- Harga BBM Pertamina per 1 Juni Berubah, Pertamax Turbo Naik
- Sulteng Masuk Daerah Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi, Dapat Insentif Rp2 Miliar
- Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng
- Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Sumbang Sapi Kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Kemendikdasmen Perbarui Kebijakan, Masuk SD Tak Lagi Harus Menunggu 7 Tahun
- Kendaraan di Palu Kini Wajib Menggunakan Plat Nomor Daerah
- Mandi Laut Usai Subuh, Warga Palu Barat Tewas Tenggelam di Kampung Nelayan
- Demi Efisiensi, Anggaran MBG 2026 Dipangkas Rp67 Triliun
- Siap-Siap Cair, Gaji Ke-13 ASN hingga Polri Mulai Dibayarkan Juni 2026
- Pusat Medis Modern di Cina Jadi Inspirasi Pengembangan Kesehatan di Sulteng
Overkapasitas, 30 Narapidana Rutan Palu Dipindahkan ke Lapas Ampana dan Toli-Toli

Keterangan Gambar : Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Tengah memindahkan 30 narapidana dari Rutan Kelas IIA Palu ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana dan Lapas Kelas IIB Toli-Toli, Senin (2/2/2026). (Foto : Humas Kanwil Ditjenpas Sulteng)
Likeindonesia.com, Palu – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah memindahkan 30 narapidana dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palu ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana dan Lapas Kelas IIB Toli-Toli, Senin (2/2/2026).
Pemindahan tersebut dilakukan untuk mengurangi tingkat kepadatan hunian di Rutan Palu yang mengalami overkapasitas, sekaligus menjaga efektivitas pembinaan dan keamanan di lingkungan pemasyarakatan.
Baca Lainnya :
- Lewat Reses, Andika Buka Akses Warga Pantau Bantuan UMKM
- Operasi Keselamatan Tinombala 2026 di Sulteng Fokus Angkutan Umum, Tanpa Razia Hadang
- KONI Sulteng Dukung Pembinaan Atlet Lewat Pencak Silat Militer Open Tournament
- Ketum KONI Sulteng Tinjau Padepokan Naga Laut, Fokus Pembinaan Atlet Pencak Silat Menuju PON 2032
- Puluhan Kepala OPD Sulteng Ikuti Retret Spiritual di Masjid Raya Baitul Khairaat
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah melalui Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Irpan, menyebut pemindahan narapidana merupakan bagian dari penataan hunian pemasyarakatan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Pemindahan ini bertujuan mengurangi beban hunian di Rutan Palu sekaligus memastikan proses pembinaan narapidana tetap berjalan optimal pada satuan kerja dengan tingkat hunian yang lebih proporsional,” ujar Irpan dalam keterangan resminya melalui rilis pers diterima media ini.
Dari total 30 narapidana yang dipindahkan, sebanyak 20 orang ditempatkan di Lapas Kelas IIB Toli-Toli, sementara 10 lainnya dipindahkan ke Lapas Kelas IIB Ampana.
Proses pemindahan dilakukan dengan pengawalan ketat oleh Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan (Satopspatnal) Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah bersama petugas Rutan Palu.
Selain itu, Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah juga berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama proses pengawalan narapidana berlangsung.
Irpan menegaskan, aspek keamanan menjadi perhatian utama dalam setiap kegiatan pemindahan narapidana.
Ia meminta seluruh petugas menjalankan tugas sesuai prosedur yang berlaku.
“Seluruh petugas harus memastikan keamanan narapidana, tetap waspada, berhati-hati, serta menjaga kekompakan dan koordinasi selama pelaksanaan tugas,” tegasnya.
Setibanya di lokasi tujuan, seluruh narapidana yang dipindahkan menjalani tes urine sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dan untuk menjaga kondisi lingkungan pemasyarakatan tetap aman dan kondusif.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIA Palu, Fani Andika, menyampaikan bahwa pemindahan tersebut berdampak pada stabilitas pengelolaan rutan.
“Dengan berkurangnya tingkat hunian, kami dapat lebih fokus pada penguatan pembinaan, pengawasan, serta pelayanan kepada warga binaan. Ini juga berdampak positif terhadap keamanan dan ketertiban di dalam rutan,” ungkap Fani.
Pemindahan narapidana ini merupakan bagian dari pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya poin ke-7 yang menitikberatkan pada penanganan persoalan overcapacity dan overcrowding di lembaga pemasyarakatan. (Rul/Nl)










