Reog Ponorogo dan Jaranan Meriahkan Peringatan 51 Tahun Kesenian Ekowandowo di Palu

By Inul Irfani 01 Des 2025, 07:48:32 WIB Seni & Budaya
Reog Ponorogo dan Jaranan Meriahkan Peringatan 51 Tahun Kesenian Ekowandowo di Palu

Keterangan Gambar : Pertunjukan Reog Ponorogo dan Jaranan di Gedung Kesenian Ekowandowo Sulawesi Tengah di Palu, Sabtu (29/11) siang. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)


Likeindonesia.com, Palu - Pertunjukan Reog Ponorogo dan Jaranan memeriahkan Gedung Kesenian Ekowandowo Sulawesi Tengah di Palu, Sabtu (29/11) siang. 


Agenda ini digelar dalam rangka memperingati 51 tahun Paguyuban Kesenian Ekowandowo, dan diikuti delapan grup kesenian dari berbagai daerah seperti Palu, Sigi, Parigi Moutong, hingga Donggala.

Baca Lainnya :


Sejak pertunjukan dibuka, berbagai atraksi tradisional ditampilkan bergantian.


Tarian Jaranan, termasuk penampilan penari perempuan atau jathil, menjadi pengantar sebelum aksi dramatis Reog Ponorogo dimainkan lengkap dengan adegan tarung buto dan pecut.


Penonton yang memenuhi gedung tampak antusias menyaksikan rangkaian pertunjukan yang jarang mereka lihat secara langsung di Palu.


Ketua Paguyuban Kesenian Ekowandowo Sulteng, Karyono, menyebut kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian warga Jawa terhadap pelestarian kesenian di perantauan.


"Kegiatan yang terselenggara di Gedung Ekowandowo hari ini sebagai wujud kepedulian warga Jawa terutama yang ada di Sulawesi Tengah dalam rangka menghibur masyarakat,” ujarnya diwawancarai media ini usai kegiatan. 


Ia menambahkan bahwa pagelaran tersebut sekaligus menjadi bagian dari perayaan ulang tahun paguyuban yang ke-51.


Karyono juga menjelaskan secara langsung bahwa delapan grup tampil sejak pagi hingga sore. 


Ia mengatakan grup tersebut datang dari berbagai daerah, termasuk Palu, Sigi, Lalundu, Pantai Barat Karya Mukti, dan Sausu. 


Menurutnya, pelestarian Reog Ponorogo dan Jaranan menjadi harapan bersama agar budaya Jawa tetap hidup meski jauh dari daerah asalnya.


Sementara itu, seniman senior Asih Abdulrahman menyebut kelompok-kelompok seni muda yang tumbuh di bawah naungan paguyuban perlu terus diberi ruang untuk berkembang. 


“Semoga ke depan lebih sukses, lebih maju, karena Kendang Kinasih di bawah naungan Ekowandowo, jadi Kendang Kinasih ini tunas Ekowandowo,” ucapnya.


Ia menuturkan bahwa generasi muda perlu menjaga semangat dalam belajar budaya Jawa agar tidak punah. 


Ke depannya, kata Asih, seni tradisi harus tetap ‘ngeremboko’ atau tumbuh subur di tengah perkembangan zaman.


Pementasan ini menjadi salah satu wadah bagi komunitas seni Jawa di Sulawesi Tengah untuk mempertahankan eksistensi mereka. 


Selain menghadirkan hiburan bagi warga, kegiatan ini sekaligus mempertegas bahwa seni tradisi seperti Reog Ponorogo dan Jaranan masih memiliki ruang kuat di tengah masyarakat Palu. (Rul/Nl)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.