TVRI Resmi Memiliki Hak Siar Piala Dunia 2026, Semua Laga Bisa Ditonton Gratis

By Inul Irfani 30 Des 2025, 13:20:12 WIB Nasional
TVRI Resmi Memiliki Hak Siar Piala Dunia 2026, Semua Laga Bisa Ditonton Gratis

Keterangan Gambar : TVRI menggelar konferensi pers terkait hak siar Piala Dunia 2026 di lobi GPO LPP TVRI, Jakarta, Senin (29/12/2025). (Foto: Youtube TVRI Nasional/Tangkapan layar)


Likeindonesia.com, Jakarta - TVRI resmi memiliki hak siar Piala Dunia 2026 di Indonesia. Seluruh pertandingan ajang sepak bola dunia tersebut dapat ditonton masyarakat secara gratis melalui siaran TVRI. Kepastian ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di lobi GPO LPP TVRI, Jakarta, Senin (29/12/2025).


Direktur Utama LPP TVRI, Iman Brotoseno, mengatakan seluruh laga Piala Dunia 2026 akan disiarkan secara terestrial atau free to air (FTA) sehingga dapat diakses gratis oleh masyarakat. Seluruh pertandingan akan ditayangkan melalui kanal TVRI Nasional dan TVRI Sport.

Baca Lainnya :


“Piala Dunia 2026 melalui TVRI dihadirkan untuk seluruh rakyat Indonesia dengan akses yang inklusif. Ini sesuai arahan Presiden Republik Indonesia agar TVRI memberikan hiburan bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam momen kegembiraan Piala Dunia,” kata Iman.


TVRI akan menayangkan total 104 pertandingan Piala Dunia 2026, mulai dari babak penyisihan grup hingga partai final. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung selama 39 hari, dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dengan jam tayang sekitar pukul 23.00 WIB hingga 01.00 WIB, disiarkan secara back to back atau simultan.


Iman menjelaskan, proses memperoleh hak siar Piala Dunia 2026 tidaklah mudah dan melalui tahapan panjang. Namun, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen TVRI dalam menjalankan fungsi pelayanan publik.


“Proses untuk memperoleh hak siar Piala Dunia 2026 oleh TVRI tentu tidak mudah dan melalui tahapan panjang, namun seluruh persiapan tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen TVRI dalam menjalankan fungsi pelayanan publik,” ujarnya.


Selain siaran langsung, TVRI juga akan menayangkan pertandingan dalam format live delay dan tayangan ulang selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Untuk platform lain atau layanan over the top (OTT), ketersediaan siaran akan bergantung pada kebijakan operator pihak ketiga.


Pemerintah juga berencana menginisiasi kegiatan nonton bersama di berbagai daerah sebagai upaya memperluas akses hiburan publik sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku UMKM. (Nul)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.