- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
- Ratusan Skater Ramaikan Go Skateboarding Day 2026 di Palu
Sempat Rusak Akibat Pencurian, Perbaikan EWS Tsunami di Lere Telan Anggaran Rp37 Juta

Keterangan Gambar : Petugas teknis memperbaiki alat pendeteksi tsunami atau early warning system (EWS) di Kelurahan Lere, Kota Palu. (Foto: BPBD Kota Palu)
Likeindonesia.com, Palu - Alat pendeteksi tsunami atau early warning system (EWS) di Kelurahan Lere, Kota Palu, yang sebelumnya tidak berfungsi akibat pencurian komponen kabel, kini kembali beroperasi.
Perbaikan alat tersebut menelan anggaran sebesar Rp37 juta yang bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Baca Lainnya :
- BMKG Prediksi 2026 Lebih Basah Usai Iklim Ekstrem di Sulteng 2025
- BMKG Catat 160 Gempa Guncang Sulawesi Tengah dalam Dua Pekan
- Palu Perluas Koperasi Merah Putih, Gerai Dibangun di Huntap Tondo
- Populasi Endemik Sulawesi Bertambah, TN Lore Lindu Berhasil lepasliarkan 965 Anak Maleo hingga 2025
- Swiss-Belhotel Silae Palu Hadirkan Seafood Tumpah, Sensasi Santap Seafood Menghadap Teluk Palu
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu melakukan perbaikan dengan mengganti sejumlah kabel yang sebelumnya dicuri oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Kota Palu, Marzuki, menjelaskan bahwa kabel yang diganti terdiri dari empat jenis dengan panjang masing-masing sekitar 15 meter.
“Kemarin kabel yang diganti ada 4 jenis, ada yang kabel antena, dan 3 lainnya kabel biasa,” ujar Marzuki, Senin (26/1/2026).
Ia menuturkan, total panjang kabel yang diganti mencapai sekitar 60 meter.
Menurutnya, keempat kabel tersebut merupakan komponen utama yang hilang akibat pencurian beberapa waktu lalu, sehingga menyebabkan EWS tidak dapat difungsikan.
“Ada 15 meter per kabel, jadi kurang lebih 4 itu 60 meter. Empat kabel ini yang dibacut kemarin dengan pencurinya,” katanya.
Marzuki menyampaikan, pihaknya telah melaporkan kejadian pencurian tersebut ke aparat penegak hukum.
Proses pemeriksaan juga telah dilakukan, namun hingga kini pelaku pencurian belum berhasil diamankan.
“Awal kejadian kami sudah melapor ke pihak berwajib, terus kami di BAP lagi, dan sampai sekarang pelakunya belum ditangkap,” ujarnya.
Ia menjelaskan, besarnya anggaran perbaikan tidak hanya disebabkan oleh pengadaan kabel, melainkan juga biaya teknisi yang harus didatangkan dari luar daerah sebagai pihak ketiga pelaksana perbaikan.
“Kalau kabelnya ini sebenarnya tidak terlalu jadi masalah, tapi teknisinya yang mahal, untuk mendatangkan mereka itu,” kata Marzuki.
Usai perbaikan, alat pendeteksi tsunami di Kelurahan Lere kini telah kembali berfungsi.
BPBD Kota Palu berharap dukungan semua pihak untuk menjaga keberadaan EWS, mengingat alat tersebut merupakan prasarana vital dalam upaya mitigasi bencana tsunami di wilayah pesisir.
Saat ini, Kota Palu memiliki tiga unit early warning system tsunami yang terpasang di sejumlah kelurahan dekat kawasan laut.
Alat-alat tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang diusulkan oleh Pemerintah Kota Palu sebagai bagian dari penguatan sistem peringatan dini bencana. (Rul/Nl)










