- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Beras Kabur ke Daerah Tetangga, Wagub: Ini Anomali, Segera Tertibkan!

Keterangan Gambar : Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, saat memberikan arahan dalam pertemuan di Aula Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulteng, Kamis (7/8/2025). (Foto: IST)
Likeindonesia.com, PALU – Gejolak harga beras yang terus melambung dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian serius, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido memberikan tanggapan tegas.
Ia langsung menginstruksikan percepatan berbagai langkah stabilisasi demi menekan inflasi yang mulai membebani masyarakat.
Baca Lainnya :
- Kunjungi TPA Kawatuna, Paskibraka Kota Palu Telusuri Perjalanan Sampah
- Batik Banava Khas Sulteng Tampil di Panggung Jogja Fashion Week 2025
- Penataan Jalan Prof. Moh. Yamin di Palu, Kabel dan Baliho Akan Ditertibkan
- Jalan Rusak di Dusun Kompanga, Warga Desak Tanggung Jawab PT. PAU dan Pemprov Sulteng
- Cemburu Karena Warung Ramai Sopir, Suami di Mamboro Nekat Bakar Istri
Beras diketahui menjadi penyumbang utama inflasi di Sulteng sejak Mei, bersama komoditas lain seperti cabai, tomat, dan ikan. Namun, lonjakan harga beras dinilai paling berdampak karena menyentuh kebutuhan pokok sehari-hari warga.
"Saya tidak pernah tawar menawar kalau inflasi karena dampaknya langsung kepada rakyat," tegas Wakil Gubernur saat memberikan arahan dalam pertemuan di Aula Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulteng, Kamis (7/8/2025).
Menurutnya, salah satu pemicu utama krisis beras di wilayah sendiri adalah fenomena 'migrasi' atau aliran beras dari Sulteng ke daerah tetangga seperti Gorontalo dan Sulawesi Utara. Hal ini terjadi karena produsen lebih memilih menjual ke luar daerah yang menawarkan harga lebih tinggi.
Ironisnya, kondisi tersebut berlangsung di tengah musim panen raya. Wagub menyebut situasi ini sebagai anomali, di mana daerah lumbung beras justru mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan masyarakat lokal.
Wagub Reny pun menegaskan perlunya sinergi Forkopimda dan seluruh perangkat daerah untuk menertibkan distribusi beras, termasuk mempercepat distribusi bantuan pangan dan memperbanyak pasar murah. Hal ini dianggap penting untuk menjaga stabilitas pasokan di tengah tingginya permintaan.
"Kalau tidak bisa kita tertibkan kasihan masyarakat kita yang mau beli beras," imbuhnya. Ia menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan beras di dalam daerah harus menjadi prioritas utama pemerintah.
Ia juga menginstruksikan kepada pihak terkait, termasuk Bulog, untuk segera mempercepat penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), khususnya yang diperuntukkan bagi pasar murah.
"Tolong SPHP cepat didistribusikan," harapnya agar harga beras di pasar lokal bisa kembali normal dalam waktu dekat.
Sementara itu, perwakilan Bank Indonesia Sulteng yang turut hadir menyarankan perlunya kehadiran offtaker atau pembeli besar yang mampu menyerap hasil panen dengan harga bersaing, guna mencegah beras lokal terserap ke luar daerah sebagaimana yang terjadi saat ini. (Bim)










