- Karyawan Kafe di Palu Ditemukan Tewas Terjepit di Lift Barang, Jenazah Dipulangkan ke Tada
- KONI Sulteng Mulai Matangkan Persiapan Hadapi PON Pantai 2026
- Skema Bansos Berubah! Mulai 2027, Penerima Bakal Dapat Transfer Tunai
- Penerbangan Bandara IMIP ke Palu Resmi Beroperasi, Waktu Tempuh Hanya 45 Menit
- Ratusan PPPK Nakes Sulteng Minta Kepastian Status, Gubernur Langsung Hubungi Wamenkes
- Pertamina Minta Maaf, Rencana Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli BBM Subsidi Dibatalkan
- 318 Kebakaran Terjadi di Palu hingga Agustus 2026, Mantikulore Tertinggi
- Mulai 15 September, Isi Biosolar di Sejumlah SPBU Wajib Bawa STNK
- Siap-Siap! Harga Tiket Pesawat Bisa Makin Mahal, Ini Aturan Baru Kemenhub
- Piala Soeratin Sulteng Resmi Bergulir, Gubernur Dorong Pembinaan Berjenjang Menuju PON 2028
Warga Binaan Sulawesi Tengah Tampilkan Karya di Panggung Nasional IPPA Fest 2025

Keterangan Gambar : Karya-karya warga binaan pemasyarakatan asal Sulawesi Tengah IPPA Fest 2025 yang dibuka di Aloha Pasir Putih PIK 2, Jakarta, Jumat (8/8/2025). (Foto : Humas Kanwil Ditjenpas Sulteng)
Likeindonesia.com, Jakarta – Karya-karya warga binaan pemasyarakatan asal Sulawesi Tengah turut mewarnai gelaran Indonesian Prison Product and Art Festival (IPPA Fest) 2025 yang dibuka di Aloha Pasir Putih PIK 2, Jakarta, Jumat (8/8/2025).
Festival tahunan berskala nasional ini menjadi ajang unjuk kreativitas warga binaan dari seluruh Indonesia, mulai dari kerajinan tangan, seni, hingga produk UMKM.
Baca Lainnya :
- 58 Perenang Bentangkan Merah Putih di Atol Donggala, Renang 2,5 Km hingga Pusat Laut
- Menuju Kemandirian Energi, Gubernur Bahas Pembangunan PLTA di Gumbasa
- Beras Kabur ke Daerah Tetangga, Wagub: Ini Anomali, Segera Tertibkan!
- Kunjungi TPA Kawatuna, Paskibraka Kota Palu Telusuri Perjalanan Sampah
- Batik Banava Khas Sulteng Tampil di Panggung Jogja Fashion Week 2025
Tahun ini, IPPA Fest mengusung tema "Merdeka Berkreativitas Walau Tempat Terbatas" sebagai pesan bahwa keterbatasan ruang tidak membatasi lahirnya karya berkualitas.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, hadir langsung bersama jajaran kepala UPT pemasyarakatan se-Sulteng untuk memastikan produk buatan warga binaan daerah mendapat ruang apresiasi.
“IPPA Fest ini membuktikan bahwa keterbatasan ruang bukanlah batas bagi kreativitas. Warga binaan kita punya potensi luar biasa, dan tugas kita memastikan karya mereka bisa dilihat, diapresiasi, serta bernilai ekonomi,” ujar Bagus.
Produk yang dikirimkan Ditjenpas Sulteng beragam, mulai dari kerajinan tangan hingga olahan pangan, yang seluruhnya dibuat dengan standar mutu untuk bersaing di pasar.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menilai IPPA Fest tidak hanya sebagai sarana promosi dan edukasi publik, tetapi juga bagian dari pembinaan kemandirian dan kepribadian warga binaan.
Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menyebut festival ini sebagai simbol semangat perubahan.
“IPPA Fest bukan sekadar selebrasi, tetapi jendela peradaban. Di balik tembok tinggi lapas, tumbuh keterampilan, semangat, dan tekad untuk berubah,” ujarnya saat membuka acara.
Melalui partisipasi di IPPA Fest 2025, pemasyarakatan Sulawesi Tengah berharap publik semakin melihat bahwa lapas bukan hanya tempat pembatasan kebebasan, tetapi juga ruang pembinaan menuju masa depan yang lebih baik. (Rul)










