- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
- Aktivitas Gempa di Sulteng Menurun, BMKG Catat 282 Kejadian dalam Sepekan
Grand Sya Hotel Bangkit, Jadi Simbol Harapan Baru Pascabencana di Palu

Keterangan Gambar : Seremoni peluncuran Grand Sya Hotel, Jumat (27/6). (Foto: Syahrul/Likeindonesiacom)
Likeindonesia.com, Palu, – Hampir tujuh tahun pascabencana gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu pada 28 September 2018, semangat pemulihan terus tumbuh.
Salah satu wujudnya tampak dari bangkitnya kembali Grand Sya Hotel, yang dulunya dikenal sebagai The Sya Hotel.
Baca Lainnya :
- Festival Tampolore Diusulkan Jadi Pintu Masuk Promosi Wisata Megalit Poso ke Dunia
- Dinkes Sulteng Lakukan Rapid Tes pada Kedatangan Jemaah Haji Sulteng
- Kloter Pertama Jemaah Haji Sulteng Tiba di Palu
- Mahasiswa Desak DPRD Sulteng Evaluasi Perizinan Tambang
- Program BRT Trans Palu Dinilai Belum Efektif, DPRD Didesak Evaluasi Anggaran Operasional
Dalam seremoni peluncuran yang digelar pada Jumat (27/6) malam, di Jalan Sam Ratulangi, Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, hotel berbintang ini resmi kembali beroperasi.
Bangunan yang sempat luluh lantak akibat gempa berkekuatan Magnitudo 7,4 itu kini berdiri megah dengan wajah baru, menjadi simbol keteguhan warga Palu menghadapi musibah.
Pemilik Grand Sya Hotel, Syafruddin, menyampaikan rasa syukur dan haru atas selesainya proses pembangunan kembali hotel tersebut.
Ia menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga cerminan dari perjuangan dan keyakinan untuk bangkit.
“Kalau sesuatu dikerjakan dengan hati dan kesungguhan, jangan pernah takut. Pasti akan ada jalannya,” ujar Syafruddin dengan suara bergetar.
Ia menambahkan, kehadiran kembali Grand Sya Hotel diharapkan turut mendorong pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi di Kota Palu.
“Kami ingin Palu bangkit, dan Grand Sya Hotel menjadi bagian dari perjalanan itu. Ini bukan hanya tentang bisnis, tapi tentang harapan,” tambahnya.
Warga dan pelaku usaha pariwisata menyambut baik pembukaan kembali hotel ini.
Selain menambah kapasitas akomodasi di Palu, Grand Sya Hotel juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan menjadi ruang pertemuan masyarakat. (rul)










