- Siap-siap! Ada Pengganti LPG 3 Kg yang Diklaim Lebih Ringan, Harganya Tetap Sama
- Masa Tanggap Darurat Gempa di Sulteng Berakhir, Bantuan untuk Korban Dipastikan Tetap Berjalan
- 428 Gempa Terjadi di Sulteng dalam Sepekan
- Bantuan untuk Korban Gempa di Sulteng Bertambah, PT Donggi Senoro LNG Serahkan Kasur hingga Selimut
- Tiga Wilayah Sulteng Diguncang Gempa pada 1 Juli, Terkuat di Sigi
- Ini Daerah dengan Pengeluaran Makanan dan Minuman Jadi Tertinggi di Sulteng, Palu dan Poso Teratas
- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
Masjid Perahu Pertama di Palu, Masigi Sakaya Datokarama Siap Diresmikan

Keterangan Gambar : Desain Masigi Sakaya Datokarama di Kampung Lere, Kota Palu. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Palu - Kampung Lere mencatat sejarah baru dengan hadirnya Masigi Sakaya Datokarama, masjid pertama di Kota Palu yang mengusung konsep arsitektur berbentuk perahu.
Melansir dari unggahan akun Instagram resmi @pesonalere, pembangunan masjid ini telah resmi rampung dan dijadwalkan akan diresmikan pada Kamis, 4 Desember 2025.
Baca Lainnya :
- Masjid Raya Baitul Khairaat Diproyeksikan Jadi Pusat Wisata Religi di Sulawesi Tengah
- Salat Jumat Perdana Tandai Mulainya Operasional Masjid Raya Baitul Khairaat Palu
- Anggota DPRD Palu Minta Tempat Prostitusi Ditutup, Dinilai Langgar Konsep Kota Hijau
- Harga Ikan di Palu Naik Jelang Akhir Tahun, Pedagang Sebut Faktor Cuaca dan Permintaan
- Pusat Siapkan Pelantikan Serentak KemenHU, Daerah Masih Tahap Pengisian Jabatan
"Masjid unik berarsitektur perahu ini siap memasuki tahap peresmian yang direncanakan pada Kamis, 04 Desember 2025," tulis keterangan unggahan tersebut, dikutip Sabtu (29/11/2025).
Masjid perahu ini dibangun melalui pendanaan pribadi Politikus Ahmad Ali, bekerja sama dengan komunitas Sahabat Masjid.
Konsep arsitektur Masigi Sakaya Datokarama dirancang langsung oleh Didi Iskandar, menghadirkan perpaduan desain modern dan simbolik yang kuat.
Bentuk perahu yang menjadi identitas utama masjid bukan hanya elemen visual, tetapi juga memiliki makna sejarah.
Desain ini mengabadikan perjalanan dan perjuangan Dato Karama dalam menyebarkan Islam di Palu pada masa lalu.
Filosofi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bangunan masjid sebagai pengingat perjalanan dakwah yang menjadi fondasi perkembangan Islam di wilayah tersebut.
Selain nilai historisnya, Masigi Sakaya Datokarama diproyeksikan menjadi landmark baru di kawasan Lere.
Dengan struktur bangunan yang mencuri perhatian dan didukung fasilitas ibadah yang lengkap, masjid ini diharapkan bisa menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat. (Nl/Nl)



.jpg)






