- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Prabowo Naikkan Pangkat Polisi yang Jadi Korban Ricuh Demo

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo menjenguk para korban di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/9/2025). (Foto: @prabowo/Instagram)
Likeindonesia.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memastikan anggota Polri yang menjadi korban dalam kericuhan aksi demonstrasi di sejumlah daerah akan mendapat kenaikan pangkat luar biasa.
Hal itu disampaikan Prabowo usai menjenguk para korban di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/9/2025).
Baca Lainnya :
- Sampaikan Doa dan Belasungkawa, Menag Harap Kasus Wafatnya Affan Ditangani Sesuai Hukum
- LazycyberGroup
- Ahmad Sahroni Dirotasi dari Wakil Ketua Komisi III, NasDem: Bukan Gara-Gara Demo
- KPK: 8.400 Jemaah yang Sudah 14 Tahun Antre Haji Batal Berangkat 2024 karena Korupsi
- Bahlil: Tahun Depan Beli Elpiji 3 Kg Harus Pakai NIK, Warga Mampu Diminta Sadar Diri
“Saya sampaikan ke Kapolri saya minta semua petugas dinaikin pangkat. Dinaikin pangkat luar biasa karena bertugas di lapangan membela negara, membela rakyat, menghadapi anasir-anasir,” ujar Prabowo, dikutip dari Antara.
Tercatat ada 43 korban yang dirawat di RS Polri, terdiri dari lebih dari 40 aparat kepolisian dan masyarakat sipil. Sebagian besar sudah diperbolehkan pulang, namun 17 orang masih menjalani perawatan.
Dari jumlah itu, 14 di antaranya anggota Polri dan tiga warga sipil.
Beberapa korban mengalami luka berat, seperti cedera kepala hingga harus menjalani operasi pemasangan tempurung titanium, tangan putus yang berhasil disambung, hingga kerusakan ginjal akibat penganiayaan.
Selain kenaikan pangkat, Prabowo juga meminta agar para korban mendapatkan penghargaan tambahan, termasuk kesempatan pendidikan lanjutan serta dukungan penuh bagi keluarga mereka.
Presiden menegaskan bahwa polisi wajib melindungi aksi unjuk rasa yang damai. Namun, ia menyebut sejumlah demonstrasi telah disusupi kelompok perusuh yang berniat merusak fasilitas publik dan melukai aparat.
“Niatnya bukan menyampaikan pendapat, niatnya adalah bikin rusuh, mengganggu kehidupan rakyat, menghancurkan upaya pembangunan nasional,” tegasnya. (Nul)










