- BMKG Pastikan Asap Karhutla Kalimantan Tak Mengarah ke Palu, Arah Angin Jadi Faktor Utama
- Pra Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu Digelar, Tersangka Masuk dari Belakang Rumah
- Atasi Gangguan Suplai Pertalite di SPBU Palu, Pertamina Andalkan Pasokan dari Poso dan Bau-Bau
- Reses Anggota DPRD Kota Palu, Erman Lakuana Serap Aspirasi Warga Palu Timur dan Mantikulore
- Pemprov Sulteng Pastikan Pertalite di Palu Kembali Normal Usai Terjadi Kelangkaan
- Sempat Sembunyi di Gubuk Likuefaksi Balaroa, Buronan Pembunuhan Keluarga di Duyu Ditangkap
- POPDA XXIV Sulteng 2026 Resmi Bergulir, Buol Jadi Tuan Rumah
- BMKG Catat Kualitas Udara Palu Memburuk Selama Sepekan Terakhir
- Aksi Pencurian Makin Meresahkan di Palu, Tiga Orang Diciduk Usai Bobol Panti Asuhan
- ISPA Masuk Dua Besar Penyakit Terbanyak di Sulawesi Tengah
BMKG Pastikan Asap Karhutla Kalimantan Tak Mengarah ke Palu, Arah Angin Jadi Faktor Utama

Keterangan Gambar : Citra satelit sebaran asap yang dipantau pada 27 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB. (Foto: Dok. @iklim_sulteng/Instagram)
Likeindonesia.com, Palu – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Pulau Kalimantan tidak mengarah ke Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Kepastian tersebut disampaikan BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri berdasarkan hasil monitoring sebaran asap dan pola pergerakan angin di wilayah Indonesia.
Baca Lainnya :
- Bangun Taman Baca di Lahan Sampah, Bhabinkamtibmas Diganjar Penghargaan dari Kapolda
- OJK Sulteng Buka Layanan Pengaduan untuk Korban Keuangan Ilegal
- Puluhan Warga Palu Datangi Kantor OMC, Akun Terblokir dan Uang Tak Bisa Ditarik
- Gedung TK Kemala Bhayangkari 01 Sulteng Kembali Dibuka Usai Renovasi Total
- 352 Siswa Baru Ikuti MPLS di SMPN 4 Palu, KBM Dimulai 14 Juli
Berdasarkan citra sebaran asap yang dipantau pada 27 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB, asap yang terdeteksi berasal dari wilayah Kalimantan bergerak ke arah barat laut hingga utara.
BMKG SPAG Lore Lindu Bariri menyebut arah angin menjadi faktor utama yang membuat asap karhutla Kalimantan tidak mengarah ke Sulawesi. Angin bergerak dari tenggara ke barat laut hingga utara, sehingga membawa asap menjauh dari Sulawesi, termasuk Kota Palu.
BMKG juga mencatat transboundary haze yang terdeteksi berasal dari Kalimantan Barat dan bergerak menuju Sarawak, Malaysia. Tidak terdapat indikasi aliran asap yang menyeberangi Selat Makassar menuju Sulawesi Tengah.
Dengan kondisi tersebut, Kota Palu dan wilayah Sulawesi Tengah tidak termasuk daerah yang terdampak sebaran asap karhutla dari Kalimantan berdasarkan hasil monitoring BMKG saat ini.
“Menanggapi isu yang sedang hangat diperbincangkan terkait asap karhutla di Pulau Kalimantan yang disebut telah bergerak hingga ke Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu, perlu kami luruskan bahwa informasi tersebut tidak benar,” demikian penjelasan BMKG SPAG Lore Lindu Bariri dalam keterangannya melalui akun resmi Instagram @iklim_sulteng, Kamis (27/8/2026).
Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat tetap bijak dalam menerima dan membagikan informasi terkait kondisi cuaca, kualitas udara, maupun sebaran asap dengan mengacu pada sumber resmi.
Masyarakat juga tetap diminta waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sulawesi Tengah, mengingat terdapat sejumlah titik panas yang terdeteksi di beberapa daerah. (nul)









