- Polres Cirebon Kota Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Terkait Dugaan Peredaran Obat Keras Terbatas
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
ISPA, Radang Lambung, hingga Diabetes Masuk Deretan Penyakit Terbanyak di Sulteng

Keterangan Gambar : Suasana lobi di salah satu rumah sakit di Kota Palu. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, PALU - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah mencatat sejumlah penyakit masih mendominasi kasus kesehatan sepanjang tahun 2024.
Berdasarkan laporan Sulawesi Tengah dalam Angka 2024 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi salah satu penyakit dengan jumlah kasus terbanyak, mencapai 35.765 kasus.
Baca Lainnya :
- Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Wilayah Buol, Terasa Hingga Tolitoli dan Pohuwato
- Pemasyarakatan Sulteng Salurkan Ribuan Paket Bansos untuk Warga Terdampak Ekonomi
- Atlet Wushu Sarhan Tambah Koleksi Medali untuk Sulteng di PON Bela Diri 2025
- Aktivis Soroti Proyek Pipa Senoro Selatan, Minta Evaluasi dan Penghentian Kegiatan
- Sulteng Tambah Koleksi Medali, Karateka Tri Fachryanti Raih Perunggu di PON Bela Diri 2025
Selain ISPA, gastritis atau radang lambung juga banyak dialami masyarakat dengan 28.654 kasus, disusul diabetes melitus sebanyak 9.905 kasus. Tiga penyakit ini berada dalam daftar tujuh besar kasus tertinggi di Sulteng tahun 2024.
Sementara itu, hipertensi esensial tetap menempati urutan pertama dengan 45.537 kasus.
Adapun penyakit lainnya yang juga banyak tercatat yakni dermatitis dengan 18.177 kasus, dispepsia 9.298 kasus, dan diare 7.581 kasus.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa masalah kesehatan di Sulteng masih didominasi penyakit tidak menular, seperti hipertensi dan diabetes, disertai kasus penyakit menular seperti ISPA dan diare yang juga cukup tinggi. (Nul/Nl)










