- Kampung Baru Fair Absen Tahun Ini, Lebaran Mandura Tetap Jalan di Masjid Jami
- Packing House Durian di Parimo Resmi Beroperasi, Buka Peluang Ekspor dan Serapan Tenaga Kerja
- Haul Akbar Guru Tua ke-58 di Palu Siap Digelar, Diperkirakan Dihadiri 75 Ribu Jamaah
- MBG Mau Dikurangi Jadi 5 Hari, Purbaya Sebut Bisa Hemat Rp 40 Triliun
- Polresta Palu Soroti Dugaan Teror Penyiraman Air Keras ke Kendaraan Warga di Palu
- Puncak Arus Balik, 2.888 Penumpang Melintas di Pelabuhan Pantoloan
- Fathur Razaq Gelar Halal Bihalal di Jogja untuk Warga Sulteng di Rantau
- Arus Balik Lebaran di Terminal Mamboro Naik 120 Persen, Puncak Terjadi pada H+2
- Dua Remaja Dilaporkan Hilang Saat Mendaki Gunung Dako di Tolitoli
- Aktivis dan Mahasiswa di Sulteng Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
Program Berani Cerdas Sulteng Siap Buka Beasiswa S2 Tahun Depan
.jpg)
Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati V. Windarusliana. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memastikan program Beasiswa Berani Cerdas akan terus berlanjut hingga tahun depan, dengan rencana perluasan untuk jenjang pendidikan magister (S2).
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati V. Windarusliana, mengatakan program yang telah berjalan delapan bulan itu akan mulai membuka peluang beasiswa bagi mahasiswa S2, dengan fokus pada bidang keahlian tertentu yang dibutuhkan daerah.
Baca Lainnya :
- Sensor Film Hadapi Tantangan Era Digital, LSF Dorong Revisi UU Perfilman
- Sudah Diusulkan, Guru Tua Belum Juga Jadi Pahlawan Nasional
- Dua Spesialis Curanmor Ditangkap, Puluhan Motor Diamankan Polisi
- Pelaku Penganiayaan Berujung Maut di Palu Serahkan Diri ke Polisi
- Indeks Literasi Sulteng Naik Signifikan, Kini Masuk 20 Besar Nasional
“Untuk S2, kami memprioritaskan bidang-bidang yang dibutuhkan daerah. Seperti dokter spesialis, pertambangan, dan tenaga profesional lainnya,” ujar Yudiawati di Palu, diwawancarai media ini di Palu, Senin (11/11) pagi.
Menurutnya, berbeda dengan beasiswa S1 yang memiliki jalur afirmasi bagi mahasiswa kurang mampu, program S2 akan berbasis prestasi akademik dan kompetensi tambahan.
Penerima beasiswa juga akan diikat dengan kewajiban mengabdi di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan.
“Setelah selesai pendidikan, mereka wajib kembali mengabdi di daerah asal sesuai masa pengabdian yang ditentukan,” jelasnya.
Untuk penerima beasiswa dokter spesialis, kata Yudiawati, pemerintah akan menerapkan sistem pengabdian dengan rumus N×2, di mana N merupakan lama masa studi.
Misalnya, bila masa studi berlangsung lima tahun, maka penerima wajib mengabdi selama sepuluh tahun di daerah penempatan.
Bidang profesi seperti notariat, keperawatan profesi, dan bidang nuklir juga akan dimasukkan dalam kategori S2 dan setara.
“Prinsipnya, untuk jenjang S2 ke atas, beasiswa diberikan sesuai kebutuhan dan kekhususan profesi,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk jenjang S1, program Berani Cerdas masih terus berjalan dengan tingkat partisipasi tinggi.
Hingga kini, jumlah pendaftar ber-KTP Sulawesi Tengah mencapai 58.276 orang, dengan 24.398 di antaranya telah mengunggah berkas, dan 18.724 mahasiswa telah menerima penyaluran beasiswa.
Yudiawati menyebut, pendaftaran beasiswa tidak pernah ditutup.
Hanya saja, bagi peserta yang belum melengkapi berkas hingga 25 November 2025, proses pencairan akan dilakukan pada semester berikutnya di bulan Januari 2026.
“Pendaftaran tidak pernah kami tutup. Hanya saja, bagi yang belum melengkapi berkas sampai batas waktu, pembiayaan akan dimasukkan ke semester depan,” tegasnya.
Dinas Pendidikan menargetkan, hingga akhir November, jumlah penerima beasiswa dapat mencapai 25.000 mahasiswa.
Namun, jika waktu tidak mencukupi, realisasi diperkirakan berkisar antara 22.000 hingga 24.000 penerima.
Meski tahun depan dana transfer daerah dipastikan berkurang hampir satu triliun rupiah, Yudiawati memastikan program Berani Cerdas tidak terdampak signifikan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, kata dia, tetap menempatkan program tersebut sebagai prioritas utama dari sembilan program unggulan Gubernur.
“Sejauh ini kami belum menerima informasi adanya pengurangan pembiayaan. Gubernur tetap berkomitmen menjadikan program Berani Cerdas sebagai prioritas pertama,” pungkasnya. (Rul/Nl)










