- Di Tengah Tekanan Inflasi, 5.000 Paket Sembako Disalurkan untuk Keluarga Desil 1-4 di Morowali Utara
- Muhammadiyah Terbitkan Maklumat Hadapi Kemarau dan Karhutla, Serukan Salat Istisqa hingga Muhasabah
- 8 Tahun Dikira Meninggal akibat Tsunami Palu, Jumaidin Tiba-tiba Pulang ke Kampung di Tojo Una-Una
- Tips Memilih Restoran untuk Makan Bersama Saat di Pusat Perbelanjaan
- Dua Hari Tak Berangkat Kerja, Perempuan 29 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Tondo
- Jemaah Haji Sulteng Diusulkan Tak Lagi Menginap di Balikpapan pada 2027
- Hampir 4 Ribu Orang di Sulteng Tercatat Positif HIV, Hanya 57 Persen Jalani Pengobatan
- Jaga Kelestarian Ikan Endemik, DKP Sulteng Minta Penebaran Nila di Danau Poso Dievaluasi
- Awal Musim Hujan di Indonesia Tak Serentak, Sulteng Masuk Daerah yang Mulai Hujan Oktober
- Sulteng Jadi Tuan Rumah Tanwir Muhammadiyah, Presiden Prabowo Diagendakan Hadir
Rute Palu-Tiongkok Dibahas, ICECC Siap Buka Penerbangan Internasional ke Bandara SIS Al-Jufri

Keterangan Gambar : Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menerima audiensi dari PT Indonesia China Economic Cooperation Chamber (ICECC) yang dipimpin oleh Zhang Zhixiang, di kediamannya, Senin (24/11/2025). (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menerima audiensi dari PT Indonesia China Economic Cooperation Chamber (ICECC) yang dipimpin oleh Zhang Zhixiang, di kediamannya, Senin (24/11/2025).
Pertemuan tersebut berfokus pada pembahasan peluang investasi dan penjajakan pembukaan rute penerbangan internasional langsung dari beberapa kota di Tiongkok menuju Palu melalui Bandara Mutiara SIS Al-Jufri.
Baca Lainnya :
- Ratusan Warga Antre Panjang di Kantor Pos Palu untuk Pencairan BLTS
- Disambut Adat Cakalele, Ketua KONI Fathur Razaq Resmi Buka KONI Sulteng Cup 2025
- Palu Masuk Enam Besar Nasional Pengelolaan Sampah, Satu-satunya dari Sulawesi
- Kuota Turun Jadi 1.753, Jumlah Kloter Haji Sulteng 2026 Ikut Terpangkas
- Pecatur Berprestasi Nasional Turun di Turnamen Lokal, Rhezki Pratama Curi Perhatian di Piala Salumbo
Dalam pertemuan itu, Zhang Zhixiang menjelaskan bahwa ICECC telah merencanakan pengembangan konektivitas udara antara Sulawesi Tengah dan Tiongkok sejak beberapa tahun lalu. Rencana tersebut bertujuan untuk mendukung mobilitas industri dan kerja sama ekonomi, meskipun sempat tertunda akibat pandemi.
“Tingginya aktivitas industri di kawasan Morowali dan sekitarnya menciptakan kebutuhan mobilitas yang lebih efisien,” ujar Zhang.
Ia menilai Palu memiliki posisi strategis untuk menjadi pintu masuk internasional karena keberadaan bandara yang representatif serta jaraknya yang relatif dekat dengan kawasan industri. Menurutnya, penerbangan langsung akan mempercepat arus penumpang dan logistik, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah.
Selain itu, Zhang juga menyatakan kesiapan pihaknya untuk membantu mempromosikan potensi Sulawesi Tengah kepada investor di Tiongkok melalui kantor mereka di Shanghai, serta memfasilitasi promosi daerah dan memperkuat jejaring kerja sama ekonomi kedua wilayah.
Gubernur Anwar Hafid menyambut baik rencana tersebut dan menegaskan bahwa pemerintah provinsi terbuka terhadap kemitraan strategis yang dapat mendukung percepatan pembangunan.
Kata dia, sejumlah maskapai dari Tiongkok telah menunjukkan ketertarikan untuk menjajaki rute langsung ke Palu.
Saat ini, Pemerintah Daerah sedang melakukan koordinasi teknis dengan otoritas terkait untuk memperkuat kesiapan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri dalam melayani penerbangan internasional.
Gubernur meyakini bahwa pembukaan rute udara internasional akan memberi dampak luas bagi Sulawesi Tengah, baik bagi sektor industri, pariwisata, maupun jasa.
“Palu berpotensi besar untuk berkembang sebagai pusat layanan perjalanan internasional di kawasan Indonesia Timur,” katanya.
Menutup pertemuan, Gubernur Anwar menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk menjadikan Sulawesi Tengah sebagai daerah yang ramah investasi dan siap bekerja sama dengan semua pihak yang berkontribusi pada pembangunan daerah.
Zhang Zhixiang berharap komunikasi antara kedua pihak dapat terus diperkuat untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan regulasi yang diperlukan. (BIM)










