- Karyawan Kafe di Palu Ditemukan Tewas Terjepit di Lift Barang, Jenazah Dipulangkan ke Tada
- KONI Sulteng Mulai Matangkan Persiapan Hadapi PON Pantai 2026
- Skema Bansos Berubah! Mulai 2027, Penerima Bakal Dapat Transfer Tunai
- Penerbangan Bandara IMIP ke Palu Resmi Beroperasi, Waktu Tempuh Hanya 45 Menit
- Ratusan PPPK Nakes Sulteng Minta Kepastian Status, Gubernur Langsung Hubungi Wamenkes
- Pertamina Minta Maaf, Rencana Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli BBM Subsidi Dibatalkan
- 318 Kebakaran Terjadi di Palu hingga Agustus 2026, Mantikulore Tertinggi
- Mulai 15 September, Isi Biosolar di Sejumlah SPBU Wajib Bawa STNK
- Siap-Siap! Harga Tiket Pesawat Bisa Makin Mahal, Ini Aturan Baru Kemenhub
- Piala Soeratin Sulteng Resmi Bergulir, Gubernur Dorong Pembinaan Berjenjang Menuju PON 2028
Palu Barat Jadi Pilot Project Nasional, Angka Stunting Turun Signifikan Lewat Program Genting
.jpg)
Keterangan Gambar : Kecamatan Palu Barat menjadi salah satu wilayah di Kota Palu yang berhasil menekan angka stunting secara signifikan melalui pelaksanaan program Genting dari BKKBN. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Kecamatan Palu Barat menjadi salah satu wilayah di Kota Palu yang berhasil menekan angka stunting secara signifikan melalui pelaksanaan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dari BKKBN.
Camat Palu Barat, Khomaeni, menyebut, wilayahnya kini ditetapkan sebagai pilot project nasional karena dinilai berhasil menjalankan intervensi gizi dan pendampingan keluarga berisiko stunting.
Baca Lainnya :
- Program “Genting” di Kelurahan Baru, Bentuk Kepedulian PKK dan BKKBN Tekan Stunting
- Turnamen Tenis Rektor Untad Cup II Diminati 15 Provinsi
- Program Berani Cerdas Sulteng Siap Buka Beasiswa S2 Tahun Depan
- Sensor Film Hadapi Tantangan Era Digital, LSF Dorong Revisi UU Perfilman
- Sudah Diusulkan, Guru Tua Belum Juga Jadi Pahlawan Nasional
“Alhamdulillah Palu Barat ini dijadikan pilot project contoh untuk penanganan stunting. Selama satu bulan terakhir kami melakukan intervensi langsung kepada anak-anak di bawah dua tahun, mulai dari pendataan, pembelanjaan bahan makanan, sampai distribusi yang diserahkan sepenuhnya kepada PKK di enam kelurahan,” katanya kepada media ini diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (13/11) siang.
Sebelum program dijalankan, tercatat ada 99 anak stunting di Palu Barat.
Setelah dilakukan pendataan ulang dan intervensi gizi, jumlah itu kini tersisa 23 anak yang masih dalam tahap pendampingan selama tiga bulan.
“Dari 99 itu kami temukan hanya 23 yang tersebar di enam kelurahan. Anak-anak inilah yang menjadi target kita untuk menaikkan berat badan dan tinggi badan mereka,” lanjutnya.
Hasil positif ini mendapat perhatian langsung dari tim Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kemendagri yang datang memantau ke lapangan.
“Alhamdulillah, mereka mengecek langsung ke beberapa kelurahan dan hasilnya program kita dinilai efektif. Bahkan, kelurahan di Palu Barat dijadikan contoh untuk seluruh kelurahan di Indonesia,” ujar Khomaeni.
Keberhasilan ini juga membuat Kota Palu menerima penghargaan sebagai daerah dengan penurunan angka stunting tertinggi di Sulawesi Tengah, sekaligus mendapat tambahan dana fiskal sebesar Rp6,1 miliar dari pemerintah pusat.
Sementara itu, koordinator PKB BKKBN Kecamatan Palu Barat, Abdul Aziz, mengungkapkan, program Genting terbukti efektif karena mengedepankan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat.
“Program Genting ini diturunkan oleh BKKBN RI untuk mengatasi angka stunting yang masih tinggi. Kami berkomitmen memberikan dukungan kepada keluarga berisiko stunting bersama pemerintah kota, PKK, dan pihak swasta,” ujarnya.
Melalui kolaborasi itu, angka stunting di Palu Barat turun drastis dari hampir 100 kasus menjadi 23 kasus.
“Harapannya, Kecamatan Palu Barat bisa mencapai angka zero stunting, sehingga generasi kita menjadi generasi yang sehat dan berkualitas,” tutupnya.
Program Genting merupakan langkah nyata BKKBN dalam mempercepat penurunan angka stunting nasional dengan menggerakkan potensi daerah, lembaga swasta, dan komunitas seperti PKK agar bersama-sama menciptakan generasi emas Indonesia. (Rul/Nl)










