- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
- Aktivitas Gempa di Sulteng Menurun, BMKG Catat 282 Kejadian dalam Sepekan
Festival Literasi Keluarga di Palu Dorong Peran Orang Tua Bangun Budaya Baca
.jpg)
Keterangan Gambar : Komunitas Ideketjil menggelar Mini Festival Literasi Keluarga 2025 di Aula Kantor Wali Kota Palu, Jumat (26/9) pagi. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Minat baca masyarakat Indonesia masih berada di level rendah.
Data UNESCO menunjukkan, literasi masyarakat Indonesia berada di bawah satu persen.
Baca Lainnya :
- BGN Evaluasi SPPG Bermasalah, Siapkan Skema Akreditasi Nasional
- DPRD dan Pemprov Sepakat, Tompotika Segera Jadi Kabupaten Baru di Sulteng
- PPA Polresta Palu Gelar Rekonstruksi Kasus KDRT, Suami Bakar Istri hingga Meninggal
- Bahasa Daerah di Sulteng Terancam Punah, Balai Bahasa Perkuat Pengawasan Bahasa
- Kebakaran Hanguskan Lima Petak Kos di Jalan Banteng II Palu, Diduga Korsleting Listrik
Fenomena ini juga tampak di tingkat keluarga, ketika orang tua lebih sering memberikan gawai ketimbang membiasakan anak membaca bersama.
Menjawab persoalan itu, Komunitas Ideketjil menggelar Mini Festival Literasi Keluarga 2025 di Aula Kantor Wali Kota Palu, Jumat (26/9) pagi.
Festival ini berlangsung mulai 27 September hingga 4 Oktober, dengan rangkaian kegiatan yang menyasar para orang tua.
Ketua Komunitas Ideketjil, Soraya Pintara menjelaskan, festival ini menghadirkan kelas-kelas terstruktur bagi keluarga, termasuk kelas inspirasi orang tua yang diisi narasumber dari kalangan psikolog dan pemerhati pendidikan.
“Di festival literasi keluarga ini diagendakan tanggal 27–29 September dan penutupan tanggal 4 Oktober. Ada rangkaian kelas keluarga, salah satunya kelas inspirasi orang tua yang narasumbernya dari psikolog dan pemerhati pendidikan,” ujar Soraya diwawancarai media ini Jumat (26/9) pagi.
Ia menambahkan, fokus kegiatan adalah mengembalikan peran orang tua sebagai pendamping literasi anak di rumah.
Menurutnya, budaya baca dan komunikasi dalam keluarga berpengaruh besar terhadap kecerdasan anak.
Festival ini juga menawarkan kurikulum pendidikan keluarga yang dirancang agar orang tua lebih sadar literasi sejak dini.
“Target kami memberikan kurikulum pendidikan keluarga untuk orang tua, jadi memang secara terstruktur dan ingin menciptakan keluarga yang sadar literasi dini, " tegasnya.
Salah satu orang tua peserta, Nila Kasumawati, menilai kegiatan ini sangat positif.
Ia mengatakan, pelatihan ini membuat orang tua lebih peduli dalam mendidik anak.
“Kalau menurut saya kegiatan ini sangat bagus, sangat positif, apalagi dengan banyaknya perkembangan sekarang dengan orang tua yang mungkin anak cuek sama orang tuanya,” ucap Nila.
Nila yang juga berprofesi sebagai guru mengaku, pembekalan ini penting agar para orang tua sekaligus pendidik lebih peka dalam membangun hubungan dengan anak. (Rul/Nl)










