- Kekeringan Melanda 9 Desa di Parimo, 1.400 Hektare Sawah Terdampak
- Karhutla di Tojo Una-Una Hanguskan 54 Hektare Lahan
- Sulteng Masuk 10 Besar Provinsi dengan Kehilangan Hutan Terbanyak akibat Karhutla
- BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan, 7 Kabupaten Sulteng Masuk Kategori Waspada
- Antrean Pertalite Mengular di Palu, Pertamina Pastikan Stok Normal
- Pemerintah Bakal Buka Seleksi CPNS Awal 2027, Kebutuhan Guru Capai 526 Ribu
- Walatana Didorong Jadi Role Model Pertanian Modern di Sulawesi Tengah
- Punya 8 Bandara, Sulteng Masuk Jajaran Provinsi dengan Bandara Terbanyak di Indonesia
- Sulteng Salurkan Rp1 Miliar untuk Warga Terdampak Gempa NTT
- Geliat Kemerdekaan dari Lindu, Fathur Razaq Ajak Warga Jaga Persaudaraan, Adat, dan Alam
DPRD Soroti Bus Transpalu: Banyak Anggaran, Penumpang Sedikit

Keterangan Gambar : Bus TransPalu. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, PALU – Bus Transpalu masih menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu karena kondisi penumpangnya yang minim, meski anggaran operasionalnya terus meningkat. Dalam enam bulan terakhir, anggaran bus ini naik dari Rp 8,5 miliar menjadi Rp 15 miliar.
Ketua Komisi C DPRD Kota Palu, Abdurahim Nazar Al’Amri, mengatakan bahwa persoalan minimnya penumpang sudah terjadi bertahun-tahun.
Baca Lainnya :
- DPRD Palu Dukung Pembentukan Satgas PKA, Perjuangkan Hak Warga atas Lahan
- DPRD Palu Garap Pemetaan Area Tambang, Fokus Kumpulkan Data Lengkap
- DPRD Palu Soroti 207 PPPK Siluman, Minta Segera Diberhentikan
- Catat Tanggalnya, Berani Buka Puasa Nambaso Bakal Digelar di Depan Kantor Gubernur Sulteng
- 58 Anak Ikuti Audisi Tilawah di Palu, Disiapkan Pembinaan Menuju MTQ
“Kalau saya lihat, memang sudah dari tahun ke tahun kosong-kosong. Dan selama hampir dua tahun ini bus itu tidak ada isinya,” ungkapnya di ruang Komisi C, Jumat (20/2/2026).
Menurut Abdurahim, meski pihak Dinas Perhubungan Kota Palu telah menyiapkan strategi, seperti pembangunan halte dan tanda stop di dalam kota dengan total anggaran sekitar Rp 3,5 miliar, kenyataannya bus tetap sepi.
“Buat halte dan ba stop itu anggarannya itu Rp 3,5 miliar, dan hasilnya apa, tidak ada, karena orang ada titik-titik tertentu,” tambahnya.
Ia menilai, bus Transpalu baru efektif di wilayah Palu Utara dan Tavaili, karena masih banyak warga yang menggunakan moda transportasi ini. Namun, rute dalam kota dinilai belum tersusun rapi sejak awal beroperasi, sehingga banyak bus yang menurunkan penumpang di sembarang tempat, bukan di halte.
Abdurahim menyarankan agar Pemkot Palu duduk bersama DPRD untuk membahas rute yang berpotensi menarik minat masyarakat.
Selain itu, kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Donggala juga diperlukan agar armada bus bisa digunakan secara maksimal, khususnya untuk jalur Palu Barat ke Donggala.
“Yang kami tahu saat ini hanya Palu Utara dan Tavaili yang berfungsi. Kalau tidak, kami minta Pemkot kerjasama dengan Donggala, karena Donggala masih membutuhkan karena cuma beberapa armada busnya, join saja dengan Donggala,” pungkasnya. (Nl/Nl)





1.jpg)




