- 8 Tahun Dikira Meninggal akibat Tsunami Palu, Jumaidin Tiba-tiba Pulang ke Kampung di Tojo Una-Una
- Tips Memilih Restoran untuk Makan Bersama Saat di Pusat Perbelanjaan
- Dua Hari Tak Berangkat Kerja, Perempuan 29 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Tondo
- Jemaah Haji Sulteng Diusulkan Tak Lagi Menginap di Balikpapan pada 2027
- Hampir 4 Ribu Orang di Sulteng Tercatat Positif HIV, Hanya 57 Persen Jalani Pengobatan
- Jaga Kelestarian Ikan Endemik, DKP Sulteng Minta Penebaran Nila di Danau Poso Dievaluasi
- Awal Musim Hujan di Indonesia Tak Serentak, Sulteng Masuk Daerah yang Mulai Hujan Oktober
- Sulteng Jadi Tuan Rumah Tanwir Muhammadiyah, Presiden Prabowo Diagendakan Hadir
- Muhammadiyah Tekankan Karhutla Tak Boleh Dinormalisasi sebagai Bencana Tahunan
- Festival Tende Ditunda, Rencana Tabligh Akbar sebagai Pengganti Disambut Baik Wamenag
Unik! Agar Tak Main HP Melulu, Siswa SD di Wonosobo Dapat Seekor Domba dari Pemkab

Keterangan Gambar : Domba lokal khas Wonosobo yang disebut Dombos. (Foto: dombosserver.farm/Instagram)
Likeindonesia.com, JATENG - Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, punya cara unik untuk mendidik anak-anak agar tidak terlalu sering bermain ponsel. Melalui program yang diberi nama “beasiswa domba”, siswa SD di daerah tersebut akan mendapatkan seekor domba untuk dipelihara sebagai bentuk tabungan pendidikan sekaligus latihan tanggung jawab.
Sekretaris Daerah Pemkab Wonosobo, One Andang Wardoyo, menjelaskan bahwa ide ini muncul karena kekhawatiran terhadap kebiasaan anak-anak yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dibanding aktivitas produktif.
Baca Lainnya :
- Resmi Berlaku! Pemerintah Turunkan Harga Pupuk 20 Persen, Urea Jadi Rp 1.800 per Kg
- Indonesia Bakal Punya Kampung Haji Pertama di Mekkah, Arab Saudi Izinkan Tanah untuk Negara Asing
- Cuma Sampai Akhir Oktober, Ada Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya Listrik
- MK Putuskan Masyarakat Adat Bisa Buka Lahan Berkebun di Hutan Tanpa Izin ke Pemerintah
- Mulai 2026, Pesawat di Indonesia Bakal Terbang Pakai Bahan Bakar dari Minyak Jelantah
“Saya minta buat video yang mengedukasi anak-anak. Juga dirancang beasiswa tapi dimodali kambing. Misalnya, siswa kelas 5 SD atau SMP akan mendapat satu kambing sebagai bentuk tabungan pendidikan biar tidak hanya bermain tapi punya tanggung jawab belajar berternak,” ujar Andang, Minggu (19/10/2025), dikutip dari Tribunnews.com.
Program ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kembali minat beternak di kalangan generasi muda, seiring meningkatnya popularitas domba lokal khas Wonosobo (Dombos).
Dombos merupakan hasil persilangan antara domba Texel asal Belanda dengan domba lokal seperti Domba Ekor Tipis dan Domba Ekor Gemuk. Domba ini dikenal memiliki daging yang empuk, bulu lebat, dan telah ditetapkan sebagai salah satu rumpun ternak lokal Indonesia.
Menurut Andang, langkah ini penting agar pengembangan Dombos tidak berhenti pada kegiatan kontes atau hobi semata, melainkan menjadi bagian dari agrobisnis bernilai ekonomi tinggi.
“Informasi dari Dinas Pertanian, hampir seluruh kecamatan sudah ada Dombos,” tambahnya.
Program beasiswa domba ini menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat peternak di Wonosobo. Inisiatif tersebut diharapkan tidak hanya mendukung sektor ekonomi lokal, tetapi juga membantu mengalihkan perhatian pelajar dari penggunaan ponsel yang berlebihan, sekaligus menumbuhkan tanggung jawab serta minat beternak sejak usia dini. (Nul/Nl)










