Pemprov Sulteng Pastikan Pertalite di Palu Kembali Normal Usai Terjadi Kelangkaan

By Inul Irfani 27 Agu 2026, 10:13:54 WIB Daerah
Pemprov Sulteng Pastikan Pertalite di Palu Kembali Normal Usai Terjadi Kelangkaan

Keterangan Gambar : Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah, Rudi Dewanto, memimpin rapat bersama Pertamina di Ruang Rapat Asisten II Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu (26/8/2026). (Foto: Biro Adpim Pemprov Sulteng)


Likeindonesia.com, PALU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memastikan kondisi Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Palu kembali normal setelah sebelumnya terjadi kelangkaan yang menyebabkan antrean kendaraan.


Kepastian tersebut disampaikan dalam rapat bersama pihak terkait yang dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah, Rudi Dewanto, di Ruang Rapat Asisten II Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu (26/8/2026).

Baca Lainnya :


Rapat digelar sebagai tindak lanjut pemerintah terhadap kondisi kelangkaan Pertalite dan antrean kendaraan yang sebelumnya terjadi di sejumlah SPBU Kota Palu.


Rudi mengatakan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meminta agar persoalan tersebut segera dicarikan solusi konkret sehingga kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi.


“Bapak Gubernur menginginkan ada solusi konkret terhadap persoalan yang terjadi di lapangan. Kita berharap melalui pertemuan ini dapat ditemukan langkah yang tepat untuk menjaga ketersediaan BBM, khususnya Pertalite,” ujar Rudi.


Berdasarkan hasil pembahasan bersama Pertamina, kondisi antrean di beberapa SPBU, khususnya di Kota Palu, pada Rabu (26/8/2026) sudah mulai normal.


Pemprov Sulteng bersama Pertamina juga akan terus memantau kondisi pasokan BBM di lapangan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.


Rudi mengimbau masyarakat agar tidak panik dan membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan. Pembelian secara berlebihan justru dapat menimbulkan kepanikan dan memperpanjang antrean.


“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik dan membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan. Jangan melakukan pembelian berlebihan karena justru dapat menimbulkan kepanikan dan memperpanjang antrean,” katanya.


Pemerintah juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, Pertamina, dan pihak terkait lainnya untuk mengantisipasi setiap potensi gangguan distribusi BBM, terutama ketika terjadi kendala akibat faktor cuaca dan transportasi. (nul)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.