- Sumber Air Tertutup Longsor Pascagempa, Gubernur Sulteng Pastikan Kebutuhan Warga di Sigi Terpenuhi
- Jumlah Warga Terdampak Gempa di Sigi Capai Ribuan, 1 Korban Jiwa dan 1.360 Rumah Rusak
- Fokus Penanganan Pascagempa, Wagub Sulteng Sambangi RS dan Warga Terdampak
- Hingga Pukul 05.30 WITA, Gempa Susulan Pascagempa M 6,7 Capai 419 Kali
- BMKG Laporkan 177 Gempa Susulan hingga Pukul 20.00 WITA, 70 Kali Dirasakan Warga
- BPJN Sulteng Pastikan Sejumlah Jembatan di Palu hingga Jalan Kebun Kopi Aman Pascagempa M 6,7
- BMKG Sebut Gempa Magnitudo 6,7 di Palu-Sigi Berasal dari Aktivitas Sesar Sausu
- BMKG Catat 71 Gempa Susulan hingga Pukul 14.30 WITA
- Gubernur Instruksikan Tanggap Darurat Usai Gempa M 6,7, Tenaga Medis Dikerahkan ke Lokasi Terdampak
- BMKG Catat 16 Kali Gempa Susulan Usai Magnitudo 6,7 di Tenggara Palu
Sumber Air Tertutup Longsor Pascagempa, Gubernur Sulteng Pastikan Kebutuhan Warga di Sigi Terpenuhi

Keterangan Gambar : Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, tinjau 5 desa di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Rabu (17/6/2026). (Foto: Humas Pemprov Sulteng)
Likeindonesia.com, SIGI - Sejumlah sumber air milik warga di lima desa terdampak gempa di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, tertutup material longsor pascagempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026). Menyikapi kondisi tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, turun langsung ke lokasi untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi.
Gubernur meninjau lima desa terdampak, yaitu Desa Bulili, Desa Sopu, Desa Kadidia, Kamarora A, dan Kamarora B, pada Rabu (17/6/2026).
Baca Lainnya :
- Jumlah Warga Terdampak Gempa di Sigi Capai Ribuan, 1 Korban Jiwa dan 1.360 Rumah Rusak
- Fokus Penanganan Pascagempa, Wagub Sulteng Sambangi RS dan Warga Terdampak
- Hingga Pukul 05.30 WITA, Gempa Susulan Pascagempa M 6,7 Capai 419 Kali
- BMKG Laporkan 177 Gempa Susulan hingga Pukul 20.00 WITA, 70 Kali Dirasakan Warga
- BPJN Sulteng Pastikan Sejumlah Jembatan di Palu hingga Jalan Kebun Kopi Aman Pascagempa M 6,7
Selain melakukan peninjauan lapangan, gubernur juga menggelar rapat bersama para kepala desa guna mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat terdampak gempa.
Berdasarkan hasil pertemuan, kebutuhan mendesak warga saat ini meliputi air bersih, terpal atau tenda darurat, obat-obatan, selimut, serta kebutuhan bagi anak-anak. Kebutuhan air bersih menjadi prioritas karena sejumlah sumber air warga tidak dapat digunakan setelah tertutup longsor akibat gempa.
“Kami baru saja rapat dengan seluruh kepala desa. Masyarakat menyampaikan kebutuhan utama mereka adalah tenda karena masih takut tinggal di dalam rumah. Selain itu, mereka membutuhkan air minum bersih karena sumber air tertutup longsor, serta obat-obatan dan selimut untuk anak-anak,” ujar Gubernur Anwar Hafid.
Dari lima desa terdampak, Kamarora B menjadi wilayah yang mengalami dampak paling signifikan. Trauma akibat gempa masih dirasakan warga. Bahkan, terdapat seorang ibu yang terpaksa melahirkan di tenda darurat karena masih dibayangi trauma bencana gempa besar tahun 2018.
Sebagai langkah tanggap darurat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah segera menyalurkan 550 unit tenda terpal yang jumlahnya melebihi kebutuhan saat ini sebagai langkah antisipasi jika terjadi perkembangan situasi.
Selain itu, bantuan selimut dan tenda portable juga akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
Pemerintah Provinsi juga menyalurkan sekitar 650 paket sembako untuk warga terdampak.
Data sementara menunjukkan sekitar 550 kepala keluarga mengalami dampak pada tempat tinggal mereka. Sebagian besar warga memilih tetap berada di sekitar rumah masing-masing dan tidak mengungsi secara kolektif untuk menjaga keamanan harta benda mereka.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, Pemerintah Provinsi melalui Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) akan menyuplai air bersih setiap hari hingga kondisi sumber air warga kembali normal.
“Insya Allah sore ini seluruh kebutuhan darurat akan kami siapkan. Tahap awal yang paling penting adalah menyelamatkan masyarakat dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” tegas Anwar Hafid.
Pemerintah juga tengah melakukan asesmen terhadap rumah-rumah warga untuk menentukan tingkat kerusakan, baik rusak ringan maupun rusak berat.
Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Dalam kesempatan itu, Gubernur mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, namun tidak panik.
Berdasarkan informasi dari BMKG, intensitas gempa susulan menunjukkan tren melemah dibandingkan saat awal kejadian.
“Saya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan situasi saat beraktivitas. Namun tidak perlu panik karena berdasarkan informasi BMKG, gempa susulan semakin melemah dan mudah-mudahan segera berakhir,” katanya.
Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Tengah untuk mendoakan warga terdampak agar diberikan keselamatan dan kekuatan menghadapi musibah ini.
Sementara itu, pemerintah daerah telah mengambil langkah antisipatif dengan meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama seluruh unsur terkait memastikan penanganan darurat bencana terus dilakukan secara maksimal hingga kondisi masyarakat kembali aman dan normal. (nul)









