- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Bencana Awal Tahun 2026 di Sulteng Didominasi Karhutla

Keterangan Gambar : Kebakaran Hutan dan Lahan terjadi pada Sabtu (31/01/26) pukul 15.40 WITA di Desa Dolago Padang, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong. (Foto: Dok. BPBD Sulteng)
Likeindonesia.com, PALU – Bencana alam yang terjadi di Sulawesi Tengah pada awal tahun 2026 didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat, karhutla menjadi jenis bencana yang paling banyak terjadi pada bulan Januari dibandingkan bencana lainnya di sejumlah wilayah.
BPBD Sulteng mencatat total 22 kejadian bencana terjadi pada periode tersebut. Dari jumlah itu, karhutla tercatat sebanyak 10 kejadian.
Baca Lainnya :
- Overkapasitas, 30 Narapidana Rutan Palu Dipindahkan ke Lapas Ampana dan Toli-Toli
- Ketum KONI Sulteng Tinjau Padepokan Naga Laut, Fokus Pembinaan Atlet Pencak Silat Menuju PON 2032
- Puluhan Kepala OPD Sulteng Ikuti Retret Spiritual di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Pergeseran Tanah di Desa Fatufia Morowali, 288 Warga Mengungsi
- Mayoritas Swalayan di Sulteng Tersebar di Daerah Ini, Palu Bukan yang Teratas
Selain dipengaruhi kondisi cuaca panas, aktivitas masyarakat dalam membuka lahan dengan cara membakar turut menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya kebakaran.
BPBD pun mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dalam upaya pencegahan karhutla di lingkungan masing-masing.
Selain karhutla, BPBD juga mencatat banjir 3 kejadian, banjir dan tanah longsor sebanyak 2 kejadian, angin puting beliung 2 kejadian, kekeringan 2 kejadian, likuifaksi 1 kejadian, banjir rob 1 kejadian, serta abrasi pantai 1 kejadian.
Dari sisi wilayah terdampak, Kabupaten Parigi Moutong menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 14 kejadian. Bencana terjadi di sejumlah kecamatan, di antaranya Parigi Barat dan Mepanga yang terdampak kekeringan, serta Tinombo, Parigi, Sidoan, Parigi Utara, Parigi Tengah, dan Parigi Selatan yang mengalami karhutla. Selain itu, angin puting beliung juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Parigi.
Sementara itu, Kabupaten Donggala mencatat 4 kejadian bencana, meliputi banjir dan tanah longsor di sejumlah kecamatan seperti Banawa Selatan, Banawa Tengah, Banawa, Rio Pakava, Sindue, Labuan, dan Tanantovea. Selain itu, angin puting beliung terjadi di Kecamatan Balaesang, serta abrasi pantai di Banawa Selatan.
Kabupaten Poso dilaporkan mengalami 2 kejadian bencana, masing-masing banjir di Kecamatan Pamona Utara dan karhutla di Kecamatan Pamona Timur. Kota Palu mencatat 1 kejadian banjir yang terjadi di Kecamatan Tawaeli.
Adapun Kabupaten Morowali mengalami 1 kejadian likuifaksi di Kecamatan Bahodopi, sedangkan Kabupaten Banggai Kepulauan mencatat 1 kejadian banjir rob di Kecamatan Bulagi Utara. (Nul/Nl)










