- Tak Hanya Pertalite, Pembeli LPG 3 Kg Juga Bakal Diatur Berdasarkan Desil
- Polda Sulteng Ungkap Kronologi Penembakan di Jalan Tombolotutu, Berawal dari Persoalan Parkir
- BMKG Catat 187 Hotspot di Sulawesi Tengah, Tersebar di 8 Kabupaten
- BMKG Pastikan Asap Karhutla Kalimantan Tak Mengarah ke Palu, Arah Angin Jadi Faktor Utama
- Pra Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu Digelar, Tersangka Masuk dari Belakang Rumah
- Atasi Gangguan Suplai Pertalite di SPBU Palu, Pertamina Andalkan Pasokan dari Poso dan Bau-Bau
- Reses Anggota DPRD Kota Palu, Erman Lakuana Serap Aspirasi Warga Palu Timur dan Mantikulore
- Pemprov Sulteng Pastikan Pertalite di Palu Kembali Normal Usai Terjadi Kelangkaan
- Sempat Sembunyi di Gubuk Likuefaksi Balaroa, Buronan Pembunuhan Keluarga di Duyu Ditangkap
- POPDA XXIV Sulteng 2026 Resmi Bergulir, Buol Jadi Tuan Rumah
Polda Sulteng Ungkap Kronologi Penembakan di Jalan Tombolotutu, Berawal dari Persoalan Parkir

Keterangan Gambar : Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol Achmad Muhaimin. (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, PALU - Insiden penembakan di Jalan Tombolotutu Atas, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Kamis (27/8/2026) malam, bermula dari persoalan parkir yang kemudian berkembang menjadi cekcok dan perkelahian.
Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol Achmad Muhaimin menjelaskan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.40 WITA tersebut melibatkan anggota Bidpropam Polda Sulteng, Aipda AA, dan seorang warga berinisial D yang diketahui berprofesi sebagai juru parkir.
Baca Lainnya :
- Bangun Taman Baca di Lahan Sampah, Bhabinkamtibmas Diganjar Penghargaan dari Kapolda
- Puluhan Warga Palu Datangi Kantor OMC, Akun Terblokir dan Uang Tak Bisa Ditarik
- Gedung TK Kemala Bhayangkari 01 Sulteng Kembali Dibuka Usai Renovasi Total
- 352 Siswa Baru Ikuti MPLS di SMPN 4 Palu, KBM Dimulai 14 Juli
- Besok! Ketua Pembina YKB Tinjau dan Resmikan Fasilitas Pendidikan di Palu
Berdasarkan hasil investigasi awal, Aipda AA datang ke kawasan tersebut menggunakan mobil Toyota Avanza berwarna putih. Setelah keluar dari minimarket, ia disebut didatangi seorang pria yang kemudian menanyakan persoalan parkir hingga terjadi kontak fisik dan berlanjut pada perkelahian.
Dalam perkelahian itu, D disebut menyerang Aipda AA menggunakan parang ke arah wajah hingga menyebabkan luka pada tangan. Aipda AA kemudian mengeluarkan senjata api jenis HS dan melepaskan satu tembakan peringatan.
Namun, Achmad mengatakan, berdasarkan hasil investigasi awal, D masih mengejar Aipda AA dengan membawa parang. Aipda AA kemudian melepaskan sejumlah tembakan ke arah D.
Insiden tersebut juga menyebabkan seorang warga berinisial MA mengalami luka pada bagian leher yang diduga akibat terkena peluru nyasar. MA kemudian mendapat perawatan di RS Tingkat III Dr. Shindu Trisno, sedangkan Aipda AA dibawa ke RS Bhayangkara Palu.
Sementara itu, D sempat dirujuk ke RSUD Anutapura Palu sekitar pukul 23.30 WITA. Namun, D dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 02.30 WITA.
“Pimpinan dan seluruh jajaran Polda Sulteng mengucapkan turut berduka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara D dalam peristiwa yang terjadi tadi malam. Semoga almarhum mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan," ujar Achmad dalam keterangan pers, Jumat (28/8/2026).
Achmad menyatakan penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa, termasuk penggunaan senjata tajam dan senjata api dalam kejadian tersebut.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan mempercayakan proses penanganan perkara kepada kepolisian. (nul)









