palu, Sampel Ikan Dinyatakan Aman Konsumsi
Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Rahmat Mustafa, menyebut kegiatan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi pengendalian inflasi.
“Jadi Gerakan Pangan Murah (GPM) ini merupakan hasil dari high level meeting dalam rangka pengendalian inflasi di Kota Palu menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri,” ujar Rahmat kepada media ini usai membuka GPM di Jl Diponegoro, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Kamis (12/2/2026) pagi.
Ia mengatakan, kegiatan itu merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, sekaligus menekan potensi lonjakan inflasi, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu, Lukman, mengakui adanya peningkatan kebutuhan bahan pangan jelang Ramadan, terutama karena tradisi syukuran masyarakat.
“Kalau kita melihat hari ini menjelang Ramadan permintaan bahan pangan itu meningkat untuk kebutuhan masyarakat kota palu yang memiliki tradisi syukuran menjelang Ramadan,” ujarnya.
Menurut dia, kenaikan permintaan tersebut perlu direspons dengan penyediaan pasokan tambahan di lapangan.
“Maka itu kami hadir secara real untuk membantu menyediakan kebutuhan tersebut,” ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas disediakan, mulai dari beras, telur, minyak goreng, gula pasir, bawang, daging, ayam hingga ikan laut dan ikan air tawar.
Lukman menjelaskan, penyediaan ikan air tawar menjadi alternatif di tengah fluktuasi harga ikan laut akibat faktor musim.
“Apa yang kami siapkan adalah ikan laut, karena kita identik suka dengan ikan laut, karena harganya fluktuatif akibat musim ketersediaan dan musim, kami juga menyediakan ikan air tawar juga untuk menjadi solusi alternatif,” jelasnya.
Ia juga memastikan daging dan ayam yang dijual dalam kondisi segar dan telah melalui proses penyembelihan bersertifikat halal.
“Ada juga daging dan ayam yang segar yang sudah memiliki sertifikat juru sembelih halal yang disembelih pagi tadi,” katanya.
Adapun mitra yang dilibatkan dalam kegiatan ini terdiri dari nelayan, pembudidaya, dan peternak lokal.
Rencananya, agenda serupa akan kembali digelar pada pertengahan Ramadan.
“Setidaknya kedepan kami hadir 1 bulan sebanyak dua kali dengan melibatkan mitra kami,” ujar Lukman.
Dalam GPM tersebut, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga di bawah harga pasar. Di antaranya, telur ayam biasa dibanderol Rp45 ribu per rak dengan total 250 rak yang disiapkan. Telur omega dijual Rp65 ribu per rak dengan ketersediaan 60 rak.
Beras premium dijual Rp67 ribu per 5 kilogram dengan total stok mencapai 1 ton. Minyak goreng dipatok Rp30 ribu per 2 liter dan tersedia sebanyak 250 kantong. Sementara itu, gula pasir dijual Rp12.500 per kilogram dengan stok 200 kilogram.
Komoditas lainnya meliputi bawang merah seharga Rp35 ribu per kilogram dengan stok 350 kilogram, bawang putih Rp32 ribu per kilogram sebanyak 70 kilogram, ayam Rp45 ribu per ekor dengan 150 ekor tersedia, serta daging sapi Rp125 ribu per kilogram dengan stok 80 kilogram.
Selain itu, tersedia ikan batu seharga Rp30 ribu per kilogram dengan stok 35 kilogram, serta ikan katombo yang dijual Rp26 ribu per kilogram. (Rul/Nl)










