- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
- Gubernur Sulteng Ingatkan Perusahaan untuk Tidak Abaikan Keselamatan Pekerja
- Hardiknas 2026, Pemerintah Dorong Penerapan Deep Learning di Satuan Pendidikan
- Pembayaran Honorer di Sulteng Ditarget Tertib dan Merata, Gubernur Pastikan Tanpa Ketimpangan
Sulit Akses Layanan Kesehatan, Warga Daerah Terpencil di Sulteng Kini Dapat Bantuan Ambulans
.jpg)
Keterangan Gambar : Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyalurkan 19 unit ambulans bagi rumah ibadah, lembaga organisasi, dan yayasan keagamaan. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — Sulitnya akses menuju fasilitas kesehatan masih menjadi persoalan utama bagi warga di sejumlah daerah terpencil di Sulawesi Tengah.
Kondisi geografis yang berat membuat masyarakat kerap harus menempuh jarak jauh dengan kendaraan seadanya, bahkan menggunakan sepeda motor, saat membawa anggota keluarga yang sakit.
Baca Lainnya :
- Pertemuan Pemprov Sulteng dan Pemkab Donggala Bahas Jalan Keluar Pembayaran Gaji 4.000 PPPK
- Program Berani Cerdas Sulteng Siap Buka Beasiswa S2 Tahun Depan
- Sudah Diusulkan, Guru Tua Belum Juga Jadi Pahlawan Nasional
- Dua Spesialis Curanmor Ditangkap, Puluhan Motor Diamankan Polisi
- Indeks Literasi Sulteng Naik Signifikan, Kini Masuk 20 Besar Nasional
Menjawab kebutuhan itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyalurkan 19 unit ambulans bagi rumah ibadah, lembaga organisasi, dan yayasan keagamaan.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Berani Sehat, yang digagas untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan hingga pelosok daerah.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengatakan program ini diharapkan menjadi solusi nyata atas kesenjangan pelayanan kesehatan di masyarakat, terutama terkait ketersediaan sarana transportasi darurat.
“Program Berani Sehat ini untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat secara tuntas, mulai dari sistem penjaminan, pengobatan, termasuk juga preventif,” ujar Anwar Hafid di Palu, diwawancarai media ini usai penyerahan di Lapangan Pogombo Kantor Gubernur Sulteng, Rabu (12/11) siang.
Menurutnya, salah satu kendala utama selama ini adalah keterbatasan transportasi bagi warga yang membutuhkan pertolongan medis cepat.
“Kalau ada masyarakat yang sakit, susah biasa mereka harus naik motor, dibawa pakai motor. Jadi kita coba menyediakan ambulans bagi masyarakat kita, supaya mereka tidak kesulitan mengakses fasilitas kesehatan,” jelasnya.
Anwar menambahkan, program bantuan ambulans ini akan terus berlanjut, baik melalui Dinas Kesehatan maupun melalui kelompok keagamaan di berbagai daerah.
Ia menilai, tokoh-tokoh agama seperti pendeta, imam, maupun pemangku adat memiliki peran penting dalam menjangkau masyarakat di pelosok.
“Akan terus kami adakan, baik yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan maupun bantuan kepada kelompok keagamaan, karena banyak umat kita biasa para pendeta, para mangku, para imam, di tempat ibadah itu menjadi vital untuk kebutuhan pelayanan jasa transportasi,” tambahnya.
Salah satu penerima bantuan, Aser, tokoh jemaat Gereja Eklesia Gunung Potong di Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, mengaku terharu atas perhatian pemerintah terhadap masyarakat di daerah terpencil.
“Sebagai masyarakat penerima bantuan berupa kendaraan operasional kesehatan, saya pribadi, sebagai warga Jemaat, merasa sangat terharu dengan adanya kegiatan ini,” kata Aser.
Ia menuturkan, perjuangan mendapatkan kendaraan ambulans sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
Sebelumnya, ia bahkan menggunakan kendaraan pribadinya untuk mengantar warga sakit ke puskesmas maupun rumah sakit.
“Sebelum adanya kendaraan ini, selama 14 tahun saya berjuang untuk mendapatkan ambulans bagi masyarakat. Selama itu, saya menggunakan kendaraan pribadi untuk mengangkut pasien ke Puskesmas Kulawi, bahkan sampai ke Rumah Sakit Undata di Palu,” ungkapnya.
Aser berharap, bantuan serupa dapat terus dilanjutkan agar lebih banyak masyarakat di wilayah lain bisa merasakan manfaatnya.
“Kami juga berharap kegiatan seperti ini terus ditingkatkan dan berlanjut, agar semakin banyak masyarakat Sulawesi Tengah yang bisa merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Ambulans yang diterima, kata dia, akan dimanfaatkan secara terbuka bagi seluruh warga di Kecamatan Kulawi dan sekitarnya, tanpa memandang latar belakang.
“Kendaraan ini bisa dimanfaatkan oleh semua masyarakat, tanpa membeda-bedakan. Kami tidak menutup pintu bagi siapa pun,” tegasnya.
Melalui bantuan ini, pemerintah berharap masyarakat di daerah terpencil kini memiliki akses transportasi kesehatan yang lebih cepat, aman, dan manusiawi. (Rul/Nl)




.jpg)





