- 8 Tahun Dikira Meninggal akibat Tsunami Palu, Jumaidin Tiba-tiba Pulang ke Kampung di Tojo Una-Una
- Tips Memilih Restoran untuk Makan Bersama Saat di Pusat Perbelanjaan
- Dua Hari Tak Berangkat Kerja, Perempuan 29 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Tondo
- Jemaah Haji Sulteng Diusulkan Tak Lagi Menginap di Balikpapan pada 2027
- Hampir 4 Ribu Orang di Sulteng Tercatat Positif HIV, Hanya 57 Persen Jalani Pengobatan
- Jaga Kelestarian Ikan Endemik, DKP Sulteng Minta Penebaran Nila di Danau Poso Dievaluasi
- Awal Musim Hujan di Indonesia Tak Serentak, Sulteng Masuk Daerah yang Mulai Hujan Oktober
- Sulteng Jadi Tuan Rumah Tanwir Muhammadiyah, Presiden Prabowo Diagendakan Hadir
- Muhammadiyah Tekankan Karhutla Tak Boleh Dinormalisasi sebagai Bencana Tahunan
- Festival Tende Ditunda, Rencana Tabligh Akbar sebagai Pengganti Disambut Baik Wamenag
Prabowo Naikkan Pangkat Polisi yang Jadi Korban Ricuh Demo

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo menjenguk para korban di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/9/2025). (Foto: @prabowo/Instagram)
Likeindonesia.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memastikan anggota Polri yang menjadi korban dalam kericuhan aksi demonstrasi di sejumlah daerah akan mendapat kenaikan pangkat luar biasa.
Hal itu disampaikan Prabowo usai menjenguk para korban di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/9/2025).
Baca Lainnya :
- Sampaikan Doa dan Belasungkawa, Menag Harap Kasus Wafatnya Affan Ditangani Sesuai Hukum
- LazycyberGroup
- Ahmad Sahroni Dirotasi dari Wakil Ketua Komisi III, NasDem: Bukan Gara-Gara Demo
- KPK: 8.400 Jemaah yang Sudah 14 Tahun Antre Haji Batal Berangkat 2024 karena Korupsi
- Bahlil: Tahun Depan Beli Elpiji 3 Kg Harus Pakai NIK, Warga Mampu Diminta Sadar Diri
“Saya sampaikan ke Kapolri saya minta semua petugas dinaikin pangkat. Dinaikin pangkat luar biasa karena bertugas di lapangan membela negara, membela rakyat, menghadapi anasir-anasir,” ujar Prabowo, dikutip dari Antara.
Tercatat ada 43 korban yang dirawat di RS Polri, terdiri dari lebih dari 40 aparat kepolisian dan masyarakat sipil. Sebagian besar sudah diperbolehkan pulang, namun 17 orang masih menjalani perawatan.
Dari jumlah itu, 14 di antaranya anggota Polri dan tiga warga sipil.
Beberapa korban mengalami luka berat, seperti cedera kepala hingga harus menjalani operasi pemasangan tempurung titanium, tangan putus yang berhasil disambung, hingga kerusakan ginjal akibat penganiayaan.
Selain kenaikan pangkat, Prabowo juga meminta agar para korban mendapatkan penghargaan tambahan, termasuk kesempatan pendidikan lanjutan serta dukungan penuh bagi keluarga mereka.
Presiden menegaskan bahwa polisi wajib melindungi aksi unjuk rasa yang damai. Namun, ia menyebut sejumlah demonstrasi telah disusupi kelompok perusuh yang berniat merusak fasilitas publik dan melukai aparat.
“Niatnya bukan menyampaikan pendapat, niatnya adalah bikin rusuh, mengganggu kehidupan rakyat, menghancurkan upaya pembangunan nasional,” tegasnya. (Nul)










