- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Banjir hingga Longsor di Sumatera Tewaskan 174 Orang, Lebih dari 12 Ribu Keluarga Mengungsi

Keterangan Gambar : Banjir bandang terjang Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut). (Foto: Antara)
LikeIndonesia.com, Sumatera – Banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera menyebabkan banyak korban jiwa. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Jumat (28/11/2025) sore, tercatat 174 orang meninggal dunia dan lebih dari 12 ribu kepala keluarga (KK) mengungsi dari daerah terdampak.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, angka tersebut masih bersifat sementara, karena proses pendataan di lapangan terus dilakukan. Sejumlah wilayah terdampak belum dapat dijangkau akibat akses yang tertutup longsor.
Baca Lainnya :
- Fatwa MUI: Buang Sampah ke Sungai, Danau, dan Laut Kini Ditetapkan Haram
- Fatwa MUI: Buang Sampah ke Sungai, Danau, dan Laut Kini Ditetapkan Haram
- Banjir Setinggi 3 Meter Lumpuhkan Aceh dan Deli Serdang, Ribuan Warga Mengungsi
- Jangan Main-main! Katai Orang dengan Kata Anjing Bisa Diancam Bui 4 Bulan 2 Minggu
- Menkes Sebut Rumah Sakit Tak Boleh Tolak Pasien Walau Tak Punya KTP
Provinsi Sumatera Utara menjadi wilayah dengan dampak paling parah. BNPB mencatat 116 korban meninggal dan 42 orang masih dalam pencarian.
“Per sore ini, kami mendata untuk seluruh Provinsi Sumatera Utara, korban meninggal dunia ada 116 jiwa, kemudian 42 jiwa masih dalam pencarian,” ujar Suharyanto dalam siaran pers, Jumat (28/11), dikutip dari Kompas.com.
Ia menyebut masih terdapat sejumlah titik longsor yang belum dapat ditembus tim gabungan, dan kondisi ini dikhawatirkan dapat menambah jumlah korban jiwa.
Untuk wilayah Mandailing Natal, hingga kini belum ada laporan korban meninggal.
Sementara itu, di Sumatera Utara sebanyak 3.840 KK terpaksa mengungsi ke berbagai titik penampungan.
Di Aceh, BNPB melaporkan 35 warga meninggal dunia, 25 orang masih hilang, dan 8 lainnya mengalami luka akibat banjir dan longsor.
Adapun di Sumatera Barat, tercatat 23 warga meninggal, 12 orang hilang, dan 4 warga mengalami luka-luka dalam bencana serupa. (Nul/Nl)










