- Harga BBM Pertamina per 1 Juni Berubah, Pertamax Turbo Naik
- Sulteng Masuk Daerah Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi, Dapat Insentif Rp2 Miliar
- Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng
- Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Sumbang Sapi Kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Kemendikdasmen Perbarui Kebijakan, Masuk SD Tak Lagi Harus Menunggu 7 Tahun
- Kendaraan di Palu Kini Wajib Menggunakan Plat Nomor Daerah
- Mandi Laut Usai Subuh, Warga Palu Barat Tewas Tenggelam di Kampung Nelayan
- Demi Efisiensi, Anggaran MBG 2026 Dipangkas Rp67 Triliun
- Siap-Siap Cair, Gaji Ke-13 ASN hingga Polri Mulai Dibayarkan Juni 2026
- Pusat Medis Modern di Cina Jadi Inspirasi Pengembangan Kesehatan di Sulteng
Gempa M 4,8 Guncang Parigi Moutong, Warga Palasa Sempat Panik

Keterangan Gambar : Gempa berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Palasa, Parigi Moutong, Kamis (20/11/2025) pagi. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu - Rekaman CCTV warga di Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, memperlihatkan suasana panik saat guncangan gempa terasa pada Kamis (20/11) pagi.
Sejumlah warga tampak bergegas keluar rumah untuk mencari tempat aman ketika getaran terjadi secara tiba-tiba.
Baca Lainnya :
- Usulan WPR Emas di Parimo Picu Penolakan, Warga Ingatkan Status Daerah sebagai Lumbung Pangan
- Elemen Masyarakat Desa Kotaraya Deklarasikan Perang Terhadap Narkoba
- Hujan Lebat Picu Banjir, Jalur Air di Parigi Barat Perlu Dinormalisasi
- Air Meluap ke Permukiman, Banjir Genangi Dua Desa di Parigi Moutong
- Warga Sausu Temukan Senpi Rakitan Tertimbun Tanah
Meski menimbulkan kepanikan, tidak ada laporan kerusakan signifikan dari lokasi tersebut.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa berkekuatan magnitudo 4,8 itu terjadi pada pukul 08.15 WITA.
Episenter berada di darat, sekitar 39 kilometer barat Parigi Moutong, dengan kedalaman 10 kilometer.
“Jadi tadi pagi pukul 08.15 WITA, Parigi Moutong diguncang gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,8. Lokasinya berada di darat pada jarak 39 kilometer barat Parigi Moutong, dengan kedalaman 10 kilometer,” ujar Iwal Islamudin, selaku Pengamat BMKG Stasiun Geofisika Palu.
BMKG menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Tomini yang melintas di wilayah Parigi Moutong.
Ia menyebut, dari estimasi peta guncangan, getaran dirasakan hingga Tolitoli dengan intensitas III MMI, di mana getaran terasa jelas di dalam rumah.
Iwal juga menyampaikan bahwa setelah gempa utama terjadi, BMKG mencatat adanya serangkaian gempa susulan.
Menurut laporan, terdapat lima kali gempa susulan dan satu di antaranya mencapai magnitudo 4,5 yang turut dirasakan warga Tolitoli.
“Setelah gempa bumi utama ada beberapa gempa bumi susulan. Terdapat lima gempa bumi susulan, dan yang terbesar 4,5 sempat dirasakan juga di daerah Tolitoli,” jelasnya.
Hingga kini, gempa tersebut tidak menimbulkan kerusakan maupun laporan korban.
BMKG menegaskan, gempa tidak berpotensi tsunami dan meminta warga tetap tenang serta menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Warga juga diimbau memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, terutama apabila terdapat retakan yang dapat membahayakan struktur. (Rul/Nl)










