- BMKG Catat Kualitas Udara Palu Memburuk Selama Sepekan Terakhir
- Aksi Pencurian Makin Meresahkan di Palu, Tiga Orang Diciduk Usai Bobol Panti Asuhan
- ISPA Masuk Dua Besar Penyakit Terbanyak di Sulawesi Tengah
- Sulteng Ditargetkan Bebas TB dalam Tiga Tahun ke Depan
- Ucu Susanto Jaring Aspirasi Warga Palu Timur-Mantikulore Lewat Reses Caturwulan II
- Kekeringan Melanda 9 Desa di Parimo, 1.400 Hektare Sawah Terdampak
- Karhutla di Tojo Una-Una Hanguskan 54 Hektare Lahan
- Sulteng Masuk 10 Besar Provinsi dengan Kehilangan Hutan Terbanyak akibat Karhutla
- BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan, 7 Kabupaten Sulteng Masuk Kategori Waspada
- Antrean Pertalite Mengular di Palu, Pertamina Pastikan Stok Normal
BMKG Catat Kualitas Udara Palu Memburuk Selama Sepekan Terakhir

Keterangan Gambar : Pemantauan kualitas udara di Kota Palu pada 19-25 Agustus 2026. (Foto: @iklim_sulteng/Instagram)
Likeindonesia.com, PALU - Kualitas udara di Kota Palu tercatat memburuk selama sepekan terakhir, berdasarkan hasil pemantauan BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri.
Pemantauan pada 19-25 Agustus 2026 menunjukkan konsentrasi PM10 di Palu berada pada 57-87 µg/m³ atau kategori sedang. Sementara itu, konsentrasi PM2.5 mencapai 56-77 µg/m³ yang masuk kategori tidak sehat.
Baca Lainnya :
- Puluhan Warga Palu Datangi Kantor OMC, Akun Terblokir dan Uang Tak Bisa Ditarik
- Gedung TK Kemala Bhayangkari 01 Sulteng Kembali Dibuka Usai Renovasi Total
- 352 Siswa Baru Ikuti MPLS di SMPN 4 Palu, KBM Dimulai 14 Juli
- Besok! Ketua Pembina YKB Tinjau dan Resmikan Fasilitas Pendidikan di Palu
- Buka-Tutup Jalur Kebun Kopi Picu Protes, Fortuner Hitam Diduga Utusan Bupati Diloloskan Melintas
BMKG SPAG Lore Lindu Bariri menyebut memburuknya kualitas udara tersebut tidak lepas dari kondisi musim kemarau dan pengaruh El Nino yang membuat lingkungan lebih kering serta frekuensi hujan berkurang.
“Minimnya hujan membuat proses alami atmosfer dalam membersihkan partikulat menjadi berkurang, sehingga debu dan partikel polutan lebih mudah terakumulasi di udara,” demikian keterangan resmi BMKG SPAG Lore Lindu Bariri melalui Instagram @iklim_sulteng, Rabu (26/8/2026).
Selain itu, kondisi permukaan yang lebih kering disebut membuat debu tanah, pasir halus, dan partikel dari permukaan jalan lebih mudah terangkat ke udara akibat aktivitas kendaraan maupun angin.
BMKG SPAG Lore Lindu Bariri mengimbau masyarakat untuk mengurangi paparan udara luar ketika kualitas udara memburuk, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Masyarakat juga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, membatasi aktivitas luar, serta menghindari pembakaran sampah yang dapat menambah polusi udara. (nul)



.jpg)





