- Karyawan Kafe di Palu Ditemukan Tewas Terjepit di Lift Barang, Jenazah Dipulangkan ke Tada
- KONI Sulteng Mulai Matangkan Persiapan Hadapi PON Pantai 2026
- Skema Bansos Berubah! Mulai 2027, Penerima Bakal Dapat Transfer Tunai
- Penerbangan Bandara IMIP ke Palu Resmi Beroperasi, Waktu Tempuh Hanya 45 Menit
- Ratusan PPPK Nakes Sulteng Minta Kepastian Status, Gubernur Langsung Hubungi Wamenkes
- Pertamina Minta Maaf, Rencana Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli BBM Subsidi Dibatalkan
- 318 Kebakaran Terjadi di Palu hingga Agustus 2026, Mantikulore Tertinggi
- Mulai 15 September, Isi Biosolar di Sejumlah SPBU Wajib Bawa STNK
- Siap-Siap! Harga Tiket Pesawat Bisa Makin Mahal, Ini Aturan Baru Kemenhub
- Piala Soeratin Sulteng Resmi Bergulir, Gubernur Dorong Pembinaan Berjenjang Menuju PON 2028
Gempa M 4,8 Guncang Parigi Moutong, Warga Palasa Sempat Panik

Keterangan Gambar : Gempa berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Palasa, Parigi Moutong, Kamis (20/11/2025) pagi. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu - Rekaman CCTV warga di Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, memperlihatkan suasana panik saat guncangan gempa terasa pada Kamis (20/11) pagi.
Sejumlah warga tampak bergegas keluar rumah untuk mencari tempat aman ketika getaran terjadi secara tiba-tiba.
Baca Lainnya :
- Usulan WPR Emas di Parimo Picu Penolakan, Warga Ingatkan Status Daerah sebagai Lumbung Pangan
- Elemen Masyarakat Desa Kotaraya Deklarasikan Perang Terhadap Narkoba
- Hujan Lebat Picu Banjir, Jalur Air di Parigi Barat Perlu Dinormalisasi
- Air Meluap ke Permukiman, Banjir Genangi Dua Desa di Parigi Moutong
- Warga Sausu Temukan Senpi Rakitan Tertimbun Tanah
Meski menimbulkan kepanikan, tidak ada laporan kerusakan signifikan dari lokasi tersebut.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa berkekuatan magnitudo 4,8 itu terjadi pada pukul 08.15 WITA.
Episenter berada di darat, sekitar 39 kilometer barat Parigi Moutong, dengan kedalaman 10 kilometer.
“Jadi tadi pagi pukul 08.15 WITA, Parigi Moutong diguncang gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,8. Lokasinya berada di darat pada jarak 39 kilometer barat Parigi Moutong, dengan kedalaman 10 kilometer,” ujar Iwal Islamudin, selaku Pengamat BMKG Stasiun Geofisika Palu.
BMKG menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Tomini yang melintas di wilayah Parigi Moutong.
Ia menyebut, dari estimasi peta guncangan, getaran dirasakan hingga Tolitoli dengan intensitas III MMI, di mana getaran terasa jelas di dalam rumah.
Iwal juga menyampaikan bahwa setelah gempa utama terjadi, BMKG mencatat adanya serangkaian gempa susulan.
Menurut laporan, terdapat lima kali gempa susulan dan satu di antaranya mencapai magnitudo 4,5 yang turut dirasakan warga Tolitoli.
“Setelah gempa bumi utama ada beberapa gempa bumi susulan. Terdapat lima gempa bumi susulan, dan yang terbesar 4,5 sempat dirasakan juga di daerah Tolitoli,” jelasnya.
Hingga kini, gempa tersebut tidak menimbulkan kerusakan maupun laporan korban.
BMKG menegaskan, gempa tidak berpotensi tsunami dan meminta warga tetap tenang serta menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Warga juga diimbau memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, terutama apabila terdapat retakan yang dapat membahayakan struktur. (Rul/Nl)










