- Karyawan Kafe di Palu Ditemukan Tewas Terjepit di Lift Barang, Jenazah Dipulangkan ke Tada
- KONI Sulteng Mulai Matangkan Persiapan Hadapi PON Pantai 2026
- Skema Bansos Berubah! Mulai 2027, Penerima Bakal Dapat Transfer Tunai
- Penerbangan Bandara IMIP ke Palu Resmi Beroperasi, Waktu Tempuh Hanya 45 Menit
- Ratusan PPPK Nakes Sulteng Minta Kepastian Status, Gubernur Langsung Hubungi Wamenkes
- Pertamina Minta Maaf, Rencana Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli BBM Subsidi Dibatalkan
- 318 Kebakaran Terjadi di Palu hingga Agustus 2026, Mantikulore Tertinggi
- Mulai 15 September, Isi Biosolar di Sejumlah SPBU Wajib Bawa STNK
- Siap-Siap! Harga Tiket Pesawat Bisa Makin Mahal, Ini Aturan Baru Kemenhub
- Piala Soeratin Sulteng Resmi Bergulir, Gubernur Dorong Pembinaan Berjenjang Menuju PON 2028
Pertamina Blokir 394 Ribu Nopol, Kendaraan Nakal Tak Bisa Isi BBM Subsidi

Keterangan Gambar : Ilustrasi pengisian bahan bakar minyak (BBM). (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Jakarta - Pertamina Patra Niaga mengambil langkah tegas dengan memblokir 394 ribu nomor polisi (nopol) kendaraan yang kedapatan melakukan kecurangan dalam pembelian BBM subsidi. Pemblokiran ini membuat kendaraan tersebut tidak lagi bisa mengisi BBM bersubsidi di seluruh SPBU.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, menuturkan, pihaknya terus melakukan penguatan sistem pengawasan dan digitalisasi demi memastikan penyaluran subsidi berjalan lebih tepat sasaran.
Baca Lainnya :
- Kemenkes Bakal Ubah Rujukan BPJS, Pasien Tak Perlu Lagi Bolak-balik RS
- Hacked by Mr.X
- Bea Balik Nama Kendaraan Bekas Dihapus, Pembeli Kini Tak Perlu Bayar BBNKB
- Hujan Deras dan Angin Kencang Masih Akan Terjadi Sepekan ke Depan, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada
- Marsinah hingga Soeharto, Nama-nama Ini Kini Resmi Jadi Pahlawan Nasional
“Program-program strategis yang terus kita dorong selama tahun 2025 antara lain program subsidi tepat baik untuk sektor BBM maupun sektor LPG,” katanya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR, Senin (17/11/2025).
Melalui sistem Subsidi Tepat, Pertamina berhasil mengidentifikasi ribuan kendaraan yang terindikasi melakukan fraud.
Data tersebut kemudian digunakan untuk memblokir akses pembelian BBM subsidi demi mencegah penyalahgunaan berulang.
Selain memblokir kendaraan pelanggar, Pertamina juga melakukan pembinaan terhadap 544 SPBU sepanjang 2025 sebagai bagian dari pengawasan lapangan yang lebih komprehensif.
“Selain itu dari sisi pengawasan sistem subsidi tepat ini telah melakukan identifikasi fraud terhadap 394 ribu nomor kendaraan yang telah kita blokir untuk antisipasi maupun mitigasi adanya penyalahgunaan BBM di SPBU,” ujar Mars Ega.
Dari sisi penjualan, Pertamina Patra Niaga mencatat volume 87 juta kiloliter hingga Oktober 2025, dengan 41 persen di antaranya merupakan produk nonsubsidi. (Nul/Nl)










