- Pengangguran di Palu Capai 11.577 Orang, Mayoritas Laki-laki
- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
- Gubernur Sulteng Ingatkan Perusahaan untuk Tidak Abaikan Keselamatan Pekerja
- Hardiknas 2026, Pemerintah Dorong Penerapan Deep Learning di Satuan Pendidikan
DPRD Soroti Bus Transpalu: Banyak Anggaran, Penumpang Sedikit

Keterangan Gambar : Bus TransPalu. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, PALU – Bus Transpalu masih menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu karena kondisi penumpangnya yang minim, meski anggaran operasionalnya terus meningkat. Dalam enam bulan terakhir, anggaran bus ini naik dari Rp 8,5 miliar menjadi Rp 15 miliar.
Ketua Komisi C DPRD Kota Palu, Abdurahim Nazar Al’Amri, mengatakan bahwa persoalan minimnya penumpang sudah terjadi bertahun-tahun.
Baca Lainnya :
- DPRD Palu Dukung Pembentukan Satgas PKA, Perjuangkan Hak Warga atas Lahan
- DPRD Palu Garap Pemetaan Area Tambang, Fokus Kumpulkan Data Lengkap
- DPRD Palu Soroti 207 PPPK Siluman, Minta Segera Diberhentikan
- Catat Tanggalnya, Berani Buka Puasa Nambaso Bakal Digelar di Depan Kantor Gubernur Sulteng
- 58 Anak Ikuti Audisi Tilawah di Palu, Disiapkan Pembinaan Menuju MTQ
“Kalau saya lihat, memang sudah dari tahun ke tahun kosong-kosong. Dan selama hampir dua tahun ini bus itu tidak ada isinya,” ungkapnya di ruang Komisi C, Jumat (20/2/2026).
Menurut Abdurahim, meski pihak Dinas Perhubungan Kota Palu telah menyiapkan strategi, seperti pembangunan halte dan tanda stop di dalam kota dengan total anggaran sekitar Rp 3,5 miliar, kenyataannya bus tetap sepi.
“Buat halte dan ba stop itu anggarannya itu Rp 3,5 miliar, dan hasilnya apa, tidak ada, karena orang ada titik-titik tertentu,” tambahnya.
Ia menilai, bus Transpalu baru efektif di wilayah Palu Utara dan Tavaili, karena masih banyak warga yang menggunakan moda transportasi ini. Namun, rute dalam kota dinilai belum tersusun rapi sejak awal beroperasi, sehingga banyak bus yang menurunkan penumpang di sembarang tempat, bukan di halte.
Abdurahim menyarankan agar Pemkot Palu duduk bersama DPRD untuk membahas rute yang berpotensi menarik minat masyarakat.
Selain itu, kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Donggala juga diperlukan agar armada bus bisa digunakan secara maksimal, khususnya untuk jalur Palu Barat ke Donggala.
“Yang kami tahu saat ini hanya Palu Utara dan Tavaili yang berfungsi. Kalau tidak, kami minta Pemkot kerjasama dengan Donggala, karena Donggala masih membutuhkan karena cuma beberapa armada busnya, join saja dengan Donggala,” pungkasnya. (Nl/Nl)





.jpg)




