- Ingin Lepas Status WNI? Kini Dikenai Biaya Rp5 Juta Berdasarkan PP Terbaru
- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
Unik! Agar Tak Main HP Melulu, Siswa SD di Wonosobo Dapat Seekor Domba dari Pemkab

Keterangan Gambar : Domba lokal khas Wonosobo yang disebut Dombos. (Foto: dombosserver.farm/Instagram)
Likeindonesia.com, JATENG - Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, punya cara unik untuk mendidik anak-anak agar tidak terlalu sering bermain ponsel. Melalui program yang diberi nama “beasiswa domba”, siswa SD di daerah tersebut akan mendapatkan seekor domba untuk dipelihara sebagai bentuk tabungan pendidikan sekaligus latihan tanggung jawab.
Sekretaris Daerah Pemkab Wonosobo, One Andang Wardoyo, menjelaskan bahwa ide ini muncul karena kekhawatiran terhadap kebiasaan anak-anak yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dibanding aktivitas produktif.
Baca Lainnya :
- Resmi Berlaku! Pemerintah Turunkan Harga Pupuk 20 Persen, Urea Jadi Rp 1.800 per Kg
- Indonesia Bakal Punya Kampung Haji Pertama di Mekkah, Arab Saudi Izinkan Tanah untuk Negara Asing
- Cuma Sampai Akhir Oktober, Ada Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya Listrik
- MK Putuskan Masyarakat Adat Bisa Buka Lahan Berkebun di Hutan Tanpa Izin ke Pemerintah
- Mulai 2026, Pesawat di Indonesia Bakal Terbang Pakai Bahan Bakar dari Minyak Jelantah
“Saya minta buat video yang mengedukasi anak-anak. Juga dirancang beasiswa tapi dimodali kambing. Misalnya, siswa kelas 5 SD atau SMP akan mendapat satu kambing sebagai bentuk tabungan pendidikan biar tidak hanya bermain tapi punya tanggung jawab belajar berternak,” ujar Andang, Minggu (19/10/2025), dikutip dari Tribunnews.com.
Program ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kembali minat beternak di kalangan generasi muda, seiring meningkatnya popularitas domba lokal khas Wonosobo (Dombos).
Dombos merupakan hasil persilangan antara domba Texel asal Belanda dengan domba lokal seperti Domba Ekor Tipis dan Domba Ekor Gemuk. Domba ini dikenal memiliki daging yang empuk, bulu lebat, dan telah ditetapkan sebagai salah satu rumpun ternak lokal Indonesia.
Menurut Andang, langkah ini penting agar pengembangan Dombos tidak berhenti pada kegiatan kontes atau hobi semata, melainkan menjadi bagian dari agrobisnis bernilai ekonomi tinggi.
“Informasi dari Dinas Pertanian, hampir seluruh kecamatan sudah ada Dombos,” tambahnya.
Program beasiswa domba ini menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat peternak di Wonosobo. Inisiatif tersebut diharapkan tidak hanya mendukung sektor ekonomi lokal, tetapi juga membantu mengalihkan perhatian pelajar dari penggunaan ponsel yang berlebihan, sekaligus menumbuhkan tanggung jawab serta minat beternak sejak usia dini. (Nul/Nl)










