- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
- Aktivitas Gempa di Sulteng Menurun, BMKG Catat 282 Kejadian dalam Sepekan
Sudah Tiga Hari Hilang di Laut, Warga Kaleroang Masih dalam Pencarian
.jpg)
Keterangan Gambar : Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban, Rabu (8/10/2025). (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, Morowali - Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap A (24), warga yang dilaporkan hilang di Perairan Pulau Kaleroang, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berangkat seorang diri menggunakan perahu menuju Pulau Umbele pada Sabtu (4/10) untuk mengambil batu di tebing pinggir laut.
Baca Lainnya :
- Jembatan di Desa Bungkudu Buol Putus Dihantam Banjir, Akses Warga Terputus
- Jembatan di Desa Bungkudu Buol Putus Dihantam Banjir, Akses Warga Terputus
- Banjir dan Longsor Landa Tojo Una-Una, Akses Jalan Trans Ampana–Poso Sempat Terputus
- RS Anutapura Palu Catat Gangguan Pernapasan dan Pencernaan Paling Banyak Dikeluhkan Pasien
- Utamakan Teguran, Dirlantas Polda Sulteng Tegaskan Tak Ada Tilang
Ia sempat terlihat oleh warga di sekitar lokasi tersebut. Namun hingga malam hari, korban tidak kunjung kembali ke rumah.
Keluarga yang khawatir kemudian melapor kepada aparat setempat.
Pada Minggu (5/10), perahu korban ditemukan mengapung di sekitar Pulau Kaleroang, namun korban tidak berada di lokasi. Barang-barang milik korban masih berada di dalam perahu.
Pencarian hari kedua dimulai Rabu (8/10/2025) pukul 07.00 Wita, melibatkan Pos SAR Morowali, Pos AL Morowali, Polairud Morowali, BPBD Morowali, pemerintah setempat, serta masyarakat sekitar.
Tim dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas area pencarian di sekitar lokasi penemuan perahu dan perairan sekitarnya.
Koordinator lapangan, Siwanto, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan dengan menggunakan perahu katinting milik warga setempat karena kondisi air laut sedang surut.
“Pencarian kami lanjutkan dengan menggunakan perahu warga karena posisi air surut dan rapp cukup jauh, sehingga perahu karet sementara belum bisa dioperasikan,” ujar Siwanto.
Ia menambahkan, tantangan utama di lapangan adalah informasi yang masih simpang siur dari masyarakat mengenai lokasi terakhir korban terlihat.
Meski begitu, seluruh unsur SAR terus berkoordinasi dan berupaya maksimal agar korban segera ditemukan.
Operasi pencarian akan terus dilakukan hingga korban berhasil ditemukan atau sesuai dengan ketentuan operasi SAR yang berlaku. (Bim/Nl)










