- Pemerintah Resmi Tetapkan 27 Mei sebagai Hari Raya Idul Adha 2026
- Gempa M 3,9 Guncang Pendolo Poso, Dipicu Aktivitas Sesar Poso
- Pengurus KKSS Tolitoli Masa Bakti 2026-2031 Resmi Dilantik, Menkum RI Dorong Kontribusi untuk Daerah
- Nama Prodi Teknik Mulai Diganti Jadi Rekayasa, Kampus Bisa Tetap Pakai Istilah Lama
- Pemerintah Siapkan Aturan Baru KPR Tenor 40 Tahun, Cicilan Rumah Disebut Bisa Lebih Murah
- Pengangguran di Palu Capai 11.577 Orang, Mayoritas Laki-laki
- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
Masjid Perahu Pertama di Palu, Masigi Sakaya Datokarama Siap Diresmikan

Keterangan Gambar : Desain Masigi Sakaya Datokarama di Kampung Lere, Kota Palu. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Palu - Kampung Lere mencatat sejarah baru dengan hadirnya Masigi Sakaya Datokarama, masjid pertama di Kota Palu yang mengusung konsep arsitektur berbentuk perahu.
Melansir dari unggahan akun Instagram resmi @pesonalere, pembangunan masjid ini telah resmi rampung dan dijadwalkan akan diresmikan pada Kamis, 4 Desember 2025.
Baca Lainnya :
- Masjid Raya Baitul Khairaat Diproyeksikan Jadi Pusat Wisata Religi di Sulawesi Tengah
- Salat Jumat Perdana Tandai Mulainya Operasional Masjid Raya Baitul Khairaat Palu
- Anggota DPRD Palu Minta Tempat Prostitusi Ditutup, Dinilai Langgar Konsep Kota Hijau
- Harga Ikan di Palu Naik Jelang Akhir Tahun, Pedagang Sebut Faktor Cuaca dan Permintaan
- Pusat Siapkan Pelantikan Serentak KemenHU, Daerah Masih Tahap Pengisian Jabatan
"Masjid unik berarsitektur perahu ini siap memasuki tahap peresmian yang direncanakan pada Kamis, 04 Desember 2025," tulis keterangan unggahan tersebut, dikutip Sabtu (29/11/2025).
Masjid perahu ini dibangun melalui pendanaan pribadi Politikus Ahmad Ali, bekerja sama dengan komunitas Sahabat Masjid.
Konsep arsitektur Masigi Sakaya Datokarama dirancang langsung oleh Didi Iskandar, menghadirkan perpaduan desain modern dan simbolik yang kuat.
Bentuk perahu yang menjadi identitas utama masjid bukan hanya elemen visual, tetapi juga memiliki makna sejarah.
Desain ini mengabadikan perjalanan dan perjuangan Dato Karama dalam menyebarkan Islam di Palu pada masa lalu.
Filosofi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bangunan masjid sebagai pengingat perjalanan dakwah yang menjadi fondasi perkembangan Islam di wilayah tersebut.
Selain nilai historisnya, Masigi Sakaya Datokarama diproyeksikan menjadi landmark baru di kawasan Lere.
Dengan struktur bangunan yang mencuri perhatian dan didukung fasilitas ibadah yang lengkap, masjid ini diharapkan bisa menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat. (Nl/Nl)










