- FR Cup Volleyball Tournament 2026 Resmi Berakhir, Fathur Razaq: Bukan Ending, Tapi Beginning
- Menaker Larang Lowongan Kerja Cantumkan Syarat Good Looking dan Usia
- Soal Pajak Rumah Kontrakan, Purbaya Tegaskan Tak Ada Pajak Baru
- Pengguna Pertalite Akan Dibatasi Mulai Akhir Tahun, Pemerintah Tegaskan Motor Tak Terdampak
- Durian Vulcano Indonesia Didorong Jadi Brand Durian Sulteng untuk Pasar Dunia
- Durian Beku Sulteng Laris di China, Ekspor Capai 7.344 Ton
- Rp18,9 Triliun Cair ke 546 Pemda, Buat Bayar Gaji PPPK
- Terungkap Setelah Dua Tahun Hilang, Paramitha Dibunuh Sopir Travel saat Perjalanan ke Morowali
- Perkembangan Kasus Pembunuhan Keluarga di Duyu, 9 Saksi Diperiksa dan Pelaku Masih Diburu Polisi
- 180 Gempa di Sulteng Tercatat pada Minggu Pertama Agustus
Ditemukan 24 Titik Longsor di Sigi Pascagempa, BNPB Antisipasi Risiko Banjir Bandang

Keterangan Gambar : Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto meninjau langsung lokasi terdampak gempa di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (19/6/2026). (Foto: Dok. BNPB)
Likeindonesia.com, SIGI – Sebanyak 24 titik longsor teridentifikasi di sejumlah wilayah terdampak di Kabupaten Sigi pascagempa magnitudo 6,7 yang terjadi pada Selasa (16/6/2026). Kondisi ini menjadi bagian dari fokus penanganan darurat, termasuk upaya antisipasi risiko banjir bandang di beberapa aliran sungai yang terdampak material longsoran.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto menegaskan, pihaknya memastikan penanganan darurat berjalan optimal melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, serta unsur terkait lainnya.
Baca Lainnya :
- Fathur Razaq Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sigi
- Korban Jiwa Akibat Gempa M 6,7 di Sigi Bertambah Jadi Tiga Orang
- Gubernur Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa di Sigi, Parimo, Poso, dan Palu Selama 7 Hari
- Sumber Air Tertutup Longsor Pascagempa, Gubernur Sulteng Pastikan Kebutuhan Warga di Sigi Terpenuhi
- Jumlah Warga Terdampak Gempa di Sigi Capai Ribuan, 1 Korban Jiwa dan 1.360 Rumah Rusak
“Kami ke sini untuk memastikan penanganan darurat pascagempa bumi berjalan optimal serta kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Suharyanto dalam kunjungannya langsung ke titik terdampak, Jumat (19/6/2026).
Dalam rapat koordinasi di Posko Lapangan Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, dibahas perkembangan situasi terkini, percepatan pendataan kerusakan, serta langkah penanganan di titik-titik longsor yang telah teridentifikasi.
Sejumlah titik longsor diketahui menyebabkan terganggunya aliran air akibat material yang menumpuk di jalur sungai. Kondisi tersebut menjadi perhatian untuk ditangani secara bertahap melalui langkah teknis di lapangan.
“Akibat hujan airnya tertahan, dikhawatirkan apabila curah hujan semakin tinggi akan berpotensi risiko terjadinya banjir bandang, tadi sudah sepakat akan dijebol dengan menggunakan pompa alkon pada bagian yang tersumbat,” kata Suharyanto.
Selain rapat koordinasi, tim juga melakukan peninjauan ke Desa Sejahtera, Kecamatan Palolo, dan Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki untuk melihat langsung kondisi rumah warga, fasilitas umum, serta tempat ibadah yang terdampak.
Dalam kesempatan tersebut, BNPB juga memastikan dukungan penyediaan tempat ibadah sementara agar aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan selama masa pemulihan.
BNPB bersama pemerintah daerah terus melakukan pendampingan dan pemantauan di lapangan, termasuk pada 24 titik longsor yang telah teridentifikasi pascagempa di Kabupaten Sigi. (nul)


.jpg)







