- Resmi Diumumkan! Tunjangan Guru Naik, Non-ASN Jadi Rp 2 Juta dan ASN Setara Gaji Pokok
- Wagub Sulteng Lantik Dokter Ahli Utama, Dukung Transformasi RS Undata Berstandar Internasional
- DPRD Kota Palu Desak Pemkot Perkuat Koordinasi dalam Penyusunan Tata Ruang
- DPRD Palu Sahkan Hasil Evaluasi LKPJ 2025, 37 Rekomendasi Diserahkan ke Pemkot
- DPRD Palu Desak Pemkot Tuntaskan Masalah Lahan Tidur dan Air Bersih di Dua Kelurahan
- DPRD Palu Soroti Overkapasitas RS, Biaya Visum, dan Denda BPJS yang Bebani Warga
- Dari Huntap hingga Pajak Daerah, DPRD Palu Paparkan Hasil Kerja Caturwulan I
- 8 Rumah Sakit Swasta di Palu Terancam Tak Bisa Beroperasi, DPRD Soroti Masalah Perizinan
- Abdurahim Nasar Al-Amri Soroti Mandeknya RDTR, DPRD Palu Siap Koordinasi Ulang ke Pusat
- Ribuan Izin Usaha Tertolak, DPRD Kota Palu Cari Solusi Sengkarut Perizinan OSS yang Terkendala KBLI
Museum Sulawesi Tengah Jadi Ruang Edukasi Sejarah bagi Pelajar

Keterangan Gambar : Sejumlah pelajar mengunjungi Museum Sulawesi Tengah di Jalan Kemiri, Kota Palu, Kamis (17/10/2025). (Foto: Syahrul/Likeindonesia,com)
Likeindonesia.com, Palu – Museum Sulawesi Tengah menjadi salah satu sarana edukasi sejarah yang banyak dimanfaatkan oleh pelajar dan masyarakat umum di Kota Palu.
Berdiri sejak tahun 1977, museum ini dibangun sebagai upaya pelestarian benda-benda cagar budaya yang tersebar di wilayah Sulawesi Tengah.
Baca Lainnya :
- Harga Tomat Anjlok di Palu, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli
- Masjid Raya Baitul Khairat Catat Dua Rekor MURI, Kubah dan Jam Analog Terbesar di Indonesia
- Atasi Lonjakan Pasien Pagi Hari, RSUD Anutapura Luncurkan Poliklinik Sore Eksekutif
- PBSI Buol Dukung Pembinaan Lapas Leok, Pesan Piala Karya Warga Binaan
- Masalah Lahan di Beberapa Wilayah Sulteng Mulai Terurai, Ini Kata Satgas PKA
Pemandu Museum Sulawesi Tengah, Ikram, menjelaskan bahwa gagasan pendirian museum telah muncul sejak awal tahun 1970-an, seiring meningkatnya perhatian terhadap pelestarian benda dan kawasan cagar budaya di daerah ini.
“Potensi benda-benda cagar budaya termasuk kawasan cagar budaya yang ada di Sulawesi Tengah ini, maka ada inisiatif untuk mengusungkan ke pemerintah pusat, sekitar tahun 1972, kemudian diusulkan dari sana bahwa memang Sulawesi Tengah butuh fasilitas yang namanya museum,” jelas Ikram kepada Likeindonesia.com, Kamis (17/10/2025).
Hingga kini, Museum Sulawesi Tengah telah mengoleksi lebih dari 7.300 benda bersejarah yang dikelompokkan ke dalam sepuluh jenis koleksi.
“Dari beberapa koleksi yang sudah didata, sampai sekarang perkembangannya Museum Sulawesi Tengah sudah mengoleksi kurang lebih 7.339 koleksi. Dari semua koleksi yang dikumpulkan dikelompokkan ke 10 jenis koleksi,” kata Ikram.
Adapun sepuluh jenis koleksi tersebut meliputi geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika-heraldika, filologika, keramologika, seni rupa, dan teknologika.
Seluruh koleksi tersebut dipamerkan di Gedung Pameran Tetap I dan II, sementara sebagian lainnya disimpan untuk kepentingan penelitian dan perawatan.
Ikram menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pengunjung museum mengalami peningkatan, terutama dari kalangan pelajar.
Ia mengatakan, siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, secara rutin berkunjung untuk mengenal langsung peninggalan sejarah daerah.
“Dari tahun ke tahun kita ada peningkatan dari sisi pengunjung, utamanya dari kalangan anak sekolah, dari jenjang SD sampai perguruan tinggi, bahkan TK juga ada, kemudian dari masyarakat umum, peneliti,” ujarnya.
Guru Sejarah SMKN 2 Palu, Meiriany Ba’dung, menilai keberadaan museum memiliki peran penting dalam proses pembelajaran sejarah di sekolah.
“Peran museum khususnya dalam proses pembelajaran sejarah, adalah sebagai salah satu media belajar,” ujarnya.
Menurutnya, koleksi yang ada di museum memberikan kesempatan bagi siswa untuk melihat langsung bukti peninggalan masa lalu, bukan hanya mempelajarinya melalui buku teks.
“Kami sering membawa siswa-siswa kami di sini untuk melihat langsung koleksi-koleksi khususnya pada zaman purba, yang ada kaitannya dengan peninggalan-peninggalan di Sulawesi Tengah,” tambah Meiriany.
Dengan koleksi dan peran edukatifnya, Museum Sulawesi Tengah diharapkan dapat terus menjadi sumber pengetahuan sejarah sekaligus sarana menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya daerah. (Rul/Nl)










