- Resmi Diumumkan! Tunjangan Guru Naik, Non-ASN Jadi Rp 2 Juta dan ASN Setara Gaji Pokok
- Wagub Sulteng Lantik Dokter Ahli Utama, Dukung Transformasi RS Undata Berstandar Internasional
- DPRD Kota Palu Desak Pemkot Perkuat Koordinasi dalam Penyusunan Tata Ruang
- DPRD Palu Sahkan Hasil Evaluasi LKPJ 2025, 37 Rekomendasi Diserahkan ke Pemkot
- DPRD Palu Desak Pemkot Tuntaskan Masalah Lahan Tidur dan Air Bersih di Dua Kelurahan
- DPRD Palu Soroti Overkapasitas RS, Biaya Visum, dan Denda BPJS yang Bebani Warga
- Dari Huntap hingga Pajak Daerah, DPRD Palu Paparkan Hasil Kerja Caturwulan I
- 8 Rumah Sakit Swasta di Palu Terancam Tak Bisa Beroperasi, DPRD Soroti Masalah Perizinan
- Abdurahim Nasar Al-Amri Soroti Mandeknya RDTR, DPRD Palu Siap Koordinasi Ulang ke Pusat
- Ribuan Izin Usaha Tertolak, DPRD Kota Palu Cari Solusi Sengkarut Perizinan OSS yang Terkendala KBLI
Harga Tomat Anjlok di Palu, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli

Keterangan Gambar : Muhammad Yunus, salah satu pedagang tomat di Pasar Tradisional Inpres Manonda Palu. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Harga tomat di sejumlah pasar tradisional di Kota Palu merosot tajam dalam dua pekan terakhir.
Anjloknya harga disebabkan menurunnya daya beli masyarakat dan lesunya permintaan dari luar daerah, sementara pasokan dari petani terus melimpah.
Baca Lainnya :
- Masjid Raya Baitul Khairat Catat Dua Rekor MURI, Kubah dan Jam Analog Terbesar di Indonesia
- Atasi Lonjakan Pasien Pagi Hari, RSUD Anutapura Luncurkan Poliklinik Sore Eksekutif
- Masalah Lahan di Beberapa Wilayah Sulteng Mulai Terurai, Ini Kata Satgas PKA
- Bukan Palu, Bangkep dan Balut Jadi Daerah Paling Gemar Membaca di Sulteng
- Baznas Palu Salurkan Bantuan Rp186 Juta untuk 319 Warga Palu Barat
Di tingkat pedagang besar, harga tomat kini hanya berkisar Rp2.500 hingga Rp3.000 per kilogram.
Padahal, sebelumnya sempat bertahan di harga Rp5.000 per kilogram.
“Benar turun merosot, harga standar dari kebun itu Rp2.500, bongkaran jadi Rp3.000 per kilo. Sudah hampir setengah bulan harga turun,” kata Muhammad Yunus, salah satu pedagang tomat di Pasar Tradisional Inpres Manonda Palu, saat diwawancarai media ini Kamis (16/10) siang.
Ia menyebut, penurunan harga diduga karena kondisi ekonomi masyarakat yang belum pulih dan sepinya pembeli.
“Mungkin dari faktor ekonomi, pembeli tidak ada,” ujarnya.
Kondisi serupa juga dirasakan pedagang lainnya, Nurhayati, yang kini menjual tomat eceran seharga Rp4.000 per kilogram.
Menurutnya, harga tersebut jauh lebih rendah dibanding bulan lalu yang mencapai Rp10.000 per kilogram.
“Turun sekali tomat, itu harga sekarang eceran sisa Rp4.000 per kilogramnya. Sudah ada barangkali satu minggu ini,” ungkap Nurhayati.
Ia menuturkan, anjloknya harga terjadi karena tidak adanya permintaan dari luar daerah, yang biasanya membantu menjaga stabilitas harga.
“Tidak ada permintaan dari luar. Kalau ada permintaan dari luar naik harga,” katanya.
Dari pantauan di lapangan, pasokan tomat di pasar tradisional Palu masih terus berdatangan dari sejumlah sentra pertanian di Palolo, Biromaru, dan Napu.
Namun, melimpahnya stok tidak diimbangi dengan permintaan pasar, sehingga harga kian tertekan. (Rul/Nl)










