- 8 Tahun Dikira Meninggal akibat Tsunami Palu, Jumaidin Tiba-tiba Pulang ke Kampung di Tojo Una-Una
- Tips Memilih Restoran untuk Makan Bersama Saat di Pusat Perbelanjaan
- Dua Hari Tak Berangkat Kerja, Perempuan 29 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Tondo
- Jemaah Haji Sulteng Diusulkan Tak Lagi Menginap di Balikpapan pada 2027
- Hampir 4 Ribu Orang di Sulteng Tercatat Positif HIV, Hanya 57 Persen Jalani Pengobatan
- Jaga Kelestarian Ikan Endemik, DKP Sulteng Minta Penebaran Nila di Danau Poso Dievaluasi
- Awal Musim Hujan di Indonesia Tak Serentak, Sulteng Masuk Daerah yang Mulai Hujan Oktober
- Sulteng Jadi Tuan Rumah Tanwir Muhammadiyah, Presiden Prabowo Diagendakan Hadir
- Muhammadiyah Tekankan Karhutla Tak Boleh Dinormalisasi sebagai Bencana Tahunan
- Festival Tende Ditunda, Rencana Tabligh Akbar sebagai Pengganti Disambut Baik Wamenag
Menkeu Purbaya: Dana Rp 200 Triliun Dipindahkan dari BI ke Perbankan

Keterangan Gambar : Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Youtube Sekretariat Presiden/Tangkapan layar)
Likeindonesia.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan penempatan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun di perbankan. Dana tersebut dipindahkan dari Bank Indonesia (BI) dan disalurkan ke lima bank nasional.
Menurut Purbaya, penyaluran dana terbesar diberikan kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Bank Mandiri, BNI, dan BRI masing-masing memperoleh Rp 55 triliun, sementara BTN mendapat Rp 25 triliun. Adapun PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperoleh Rp 10 triliun.
Baca Lainnya :
- Pajak Pegawai Hotel dan Kafe Bakal Ditanggung Pemerintah hingga Akhir 2025
- Timur Jauh Rusia Diguncang Gempa M 7,4 , Peringatan Tsunami Berlaku
- Gen Z Jadi Kelompok Paling Banyak Menganggur di Indonesia
- Menko Kumham Imipas Yusril: Institusi Negara Tak Bisa Gugat Warga Sipil soal Pencemaran Nama Baik
- 27 September Kini Resmi Jadi Hari Komedi Nasional, Bertepatan dengan Ultah Bing Slamet
“(BSI ikut) karena dia satu-satunya bank yang punya akses ke Aceh, supaya dananya juga bisa dimanfaatkan di sana,” ujar Purbaya kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (12/9/2025), dikutip dari finance.detik.com.
Ia menjelaskan penempatan dana tersebut dilakukan dalam bentuk deposit on call, yaitu simpanan yang dapat ditarik kapan saja setelah pemberitahuan terlebih dahulu.
Purbaya menekankan bahwa bank penerima tidak diperbolehkan menggunakan dana ini untuk membeli surat berharga negara (SBN). Dana harus diarahkan untuk penyaluran kredit agar mendorong perputaran ekonomi.
“Tujuannya itu menciptakan likuiditas di sistem finansial sehingga mereka terpaksa memberi kredit dan ekonomi akan bergerak,” tegasnya. (Bim/Nl)










