- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
- Gubernur Sulteng Ingatkan Perusahaan untuk Tidak Abaikan Keselamatan Pekerja
- Hardiknas 2026, Pemerintah Dorong Penerapan Deep Learning di Satuan Pendidikan
- Pembayaran Honorer di Sulteng Ditarget Tertib dan Merata, Gubernur Pastikan Tanpa Ketimpangan
Mengapa Makanan Berkah Maulid Jadi Rebutan?

Keterangan Gambar : Potret masyarakat berebut mengambil makanan di acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. (Foto: TikTok @hafidz_ahkam/Tangkapan layar)
Likeindonesia.com, - Tradisi "rebutan berkat" adalah salah satu tradisi unik yang sering ditemukan dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di berbagai daerah di Indonesia.
Tradisi ini biasanya menjadi puncak dari serangkaian acara Maulid, di mana masyarakat berkumpul untuk bersalawat, mendengarkan ceramah, dan berdoa bersama, lalu diakhiri dengan berebut "berkat" atau bungkusan kenduri yang berisi makanan dan terkadang barang-barang lainnya.
Baca Lainnya :
- 5 Poin Putusan DPR Pasca Demo: Transparansi, Efisiensi, dan Penertiban Internal
- Mantan Mendikbudristek NAM Tersangka Korupsi Rp1,98 Triliun
- UU Pekerja Gig Disahkan, Ojol hingga Konten Kreator di Malaysia Kini Dilindungi Negara
- Prabowo Naikkan Pangkat Polisi yang Jadi Korban Ricuh Demo
- Sampaikan Doa dan Belasungkawa, Menag Harap Kasus Wafatnya Affan Ditangani Sesuai Hukum
Makna dan Filosofi Tradisi Rebutan Berkat
Di balik keramaian dan keseruan berebut, tradisi ini memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat, antara lain sebagai berikut:
- Mengharap Keberkahan: Kata "berkat" berasal dari bahasa Arab "barakah" yang berarti bertambahnya kebaikan. Masyarakat percaya bahwa makanan atau barang yang telah didoakan dalam acara Maulid Nabi mengandung keberkahan, sehingga mereka berebut untuk mendapatkan "berkah" tersebut.
- Ungkapan Rasa Syukur: Tradisi ini menjadi wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, terutama dengan diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi alam semesta.
- Mempererat Silaturahmi: Acara Maulid yang diakhiri dengan rebutan berkat menjadi ajang berkumpulnya masyarakat, mempererat tali silaturahmi, dan menumbuhkan rasa kebersamaan.
- Simbol Berbagi dan Sedekah: Tradisi ini merupakan media untuk bersedekah dan berbagi rezeki. Bagi mereka yang membawa "berkat" untuk didoakan, ini adalah bentuk sedekah. Sedangkan bagi yang mendapatkannya, tradisi ini mengajarkan rasa saling berbagi dan kepedulian.
Meskipun terlihat seperti "rebutan" yang acak, tradisi ini sebenarnya sarat akan nilai-nilai spiritual dan sosial yang luhur, menjadikan perayaan Maulid Nabi bukan hanya sebagai acara keagamaan, tetapi juga sebagai bagian dari warisan budaya yang memperkuat ikatan masyarakat. (Bim)




.jpg)





