- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
- Aktivitas Gempa di Sulteng Menurun, BMKG Catat 282 Kejadian dalam Sepekan
Pemerintah Targetkan Pendapatan Rata-Rata Warga RI Jadi Rp 7,6 Juta Per Bulan di 2026

Keterangan Gambar : Ilustrasi uang kertas pecahan Rp100 ribu. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Jakarta – Pemerintah menargetkan rata rata pendapatan warga Indonesia sebesar Rp 7,6 juta per bulan di tahun 2026. Target ini ditetapkan melalui kesepakatan antara pemerintah dan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) dengan menambahkan sejumlah indikator kesejahteraan baru dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Salah satu indikator yang dimaksud adalah Gross National Income atau GNI per kapita sebesar 5.520 dollar Amerika Serikat atau setara Rp 91,99 juta per tahun, atau sekitar Rp 7,66 juta per bulan per orang.
Baca Lainnya :
- Ahmad Ali Disebut Bakal Jadi Ketua Harian PSI, Hadiri Pelantikan di Jakarta
- Resmi Ditetapkan, Muhammadiyah Mulai Puasa Ramadan 2026 Tanggal 18 Februari
- Sulteng Jadi Sentra Produksi Cengkeh Kering Terbesar di Indonesia
- MALZ HERE
- Wajib Tahu! SE Kemnaker Tegaskan Good Looking dan Tinggi Badan Tak Boleh Jadi Syarat Lowongan Kerja
“Gross National Income per kapita sebagai indikator pendapatan rata-rata warga negara,” ujar Ketua Banggar DPR Said Abdullah dalam Sidang Paripurna, Selasa (23/9/2025).
Selain GNI per kapita, pemerintah juga menambahkan dua indikator kesejahteraan baru dalam APBN 2026, yaitu Indeks Kesejahteraan Petani dan penciptaan lapangan kerja formal.
Said menjelaskan, Indeks Kesejahteraan Petani merupakan penyempurnaan dari instrumen Nilai Tukar Petani dan Nilai Tukar Nelayan.
Sedangkan penciptaan lapangan kerja formal digunakan untuk mengukur proporsi angkatan kerja yang bekerja secara berkualitas.
“Keseluruhan indikator kesejahteraan di atas kita gunakan untuk melihat seberapa besar dampak kegiatan pembangunan,” ujarnya.
Adapun sejumlah indikator pembangunan yang disepakati dalam APBN 2026 antara lain:
- Tingkat Pengangguran Terbuka: 4,44 sampai 4,96 persen
- Tingkat Kemiskinan: 6,5 sampai 7,5 persen
- Tingkat Kemiskinan Ekstrem: 0 sampai 0,5 persen
- Indeks Gini: 0,377 sampai 0,380
- Indeks Modal Manusia: 0,57
- Indeks Kesejahteraan Petani: 0,7731
- Penciptaan Lapangan Kerja Formal: 37,95 persen
- Gross National Income per kapita: 5.520 dollar Amerika Serikat
- Penurunan Intensitas Emisi Gas Rumah Kaca: 37,14 persen
- Indeks Kualitas Lingkungan Hidup: 76,67
(Nul/Nl)










