- Karyawan Kafe di Palu Ditemukan Tewas Terjepit di Lift Barang, Jenazah Dipulangkan ke Tada
- KONI Sulteng Mulai Matangkan Persiapan Hadapi PON Pantai 2026
- Skema Bansos Berubah! Mulai 2027, Penerima Bakal Dapat Transfer Tunai
- Penerbangan Bandara IMIP ke Palu Resmi Beroperasi, Waktu Tempuh Hanya 45 Menit
- Ratusan PPPK Nakes Sulteng Minta Kepastian Status, Gubernur Langsung Hubungi Wamenkes
- Pertamina Minta Maaf, Rencana Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli BBM Subsidi Dibatalkan
- 318 Kebakaran Terjadi di Palu hingga Agustus 2026, Mantikulore Tertinggi
- Mulai 15 September, Isi Biosolar di Sejumlah SPBU Wajib Bawa STNK
- Siap-Siap! Harga Tiket Pesawat Bisa Makin Mahal, Ini Aturan Baru Kemenhub
- Piala Soeratin Sulteng Resmi Bergulir, Gubernur Dorong Pembinaan Berjenjang Menuju PON 2028
Menkeu Purbaya: Dana Rp 200 Triliun Dipindahkan dari BI ke Perbankan

Keterangan Gambar : Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Youtube Sekretariat Presiden/Tangkapan layar)
Likeindonesia.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan penempatan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun di perbankan. Dana tersebut dipindahkan dari Bank Indonesia (BI) dan disalurkan ke lima bank nasional.
Menurut Purbaya, penyaluran dana terbesar diberikan kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Bank Mandiri, BNI, dan BRI masing-masing memperoleh Rp 55 triliun, sementara BTN mendapat Rp 25 triliun. Adapun PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperoleh Rp 10 triliun.
Baca Lainnya :
- Pajak Pegawai Hotel dan Kafe Bakal Ditanggung Pemerintah hingga Akhir 2025
- Timur Jauh Rusia Diguncang Gempa M 7,4 , Peringatan Tsunami Berlaku
- Gen Z Jadi Kelompok Paling Banyak Menganggur di Indonesia
- Menko Kumham Imipas Yusril: Institusi Negara Tak Bisa Gugat Warga Sipil soal Pencemaran Nama Baik
- 27 September Kini Resmi Jadi Hari Komedi Nasional, Bertepatan dengan Ultah Bing Slamet
“(BSI ikut) karena dia satu-satunya bank yang punya akses ke Aceh, supaya dananya juga bisa dimanfaatkan di sana,” ujar Purbaya kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (12/9/2025), dikutip dari finance.detik.com.
Ia menjelaskan penempatan dana tersebut dilakukan dalam bentuk deposit on call, yaitu simpanan yang dapat ditarik kapan saja setelah pemberitahuan terlebih dahulu.
Purbaya menekankan bahwa bank penerima tidak diperbolehkan menggunakan dana ini untuk membeli surat berharga negara (SBN). Dana harus diarahkan untuk penyaluran kredit agar mendorong perputaran ekonomi.
“Tujuannya itu menciptakan likuiditas di sistem finansial sehingga mereka terpaksa memberi kredit dan ekonomi akan bergerak,” tegasnya. (Bim/Nl)










