Produksi Perikanan Sulteng Naik, Capai 658 Ribu Ton pada 2025

By Inul Irfani 11 Sep 2026, 13:19:30 WIB Daerah
Produksi Perikanan Sulteng Naik, Capai 658 Ribu Ton pada 2025

Keterangan Gambar : Konferensi pers program Berani Sejahtera yang digelar Dinas Kominfosantika Sulteng, Kamis (10/9/2026). (Foto: Gilang/Likeindonesia.com)


Likeindonesia.com, PALU – Produksi perikanan Sulawesi Tengah meningkat pada 2025 dengan total mencapai 658.451,80 ton, yang berasal dari perikanan tangkap dan budidaya.


Produksi tersebut terdiri atas 328.393,08 ton perikanan tangkap dan 330.058,72 ton perikanan budidaya. Angka produksi budidaya tersebut masih bersifat sementara.

Baca Lainnya :


Pada sektor perikanan tangkap, produksi meningkat sekitar 20,8 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 271.865,95 ton.


Kepala Bidang Budidaya dan Pengolahan, Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, Moh. Syafar DB, mengatakan peningkatan produksi menjadi bagian dari perkembangan sektor kelautan dan perikanan di Sulawesi Tengah.


“Berdasarkan data program dan capaian Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah, total anggaran yang disiapkan untuk sejumlah program kelautan dan perikanan mencapai Rp33,73 miliar,” kata Syafar dalam konferensi pers program Berani Sejahtera yang digelar Dinas Kominfosantika Sulteng, Kamis (10/9/2026).


Anggaran tersebut dialokasikan untuk lima kelompok utama, yakni Rp7,62 miliar untuk infrastruktur pelabuhan, Rp15,46 miliar untuk sarana produksi perikanan tangkap, Rp5,16 miliar untuk sarana produksi budidaya dan pengolahan serta pemasaran hasil perikanan, Rp1,85 miliar untuk pengelolaan ruang laut, dan Rp3,64 miliar untuk pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan.


Dari sektor perikanan tangkap, Kabupaten Donggala menjadi daerah dengan produksi tertinggi pada 2025, yakni mencapai 80.180,70 ton.


Selanjutnya, Morowali mencatat produksi 40.225,30 ton, Banggai Laut 37.438,88 ton, Parigi Moutong 31.534,10 ton, dan Banggai 29.240,50 ton.


Sementara itu, produksi perikanan budidaya tertinggi berasal dari Kabupaten Banggai Kepulauan dengan total mencapai 242.639,99 ton.


Berikutnya, Banggai Laut mencatat 21.915,83 ton, Parigi Moutong 19.945,35 ton, Donggala 14.771,99 ton, dan Tojo Una-Una 8.921,54 ton.


Selain mendorong peningkatan produksi, program kelautan dan perikanan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya, mengelola ruang laut, serta memperkuat pengawasan terhadap pelaku usaha. (nul)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.