- 428 Gempa Terjadi di Sulteng dalam Sepekan
- Bantuan untuk Korban Gempa di Sulteng Bertambah, PT Donggi Senoro LNG Serahkan Kasur hingga Selimut
- Tiga Wilayah Sulteng Diguncang Gempa pada 1 Juli, Terkuat di Sigi
- Ini Daerah dengan Pengeluaran Makanan dan Minuman Jadi Tertinggi di Sulteng, Palu dan Poso Teratas
- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
Harga Ikan di Palu Naik Jelang Akhir Tahun, Pedagang Sebut Faktor Cuaca dan Permintaan

Keterangan Gambar : Lapak pedagang ikan di Pasar Tradisional Masomba, Kota Palu. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Harga ikan di Pasar Tradisional Masomba, Kota Palu, mengalami kenaikan menjelang akhir tahun.
Sejumlah pedagang mengungkapkan, lonjakan harga sudah terjadi dalam beberapa pekan terakhir dan dipicu oleh kondisi cuaca yang membuat nelayan kesulitan melaut, serta meningkatnya permintaan masyarakat menghadapi momen Natal dan Tahun Baru.
Baca Lainnya :
- Pusat Siapkan Pelantikan Serentak KemenHU, Daerah Masih Tahap Pengisian Jabatan
- Rute Palu-Tiongkok Dibahas, ICECC Siap Buka Penerbangan Internasional ke Bandara SIS Al-Jufri
- Ratusan Warga Antre Panjang di Kantor Pos Palu untuk Pencairan BLTS
- Palu Masuk Enam Besar Nasional Pengelolaan Sampah, Satu-satunya dari Sulawesi
- Kuota Turun Jadi 1.753, Jumlah Kloter Haji Sulteng 2026 Ikut Terpangkas
Pedagang ikan, Liman, mengatakan kenaikan terlihat pada sejumlah jenis ikan yang biasanya dijual dengan harga lebih rendah.
“Lagi naik ini, kalau dia normal dia Rp25 ribu, apa ini lagi naik jadi harga Rp35 ribu dia kalau ekor kuning, kalau Cakalang Rp30 ribu dia satu kilo. Sudah ada dua minggu ini naik, karena akhir tahun ini besar ombak, jadi tidak ada nelayan turun,” ujar Liman diwawancarai media ini di Pasar Tradisional Masomba, Kamis (27/11) pagi.
Ia menjelaskan, kondisi gelombang laut yang tinggi membuat pasokan ikan berkurang karena nelayan memilih tidak melaut, sehingga berdampak langsung pada harga jual di pasar.
Sementara itu, pedagang lainnya, Fendi, menyebut kenaikan harga ikan biasanya terjadi saat memasuki bulan November dan masih bertahan hingga Desember.
“Kalau masuk bulan 11 dia dia biasa naik, masih tinggi,” katanya saat ditemui di Pasar Masomba.
Fendi juga merinci kisaran harga ikan yang saat ini dijual di lapaknya.
“Rata-rata Rp45-Rp50 ribu, katombo sedang, katombo besar. Lajang dia Rp40 ribu. Sudah mau hampir setengah bulan ini, alhamdulillah tetap banyak yang beli,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski harga tinggi, minat beli masyarakat masih cukup stabil dan kenaikan kembali diperkirakan terjadi menjelang puncak perayaan akhir tahun.
Fendi menuturkan bahwa harga ikan biasanya kembali normal saat memasuki awal tahun.
“Bulan satu mulai normal harga, kalau bulan 12 kan ada natalan ada tahun baru pasti dia naik. Tetap naik lagi,” katanya.
Pedagang memprediksi, harga ikan di Palu baru akan kembali stabil pada Januari mendatang seiring membaiknya kondisi cuaca dan normalnya aktivitas melaut para nelayan. (Rul/Nl)

.jpg)








