- Karyawan Kafe di Palu Ditemukan Tewas Terjepit di Lift Barang, Jenazah Dipulangkan ke Tada
- KONI Sulteng Mulai Matangkan Persiapan Hadapi PON Pantai 2026
- Skema Bansos Berubah! Mulai 2027, Penerima Bakal Dapat Transfer Tunai
- Penerbangan Bandara IMIP ke Palu Resmi Beroperasi, Waktu Tempuh Hanya 45 Menit
- Ratusan PPPK Nakes Sulteng Minta Kepastian Status, Gubernur Langsung Hubungi Wamenkes
- Pertamina Minta Maaf, Rencana Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli BBM Subsidi Dibatalkan
- 318 Kebakaran Terjadi di Palu hingga Agustus 2026, Mantikulore Tertinggi
- Mulai 15 September, Isi Biosolar di Sejumlah SPBU Wajib Bawa STNK
- Siap-Siap! Harga Tiket Pesawat Bisa Makin Mahal, Ini Aturan Baru Kemenhub
- Piala Soeratin Sulteng Resmi Bergulir, Gubernur Dorong Pembinaan Berjenjang Menuju PON 2028
Salat Jumat Perdana Tandai Mulainya Operasional Masjid Raya Baitul Khairaat Palu

Keterangan Gambar : Masyarakat Palu mengikuti salat Jumat perdana di Masjid Raya Baitul Khairaat, Kota Palu, Jumat (28/11/) siang. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan salat Jumat perdana di Masjid Raya Baitul Khairaat, Kota Palu, Jumat (28/11/) siang.
Salat Jumat Perdana sebagai penanda dimulainya pemanfaatan masjid tersebut usai pembangunan rampung.
Baca Lainnya :
- Layani 51 Ribu Penumpang, Purbaya Akui Belum Ada Petugas Bea Cukai di Bandara IMIP
- Anggota DPRD Palu Minta Tempat Prostitusi Ditutup, Dinilai Langgar Konsep Kota Hijau
- Harga Ikan di Palu Naik Jelang Akhir Tahun, Pedagang Sebut Faktor Cuaca dan Permintaan
- Pusat Siapkan Pelantikan Serentak KemenHU, Daerah Masih Tahap Pengisian Jabatan
- Rute Palu-Tiongkok Dibahas, ICECC Siap Buka Penerbangan Internasional ke Bandara SIS Al-Jufri
Masjid yang berlokasi di Jalan Djaelangkara, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat ini menjadi salah satu ikon baru Sulawesi Tengah.
Pelaksanaan salat Jumat perdana juga dirangkaikan dengan acara syukuran atas selesainya pembangunan rumah ibadah tersebut.
Bertindak sebagai khatib yakni Rektor UIN Datokarama Palu, Lukman S Thahir, sementara adzan dikumandangkan oleh Ustaz Mubaraq. Untuk imam salat, Pemprov Sulteng menunjuk Ketua PB Alkhairaat, Husen Habibu.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sulteng, Fahrudin D Yambas, yang mewakili Gubernur Sulawesi Tengah, menyebut antusiasme masyarakat sangat tinggi hingga melampaui kapasitas masjid.
“Diperkirakan kurang lebih 18 ribu jemaah hadir hari ini. Mereka berjubel dan ikut merasakan kebahagiaan atas beroperasinya kembali Masjid Raya Baitul Khairaat,” ujar Fahrudin diwawancarai media ini usai salat, Jumat (28/11) siang.
Ia menambahkan, kepadatan jemaah membuat sebagian meluber hingga ke area luar batas suci masjid.
Meski demikian, pelaksanaan ibadah berlangsung tertib dan tidak menimbulkan gangguan lalu lintas.
“Ribuan jemaah keluar dalam waktu hampir bersamaan, tetapi semuanya tertib. Terima kasih masyarakat Palu,” ucapnya.
Fahrudin menegaskan, Masjid Raya Baitul Khairaat resmi mulai beroperasi sejak hari ini.
Pemprov Sulteng juga menjadwalkan peresmian masjid pada 4 Desember 2025 yang akan diisi ceramah oleh Prof Abdul Somad.
Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Sulteng, Andi Ruly Djanggola, menyebut tingginya kehadiran jemaah mencerminkan kerinduan masyarakat setelah lebih dari dua tahun masjid dibangun.
“Diperkirakan hampir 15 ribu jemaah hadir. Semua ruang terisi. Jalan di seluruh sisi masjid juga penuh kendaraan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga dan memakmurkan masjid yang dibangun menggunakan dana APBD Sulawesi Tengah.
“Masjid ini dibangun dengan uang rakyat, jadi mari kita jaga dan ramaikan. Setelah selesai dibangun, kewajiban kita adalah memakmurkannya,” katanya.
Masjid Raya Baitul Khairaat mampu menampung sekitar 10.000 jemaah di ruang utama dan hingga 30.000 jemaah jika termasuk area pelataran.
Lantai satu diperuntukkan bagi 8.000 jemaah laki-laki dan lantai dua menampung 2.000 jemaah perempuan.
Masjid yang berdiri di atas lahan seluas 4 hektare ini merupakan proyek strategis Pemprov Sulteng dengan total anggaran Rp 376 miliar. Fasilitas penunjang turut dilengkapi, di antaranya jam raksasa di bagian depan kubah serta sistem pengolahan air limbah (IPAL) modern. (Rul/Nl)










