- Karyawan Kafe di Palu Ditemukan Tewas Terjepit di Lift Barang, Jenazah Dipulangkan ke Tada
- KONI Sulteng Mulai Matangkan Persiapan Hadapi PON Pantai 2026
- Skema Bansos Berubah! Mulai 2027, Penerima Bakal Dapat Transfer Tunai
- Penerbangan Bandara IMIP ke Palu Resmi Beroperasi, Waktu Tempuh Hanya 45 Menit
- Ratusan PPPK Nakes Sulteng Minta Kepastian Status, Gubernur Langsung Hubungi Wamenkes
- Pertamina Minta Maaf, Rencana Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli BBM Subsidi Dibatalkan
- 318 Kebakaran Terjadi di Palu hingga Agustus 2026, Mantikulore Tertinggi
- Mulai 15 September, Isi Biosolar di Sejumlah SPBU Wajib Bawa STNK
- Siap-Siap! Harga Tiket Pesawat Bisa Makin Mahal, Ini Aturan Baru Kemenhub
- Piala Soeratin Sulteng Resmi Bergulir, Gubernur Dorong Pembinaan Berjenjang Menuju PON 2028
Program Berani Cerdas Sulteng Siap Buka Beasiswa S2 Tahun Depan
.jpg)
Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati V. Windarusliana. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memastikan program Beasiswa Berani Cerdas akan terus berlanjut hingga tahun depan, dengan rencana perluasan untuk jenjang pendidikan magister (S2).
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati V. Windarusliana, mengatakan program yang telah berjalan delapan bulan itu akan mulai membuka peluang beasiswa bagi mahasiswa S2, dengan fokus pada bidang keahlian tertentu yang dibutuhkan daerah.
Baca Lainnya :
- Sensor Film Hadapi Tantangan Era Digital, LSF Dorong Revisi UU Perfilman
- Sudah Diusulkan, Guru Tua Belum Juga Jadi Pahlawan Nasional
- Dua Spesialis Curanmor Ditangkap, Puluhan Motor Diamankan Polisi
- Pelaku Penganiayaan Berujung Maut di Palu Serahkan Diri ke Polisi
- Indeks Literasi Sulteng Naik Signifikan, Kini Masuk 20 Besar Nasional
“Untuk S2, kami memprioritaskan bidang-bidang yang dibutuhkan daerah. Seperti dokter spesialis, pertambangan, dan tenaga profesional lainnya,” ujar Yudiawati di Palu, diwawancarai media ini di Palu, Senin (11/11) pagi.
Menurutnya, berbeda dengan beasiswa S1 yang memiliki jalur afirmasi bagi mahasiswa kurang mampu, program S2 akan berbasis prestasi akademik dan kompetensi tambahan.
Penerima beasiswa juga akan diikat dengan kewajiban mengabdi di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan.
“Setelah selesai pendidikan, mereka wajib kembali mengabdi di daerah asal sesuai masa pengabdian yang ditentukan,” jelasnya.
Untuk penerima beasiswa dokter spesialis, kata Yudiawati, pemerintah akan menerapkan sistem pengabdian dengan rumus N×2, di mana N merupakan lama masa studi.
Misalnya, bila masa studi berlangsung lima tahun, maka penerima wajib mengabdi selama sepuluh tahun di daerah penempatan.
Bidang profesi seperti notariat, keperawatan profesi, dan bidang nuklir juga akan dimasukkan dalam kategori S2 dan setara.
“Prinsipnya, untuk jenjang S2 ke atas, beasiswa diberikan sesuai kebutuhan dan kekhususan profesi,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk jenjang S1, program Berani Cerdas masih terus berjalan dengan tingkat partisipasi tinggi.
Hingga kini, jumlah pendaftar ber-KTP Sulawesi Tengah mencapai 58.276 orang, dengan 24.398 di antaranya telah mengunggah berkas, dan 18.724 mahasiswa telah menerima penyaluran beasiswa.
Yudiawati menyebut, pendaftaran beasiswa tidak pernah ditutup.
Hanya saja, bagi peserta yang belum melengkapi berkas hingga 25 November 2025, proses pencairan akan dilakukan pada semester berikutnya di bulan Januari 2026.
“Pendaftaran tidak pernah kami tutup. Hanya saja, bagi yang belum melengkapi berkas sampai batas waktu, pembiayaan akan dimasukkan ke semester depan,” tegasnya.
Dinas Pendidikan menargetkan, hingga akhir November, jumlah penerima beasiswa dapat mencapai 25.000 mahasiswa.
Namun, jika waktu tidak mencukupi, realisasi diperkirakan berkisar antara 22.000 hingga 24.000 penerima.
Meski tahun depan dana transfer daerah dipastikan berkurang hampir satu triliun rupiah, Yudiawati memastikan program Berani Cerdas tidak terdampak signifikan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, kata dia, tetap menempatkan program tersebut sebagai prioritas utama dari sembilan program unggulan Gubernur.
“Sejauh ini kami belum menerima informasi adanya pengurangan pembiayaan. Gubernur tetap berkomitmen menjadikan program Berani Cerdas sebagai prioritas pertama,” pungkasnya. (Rul/Nl)










