Ina Tobani, Maestro Kain Kulit Kayu Kulawi yang Menjaga Warisan 4.000 Tahun

By Inul Irfani 21 Nov 2025, 13:15:24 WIB Seni & Budaya
Ina Tobani, Maestro Kain Kulit Kayu Kulawi yang Menjaga Warisan 4.000 Tahun

Keterangan Gambar : Ina Tobani, maestro kain kulit kayu dari Tanah Kulawi. (Foto: IST)


Likeindonesia.com, Sigi – Kain kulit kayu resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia pada 2023. 


Tradisi yang telah bertahan sekitar 4.000 tahun ini terus diwariskan masyarakat adat, khususnya di wilayah Kulawi, Sulawesi Tengah. 

Baca Lainnya :


Di antara para penjaga tradisi, Ina Tobani menjadi figur sentral yang hingga kini masih mempertahankan keterampilan leluhur tersebut.


Ina Tobani, maestro kain kulit kayu dari Tanah Kulawi, menekuni kerajinan ini sejak lulus dari Sekolah Rakyat. Di usia 84 tahun, ia masih aktif memproduksi kain kulit kayu sebagai mata pencaharian utama. 


“Saya sudah tua, dan sudah tidak diizinkan lagi untuk ke kebun atau ke sawah. Jadi sekarang saya hanya membuat kain kulit kayu untuk dijual,” ujarnya.


Ia menjadikan hasil penjualan kain, mulai dari lembaran hingga pakaian adat, sebagai sumber penghidupan, sekaligus memenuhi kebutuhan keluarga dan merawat tiga anaknya yang sedang sakit.


Ina Tobani menyampaikan bahwa keterbatasan fisik membuatnya kini fokus pada pembuatan kain kulit kayu untuk dijual sebagai penopang hidup.


Selain memproduksi, Ina Tobani juga membentuk kelompok pengrajin yang beranggotakan warga Desa Mataue, Kulawi. 


Kelompok tersebut aktif melakukan pelatihan dan produksi, dengan pembinaan yang diberikan secara cuma-cuma sebagai wujud kecintaan pada budaya serta komitmen melestarikan pengetahuan pembuatan kain kulit kayu. 


Ia menegaskan bahwa menjaga warisan leluhur lebih penting daripada keuntungan pribadi.


Dengan pengabdian lebih dari 72 tahun, Ina Tobani menjadi simbol pelestarian budaya lokal. 


Ketekunan dan kepeduliannya membuat tradisi kain kulit kayu tetap hidup sebagai identitas masyarakat Kulawi dan bagian penting dari kekayaan budaya Sulawesi Tengah, sekaligus memastikan warisan ribuan tahun itu terus diwariskan kepada generasi penerus. (Rul/Nl)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.