- Karyawan Kafe di Palu Ditemukan Tewas Terjepit di Lift Barang, Jenazah Dipulangkan ke Tada
- KONI Sulteng Mulai Matangkan Persiapan Hadapi PON Pantai 2026
- Skema Bansos Berubah! Mulai 2027, Penerima Bakal Dapat Transfer Tunai
- Penerbangan Bandara IMIP ke Palu Resmi Beroperasi, Waktu Tempuh Hanya 45 Menit
- Ratusan PPPK Nakes Sulteng Minta Kepastian Status, Gubernur Langsung Hubungi Wamenkes
- Pertamina Minta Maaf, Rencana Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli BBM Subsidi Dibatalkan
- 318 Kebakaran Terjadi di Palu hingga Agustus 2026, Mantikulore Tertinggi
- Mulai 15 September, Isi Biosolar di Sejumlah SPBU Wajib Bawa STNK
- Siap-Siap! Harga Tiket Pesawat Bisa Makin Mahal, Ini Aturan Baru Kemenhub
- Piala Soeratin Sulteng Resmi Bergulir, Gubernur Dorong Pembinaan Berjenjang Menuju PON 2028
Uji Cepat Formalin di Pasar Manonda Palu, Sampel Ikan Dinyatakan Aman Konsumsi

Keterangan Gambar : Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah memastikan ikan yang dijual di Pasar Ikan Pasar Tradisional Inpres Manonda, Kota Palu, Senin (9/2/2026). (Foto : Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah memastikan ikan yang dijual di Pasar Ikan Pasar Tradisional Inpres Manonda, Kota Palu, aman untuk dikonsumsi setelah dilakukan pengujian cepat kandungan formalin langsung di lokasi pasar.
Pengujian dilakukan dengan metode uji cepat (rapid test) menggunakan pengambilan sampel ikan segar yang kemudian dites di tempat.
Baca Lainnya :
- Didampingi KONI, Gubernur Sulteng Serahkan Bonus untuk Atlet Peraih Medali SEA Games 2025
- BPJN Sulteng: Jembatan Palu IV dan Elevated Road Tak Diperuntukkan Bagi Pejalan Kaki hingga Pesepeda
- Uji Coba Lalu Lintas Jembatan Palu IV Digelar, Evaluasi Simpang Jadi Perhatian
- Jelang Ramadan, Satgas Sapu Bersih Temukan Minyak Kita Dijual di Atas HET di Pasar Palu
- Warga Palu yang Punya Kerja Makin Banyak, Bertambah 3.088 Orang
Metode ini digunakan untuk mendeteksi secara langsung adanya kandungan formalin atau bahan berbahaya lain pada produk pangan segar.
Kepala UPT Pengembangan Sertifikasi Mutu Keamanan Pangan Dinas Pangan Sulawesi Tengah, Chusnarni Widyawati, mengatakan pengambilan sampel dilakukan terhadap sejumlah jenis ikan yang umum dikonsumsi masyarakat.
“Alhamdulillah tadi kami sudah mengambil sampel di pasar ikan,” ujar Chusnarni kepada awak media di Pasar Inpres Manonda Palu, Senin (9/2/2026) siang.
Ia menjelaskan, dari hasil pengujian yang dilakukan, seluruh sampel ikan yang diperiksa menunjukkan hasil negatif formalin dan berada di bawah ambang batas yang ditetapkan.
“Beberapa yang kami ambil itu alhamdulillah yang kami temukan tadi semuanya negatif. Semuanya di bawah ambang batas, sehingga sehat untuk dikonsumsi oleh masyarakat,” katanya.
Chusnarni menyebutkan, jenis ikan yang diuji di antaranya ikan bandeng, ikan lajang, dan ikan katombo.
Selain ikan, pengujian juga menyasar bahan pangan lain yang dijual di pasar.
“Ikan bandeng sama ikan lajang dan katombo. Iya, sama ayam dan daging,” ucapnya.
Ia menambahkan, pengujian keamanan pangan akan kembali dilakukan menjelang Ramadan sebagai upaya memastikan bahan pangan yang beredar tetap aman dan layak konsumsi.
“Insya Allah H-2 ini sebelum Ramadan kami akan turun sama-sama untuk mengecek untuk ikan dan lain-lain,” kata Chusnarni.
Dinas Pangan Sulawesi Tengah mengimbau masyarakat untuk tetap memilih bahan pangan yang segar dan layak konsumsi, serta tidak ragu melaporkan apabila menemukan indikasi penggunaan bahan berbahaya pada produk pangan yang dijual di pasar. (Rul/Nl)










